Dihantam Badai Sanksi, Bagaimana Peluang Juara Persib?

Roda nasib Persib Bandung musim 2018 berputar begitu cepat. From zero to hero, itulah perumpamaan yang tepat bagi Persib di pertengahan musim. Namun, kini, 'Maung Bandung' kembali menjadi pesakitan.
Di tangan Roberto Carlos Mario Gomez, Persib tampil memesona. Menyandang predikat sebagai tim pesakitan di awal musim lantaran gagal mendatangkan pemain mewah, 'Pangeran Biru' melesat cepat dan mengakhiri putaran pertama dengan status kampiun paruh musim.
Sejak diutus menjadi juru taktik Persib, Gomez berkali-kali kecewa dengan manajemen karena gagal merekrut pemain bidikan. Lebih nahas karena manajemen mengaplus pemain incaran dengan pemain yang tak punya rekam jejak mentereng. Sebut saja Ardi Idrus dan M. Fisabillah yang cuma mentas di Liga 2 musim sebelumnya.
Persoalan belum ditambah dengan masalah non-teknis seperti hubungan tak baik antara Gomez dengan manajemen sebelum kompetisi dimulai, status Fernando Soler di bangku cadangan, dan laga-laga tunda yang mesti dimainkan. Semua terasa rumit bagi Persib.
Namun, Persib tak ubahya anomali dalam dunia si kulit bundar. Ketika nada-nada pesimisme didentumkan, mereka melaju cepat. Wajah kecut Bobotoh lamat-lamat berubah menjadi senyum semringah. Dentingan optimisme bahwa Persib dapat mengakhiri musim sebagai juara menyeruak.
***
Persib dan masalah adalah teman karib. Per 2 Oktober 2018, berdasarkan sidang Komisi Displin (Komdis) PSSI yang digelar pada 1 Oktober 2018, Persib dijatuhi sembilan sanksi.
Hukuman itu ditujukan kepada semua elemen Persib, mulai dari pemain, suporter, sampai panitia pelaksana (panpel) pertandingan. Pihak yang disebut terakhir dinilai gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap suporter yang datang menonton.
Ditarik ke belakang, tiga jam jelang laga Persib vs Persija dalam pekan ke-23 Liga 1 di pelataran parkiran Stadion Gelora Bandung Lautan Api terjadi pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya suporter Persija, Haringga Sirla. Sedangkan, tiga dari sembilan sanksi dijatuhkan kepada tiga pemain asing Persib lantaran bertindak tak suportif.

Mereka adalah Bojan Malisic, Ezechiel N'Douassel, dan Jonathan Bauman. Pemilik dua nama terakhir adalah mesin gol Persib. Jika ditotal, N'Douassel-Bauman telah merangkum 23 gol. Otomatis absennya tiga pemain itu nyaris memangkas setengah kekuatan skuat asuhan Gomez.
Persoalan ini belum ditambah dengan pemanggilan beberapa pemain untuk mengikuti uji tanding bersama Timnas Indonesia. Apalagi, Persib harus menggelar laga kandang di luar Pulau Jawa hingga akhir musim tanpa kehadiran Bobotoh.
Imbasnya, Persib mengakhiri pekan ke-24 dengan kegagalan. Menjamu Madura United di Stadion Batakan, Selasa (9/10), Supardi Nasir cs. keok 1-2. Kekalahan itu menjadi bukti bahwa Persib tengah terguncang.
Hasil negatif itu memang tak menggoyahkan Persib di puncak klasemen karena berbekal 44 poin, tetapi situasi pelik bisa membikin kans menjadi kampiun menyusut.

Bagi Persib, partai kandang adalah profit. Ada beberapa catatan positif kala Bauman dan kolega berstatus sebagai tuan rumah. Dari 12 laga kandang --termasuk usiran saat bersua Madura United-- Persib meraih 9 kemenangan, 1 imbang, dan 2 kali kalah. Lebih hebat lagi lantaran Persib merangkum 21 gol dan 7 nirbobol.
Namun, ketika menyandang predikat tamu, notula Persib tak sebaik di kandang. Dari 12 partai tandang Persib mengoleksi 4 kemenangan, 4 imbang, dan 4 kekalahan dengan 17 gol serta 16 kebobolan. Berangkat dari fakta dan data tersebut dapat ditarik satu simpulan bahwa laga tandang lebih sulit bagi Persib.
Sanksi Komdis PSSI membikin langkah Persib untuk menjaga predikat pemimpin klasemen semakin dilematis. Sebanyak 10 laga sisa --5 kadang dan 5 tandang-- mesti dimainkan Persib di luar rumah.
Gelar juara menjadi muskil manakala melihat tim-tim yang akan dijajal Persib di sisa kompetisi. Persipura Jayapura, Persebaya Surabaya, dan PSM Makassar, menanti pada tiga pekan berikutnya. Tim yang disebut terakhir berpotensi merebut singgasana Persib mengingat cuma terpaut tripoin.
Belum lagi Bali United dan Barito Putera yang bakal menyulitkan Persib mendulang poin. Mesti digarisbawahi pula, sampai pekan ke-29, Persib tak bisa turun arena dengan kekuatan penuh karena sanksi untuk tiga pemain asing.
***
Kans Persib untuk mengangkat trofi memang terpangkas karena masalah teknis dan non teknis yang menyelimuti. Namun, seperti yang diucapkan pelatih Levante, Joaquin Caparros, di sepak bola nasib bisa berubah dalam tempo lima menit. Ya, semua masih bisa berubah dan terjadi, terkhusus bagi Persib.
