Bukti-bukti bahwa Ousmane Dembele adalah Pahlawan Barcelona

Tidur larut malam karena kesyikan bermain video game, tidak datang latihan keesokan harinya, dan akhirnya dihukum dengan tidak dimasukkan ke dalam skuat saat menghadapi Real Betis. Sampai saat ini, tiga momen berkesinambungan itulah yang menjadi sorotan utama dalam karier Ousmane Dembele di Barcelona pada musim 2018/19.
Tak lama setelah muncul kabar bahwa Dembele mangkir latihan karena asyik main video game, narasi pun diseruakkan. Intinya, pemuda Prancis itu digambarkan sebagai sosok labil yang belum dewasa.
Salah satu bentuk pembingkaian itu adalah penyebaran foto apartemen Dembele saat masih memperkuat Borussia Dortmund dulu. Apartemen itu sebetulnya mewah, tetapi terlihat seperti kapal pecah. Dembele pun sampai dituntut oleh pengelola apartemen karena menunggak pembayaran serta meninggalkan apartemen dalam kondisi rusak.
Di tengah tercemarnya nama baiknya, Dembele justru muncul sebagai pahlawan Barcelona pada laga melawan Atletico Madrid, Minggu (25/11/2018) dini hari WIB. Masuk di menit ke-80 menggantikan Arthur Melo, pemain 20 tahun itu hanya butuh sepuluh menit untuk mencetak gol. Gol Dembele itu menegasi gol Diego Costa yang dicetak menit ke-77 dan Barcelona pun balik dari Estadio Metropolitano dengan tambahan satu angka.
Apa yang ditampilkan Dembele di Madrid itu memang seakan-akan bertentangan dengan narasi yang ada. Namun, performa apik itu sebetulnya sama sekali tidak mengejutkan. Pasalnya, pemain yang mencuat bersama Rennes ini sudah beberapa kali melakukannya pada musim ini. Bahkan, kehadiran Dembele sebagai penentu sudah dirasakan Barcelona sejak Supercopa de Espana menghadapi Sevilla.
Pada laga kontra Sevilla itu, Barcelona tertinggal lebih dulu akibat aksi Pablo Sarabia di menit ke-9. Gerard Pique menyamakan skor pada menit ke-42. Dua belas menit jelang laga usai, Dembele mencetak gol kemenangan Blaugrana. Jadilah Supercopa itu trofi perdana yang diangkat Barcelona musim ini.

Musim ini, Dembele sebenarnya tidak kesulitan sama sekali menembus tim utama Barcelona. Tak seperti Malcom yang baru tampil lima kali (empat di antaranya sebagai pengganti), Dembele telah 16 kali bermain untuk El Barca. Dua di Liga Champions, 12 kali (lima sebagai pengganti) di La Liga, serta masing-masing sekali di Supercopa dan Copa del Rey.
Dari 16 penampilan itu, Dembele sudah mencetak tujuh gol dan menyumbangkan dua assist. Menariknya, lima dari tujuh gol yang dia lesakkan itu statusnya adalah gol krusial. Selain gol kemenangan melawan Sevilla dan penyama kedudukan melawan Atletico, Dembele juga sudah menjadi pembeda pada laga kontra Real Valladolid, Real Sociedad, serta Rayo Vallecano.
Pada laga melawan Valladolid dan Sociedad, Dembele mencetak gol kemenangan. Sementara, pada pertandingan menghadapi Vallecano, Dembele mencetak gol penyama kedudukan terlebih dahulu sebelum Luis Suarez memastikan kemenangan.
Dari sini, bisa ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya, Dembele punya potensi tak terbantahkan. Usianya sekarang baru 21 tahun dan dia sudah menunjukkan kemampuan sebagai sosok pembeda. Memang betul bahwa di kehidupan pribadinya Dembele masih kerap berbuat salah. Akan tetapi, itu bukan jaminan bahwa selamanya dia bakal berbuat begitu.
Usai Barcelona ditekuk Betis 3-4, Pique berkata bahwa yang diperlukan Dembele saat ini hanya satu. Yakni, bantuan dari rekan-rekan, terutama mereka yang lebih senior.
"Kita semua pernah muda dan berbuat salah. Dari pengalamanku, yang harus kita lakukan sekarang adalah membantunya memahami bahwa sepak bola adalah pekerjaan 24 jam dan dia harus menjalani itu dengan sungguh-sungguh. Aku yakin dia akan berbenah dalam hal ini dan keputusan yang diambil pelatih bakal membantu dirinya," ujar Pique kala itu.
Nah, bagaimana, Dembele? Masih mau ngeyel atau mulai menuruti petuah Pique?
