Kumparan Logo

Dipimpin Aaron Ramsey, Arsenal Habisi Napoli

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aaron Ramsey merayakan gol ke gawang Napoli bersama Natxo Monreal, Sead Kolasinac, dan Pierre-Emerick Aubameyang. Foto: Reuters/Eddie Keogh
zoom-in-whitePerbesar
Aaron Ramsey merayakan gol ke gawang Napoli bersama Natxo Monreal, Sead Kolasinac, dan Pierre-Emerick Aubameyang. Foto: Reuters/Eddie Keogh

Arsenal berhasil memanfaatkan status tuan rumah dengan memenangi pertandingan leg I perempat final Liga Europa menghadapi Napoli. Bermain di Emirates Stadium, Jumat (12/4/2019) dini hari WIB, The Gunners menang 2-0 berkat gol Aaron Ramsey di menit ke-14 serta gol bunuh diri Kalidou Koulibaly sebelas menit sesudahnya.

Kemenangan ini sangatlah berharga bagi Arsenal. Sebab, pada leg II di San Paolo pekan depan Napoli harus menang dengan selisih tiga gol jika ingin lolos ke semifinal dengan mulus.

***

Ada yang aneh dari susunan formasi kedua kesebelasan. Arsenal yang berasal dari Inggris memainkan pakem 3-4-1-2 yang lebih akrab dengan persepakbolaan Italia. Sebaliknya, si wakil Italia, Napoli, turun dengan pakem 4-4-2 kebanggaan persepakbolaan Inggris. Meski demikian, Arsenal tetap menunjukkan ke-Inggris-annya dengan melakukan pendekatan agresif sejak awal.

X post embed

X post embed

Dalam lima belas menit pertama Napoli betul-betul dipaksa untuk bertahan. Butuh aksi-aksi brilian dari Kalidou Koulibaly untuk menghindarkan mereka dari kebobolan. Salah satunya terjadi pada menit ketujuh bilamana Aaron Ramsey yang menerima umpan Sead Kolasinac mampu dengan bebas menyepak bola tanpa gangguan. Di situlah Koulibaly beraksi dengan membuat dua blok beruntun.

Namun, tembok pertahanan Napoli itu akhirnya runtuh juga. Lewat kerja sama manis yang melibatkan sedikitnya lima pemain, Arsenal sukses menemukan celah di pertahanan tim tamu. Ramsey yang musim depan akan bermain untuk Juventus itu membobol gawang calon rival beratnya dari jarak dekat, memanfaatkan sodoran Ainsley Maitland-Niles.

Napoli berusaha keras untuk bangkit setelah itu dengan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di sayap. Akan tetapi, di tengah usaha tersebut, mereka kebobolan lagi. Berawal dari serangan balik cepat di sisi kiri, Lucas Torreira berlari melewati adangan Fabian Ruiz. Torreira kemudian melepas tembakan yang membentur kaki Koulibaly dan bola pun masuk ke gawang Alex Meret.

Pada dasarnya, pada babak pertama ini Napoli tidak bermain sepak bola. Memang ada 11 pemain di lapangan dan ada bola yang diperebutkan. Namun, anak-anak asuh Carlo Ancelotti ini lebih terlihat sebagai pemain gobak sodor yang cuma bisa berusaha mengadang lawan tetapi tidak kena-kena.

Torreira merayakan gol ke gawang Napoli dengan mengingat masa-masanya di Sampdoria. Foto: Reuters/Ian Walton

Satu-satunya kesempatan di mana Napoli membuat jantung para suporter Arsenal berdebar ada di pengujung babak pertama ketika Lorenzo Insigne, yang menerima umpan tarik Jose Callejon, sukses mendapat ruang tembak. Namun, bola hasil tendangan Insigne melayang entah ke mana. Setelah itu pun Arsenal masih mendapat peluang lagi lewat Ramsey, meski belum berbuah gol. Kulminasi itu semua membuat Arsenal mengakhiri babak dengan keunggulan 2-0.

Balik dari kamar ganti, Napoli membaik. Umpan-umpan mereka lebih terukur, pergerakan pemain mereka lebih baik, dan mereka pun mampu mengeksploitasi ruang dengan lebih baik. Dalam 10 menit pertama babak kedua Napoli bahkan mampu mendominasi penguasaan bola sampai 61%. Namun, buruknya pengambilan keputusan, terutama dari Insigne, membuat dominasi tersebut belum bisa dikonversi jadi sesuatu yang konkret.

Membaiknya Napoli membuat laga berjalan lebih berimbang. Napoli pun akhirnya mendapat peluang emas lewat sebuah serangan balik. Dari sisi kanan, Insigne mengirimkan umpan tarik ke kotak penalti. Di sana, Piotr Zielinski datang menyambut tanpa kawalan. Namun, bola hasil sontekan Zielinski, yang cuma berada beberapa meter dari gawang, melambung jauh.

Peluang Zielinski itu terjadi saat pertandingan tinggal menyisakan 15 menit. Di sisa laga, baik Napoli maupun Arsenal masih terus melakukan jual-beli serangan. Arsenal sendiri sempat memperoleh peluang berharga lagi lewat Ramsey dan Aubameyang. Akan tetapi, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor 2-0 untuk kemenangan Arsenal pun bertahan hingga rampung.