Deja Vu dalam Kekalahan United dari Wolves

Optimisme tercermin dari air muka Ole Gunnar Solskjaer sebelum dihelatnya laga Premier League yang mempertemukan Manchester United dengan Wolverhampton Wanderers di Molineux, Rabu (3/4/2019) dini hari WIB. Kebahagiaan itu muncul karena kejadian musim 1995/96 terulang kembali di musim ini.
Ketika itu, ada empat pemain The Red Devils yang berhasil mencetak 10 gol atau lebih di ajang Premier League. Eric Cantona mengemas 14 gol, kemudian disusul Andrew Cole dan Ryan Giggs dengan 11 gol, terakhir ada Paul Scholes dengan catatan 10 gol. Gol-gol ini membantu United menjuarai liga di musim itu.
Kemudian inilah nama-nama yang menjadi reinkarnasi dari legenda-legenda United itu pada musim ini: Romelu Lukaku (12), Paul Pogba (11), kemudian Marcus Rashford dan Anthony Martial (10). Seluruh pemain ini berada dalam kondisi fit dan, kecuali Rashford, tampil saat melawan Wolves.
Sayangnya, Solskjaer malah tampak muram selepas laga tersebut. Karena Wolves menang 2-1 atas United -- seperti yang mereka lakukan dahulu di pertandingan perempat final Piala FA. Sedihnya lagi, hasil ini sendiri mengulang memori kelam yang terjadi pada 40 tahun silam.
Ketika itu, United juga dua kali keok secara beruntun dari Wolves di Molineux. Pertemuan pertama dengan skenario tersebut terjadi pada September 1979, dan Wolves menang telak 3-1. Kemudian Wolves raih kemenangan tipis 1-0 dalam pertemuan kedua, yang terjadi pada Agustus 1980.
Selain itu, perlu diingat ini merupakan kali pertama bagi United sejak 2002/03 gagal menang dari tim promosi Premier League. Selain dua pertemuan yang telah disinggung tadi, United juga hanya memetik hasil imbang 1-1 saat berhadapan dengan Wolves di Old Trafford, September 2018.
Lantas, mengapa United harus merasakan déjà vu – perasaan seperti sedang mengulang kejadian lama di masa kini – ketika berhadapan dengan Wolves? Efektivitas serangan menjadi salah satu sebabnya. Bayangkan saja, hanya 4 dari total 18 tembakan yang tepat sasaran dilancarkan United ketika itu.
Selain itu, eror para pemain juga menjadi suatu hal yang patut disoroti dari penampilan United kala itu. Kebobolan pertama United tercipta karena Fred Rodrigues panik mendapatkan tekanan mendadak usai menerima umpan dari David de Gea.
Kemudian kartu merah Ashley Young pada menit 57 bermula dari kegagalannya sendiri dalam mengontrol bola. Dua puluh menit kemudian, Chris Smalling menciptakan gol bunuh diri. Jika United, yang kini berada di peringkat kelima, ingin mewujudkan misi finis di empat besar, tentu mereka perlu cepat berbenah.
