Fabregas: Chelsea Butuh Waktu untuk Beradaptasi dengan Gaya Sarri

Pengaruh Maurizio Sarri di Chelsea sudah mulai terasa. Pada pertandingan persahabatan menghadapi Perth Glory, Senin (23/7/2018) malam WIB, mereka terlihat sudah mulai menampilkan sepak bola khas Sarri yang mengandalkan umpan pendek, pemosisian pemain, serta pergerakan tanpa bola yang konstan.
Kendati begitu, gelandang Chelsea, Cesc Fabregas, sadar bahwa pekerjaan rumah para pemain masih jauh dari kata usai. Pemain asal Spanyol itu pun meminta agar rekan-rekannya lebih cepat lagi beradaptasi dengan formasi serta gaya bermain Sarri.
"Dia datang membawa gaya baru, formasi baru, dan kami harus segera menyesuaikan diri," kata Fabregas sebelum laga melawan Perth Glory kepada situs resmi klub.
Di bawah Conte, Chelsea bermain dengan formasi 3-4-3. Pada musim pertama, formasi ini mampu mempersembahkan gelar Premier League untuk The Blues. Namun, pada musim kedua, formasi ini justru kerapkali membuat Chelsea kesulitan untuk mencetak gol. Chelsea pun akhirnya harus puas finis di urutan kelima.
Oleh Sarri, formasi itu dienyahkan. Mantan juru taktik Empoli itu kembali mengimplementasikan pakem empat bek yang sudah cukup lama tak dimainkan para pemain Chelsea. Fabregas sadar bahwa ini adalah salah satu pekerjaan rumah terbesar yang harus diselesaikan olehnya dan rekan-rekannya.
"Kami butuh waktu untuk kembali beradaptasi dengan formasi empat bek serta melakukan apa yang si bos minta. Namun, aku percaya bahwa kami adalah pemain-pemain cerdas yang mampu bermain di level tertinggi. Oleh karenanya, aku yakin bahwa kami bisa beradaptasi secepat mungkin," ujar Fabregas.
Faktanya adalah, pada pertandingan menghadapi Perth Glory itu, Chelsea memang sudah mulai menjalankan instruksi Sarri. Hanya, eksekusinya memang terlihat belum matang. Beberapa kali, para pemain Chelsea masih terlihat kebingungan harus bergerak ke mana, terutama saat baru saja melepas bola. Chelsea pun butuh aksi spektakuler Pedro untuk bisa memecah kebuntuan.
Pada pertandingan tersebut, pemain Chelsea yang boleh dibilang sudah mampu menjalankan instruksi Sarri dengan benar-benar sempurna adalah mantan pemainnya di Napoli, Jorginho. Pemain Italia kelahiran Brasil itu membuktikan pernyataannya pada konferensi pers perdana sebagai pemain Chelsea.
Dalam pernyataan itu, Jorginho menjelaskan soal gaya bermainnya, bagaimana dia merupakan pemain yang beroperasi di depan area pertahanan untuk menjadi orkestrator serangan. Pada laga melawan Perth Glory, peran itulah yang sudah dia jalankan, terbukti dengan keberhasilannya melakukan 101 sentuhan dan 98 umpan berhasil hanya dalam 45 menit.
Nah, meski terhitung baru Jorginho yang sudah fasih menjalankan perintah manajer, tak ada kekhawatiran. Sarri sudah mengatakan bahwa hasil bukanlah yang terpenting pada laga uji tanding. Fabregas pun, selepas laga, sudah menjelaskan bahwa bagi para pemain Chelsea, saat ini yang penting adalah mencari ritme permainan.
Chelsea sendiri punya seabreg alasan untuk bersikap optimistis. Pasalnya, hanya dengan penunjukan Sarri, mereka rupanya sudah mampu membuat lawannya gentar.
Leroy Sane, pemain Manchester City, secara terang-terangan sudah menyebut bahwa Chelsea di bawah Sarri adalah ancaman bagi timnya. Kini, pertanyaannya adalah, secepat apa para pemain Chelsea bisa beradaptasi? Sebab, pada 5 Agustus mendatang, mereka sudah harus melakoni laga Community Shield menghadapi City untuk membuka musim 2018/19.
