Kumparan Logo

Dibekuk Brighton, Tren Negatif Spurs Berlanjut

kumparanBOLAverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ekspresi Pemain Tottenham Hotspur setelah kebobolan. Foto: REUTERS/Toby Melville
zoom-in-whitePerbesar
Ekspresi Pemain Tottenham Hotspur setelah kebobolan. Foto: REUTERS/Toby Melville

Tottenham Hotspurs kembali tumbang. Kali ini mereka takluk di tangan Brighton & Hove Albion 0-3 pada Premier League pekan delapan, Sabtu (5/10/2019). Aaron Connolly jadi pahlawan kemenangan The Seagulls lewat sumbangsih dua golnya. Sementara lesakan lainnya dibuat Neal Maupay.

Kini Spurs masih tertahan di peringkat enam klasemen sementara. Perlu diingat, ini merupakan kekalahan beruntun kedua mereka usai dilumat Bayern Muenchen 2-7 di ajang Liga Champions tengah pekan lalu.

Sementara bagi Brighton, tambahan tiga angka ini membuat mereka naik ke posisi 12 dengan total poin 9 angka. Sekaligus mengakhiri paceklik kemenangan dalam lima pertandingan.

X post embed

Mauricio Pochettino melakukan beberapa perombakan dalam skuatnya. Moussa Sissoko diplot sebagai full-back kanan, menggantikan Serge Aurier yang terkena suspensi. Pun demikian dengan Ben Davies yang dipercaya mengisi sektor full-back kiri --menggantikan Danny Rose.

Di area sentral, Eric Dier ditaruh bersama Tanguy Ndombele, serta Christian Eriksen. Disusul Erik Lamela yang diutus membantu Harry Kane serta Son Heung-Min di garda terdepan.

Beralih ke kubu Brighton. Graham Potter tengah dipusingkan dengan beberapa pemain vital yang tumbang: Shane Duffy, Leandro Trossard, serta Davy Proepper.

Praktis, mantan pelatih Oestersund itu mengandalkan Aaron Mooy dan Pascal Gross untuk menopang Maupay di lini depan. Penyerang asal Prancis itu dibantu striker muda, Connolly.

X post embed

Spurs tampak belum bangkit pasca-kekalahan telak dari Bayern Muenchen. Permainan mereka amburadul, baik itu dari penguasaan bola maupun jumlah tembakan.

Cuma 2 tembakan yang berhasil dilepaskan Spurs sepanjang babak pertama. Kalah jauh dari Brighton yang melontarkan 11 tembakan.

Paling kentara soal masalah mental Spurs, ya, bagaimana terciptanya gol pembuka Brighton di menit ketiga. Hugo Lloris melakukan blunder saat gagal menangkap umpan lambung Gross. Dengan cepat, Maupay langsung menyambar bola dengan kepalanya.

Sialnya lagi, Lloris yang dikabarkan mengalami patah tangan mesti ditarik keluar. Eks kiper Lyon itu kemudian ditukar dengan Paulo Gazzaniga.

Pergantian ini tak lantas meningkatkan sekuritas Spurs. Di menit 32, Brighton berhasil menggandakan keunggulan. Kali ini giliran Connolly yang unjuk gigi. Oh, iya, ini merupakan gol perdana pemain berusia 19 tahun tersebut di Premier League.

Skor 2-0 untuk Brighton bertahan hingga turun minum.

X post embed

Pochettino melakukan pergantian di awal babak kedua. Ndombele ditukar dengan Harry Winks. Hal itu bertujuan demi menyeimbangkan lini tengah Spurs.

Sayang, langkah Pochettino tak berjalan mulus. Spurs masih kesulitan untuk lolos dari tekanan. Sebaliknya, Brighton justru masih berhasil mempertahankan agresivitasnya.

Salah satunya lewat aksi Maupay di menit 49. Beruntung bagi Spurs karena Gazzaniga masih mampu mengamankannya.

Akan tetapi, kiper asal Argentina itu tak kuasa untuk membendung tembakan Connolly di menit 65. Ya, penyerang muda itu kembali mencatatkan namanya di papan skor usai menerima longball kiriman Lewis Dunk.

Pochettino kembali bereaksi. Lucas Moura diutus untuk menggantikan Son. Keputusan yang cukup logis, mengingat mantan pemain Bayer Leverkusen itu nihil tembakan dan umpan kunci.

Hasilnya sia-sia. Spurs tak mampu mencetak angka. Upaya terbaik mereka tercipta di menit 81 dan 85 via Moura. Sayang, sepakan winger asal Brasil itu masih mampu diamankan Mat Ryan.

Tak ada lagi gol tambahan hingga wasit Jonathan Moss meniup peluit panjang. Brighton keluar sebagai pemenang dengan keunggulan 3-0.