Pencarian populer

Gattuso: Milan Bukan Tim untuk Piatek Saja

Pelatih AC Milan Gennaro Gattuso saat pertandingan melawan Parma. Foto: AFP/Miguel MEDINA

AC Milan berpacu di atas trek meyakinkan. Empat laga teranyar di semua kompetisi yang berakhir tanpa kekalahan menjadi penyebab.

Kemenangan 2-0 atas Napoli pada perempat final Coppa Italia 2018/19 sempat terusik akibat hasil imbang 1-1 dengan AS Roma enam hari berselang. Beruntung karena Milan memperbaiki diri dan menuntaskan dua pertandingan Serie A dengan kemenangan beruntun.

Peningkatan permainan Milan belakangan ini cenderung dikaitkan dengan keberadaan Krzysztof Piątek. Baru turun arena lima kali bersama Milan, Piatek sudah menyarangkan enam gol. Dua di antaranya bahkan mengantarkan Milan ke semifinal Coppa Italia.

Rataan gol Milan memang meningkat dalam kurun waktu tersebut. Pada lima pertandingan sebelum kedatangan Piatek, Milan hanya mampu mencatatkan rataan 1,2 gol per laga. Sementara dalam lima laga bersama Piatek, Milan membukukan rataan 1,8 gol per pertandingan.

Krzysztof Piatek dan Franck Kessie merayakan gol. Foto: Twitter: AC Milan

Namun Genarro Gatusso tak mau menjadikan peningkatan performa itu sebagai efek Piatek semata. Baginya, setiap pertandingan adalah tentang tim. Sinergi antar-lini dan kolektivitas permainan menjadi sumber rangkaian penampilan positif itu.

"Perhatian akan tetap saya tujukan pada tim, terutama buat mereka yang jam bermainnya masih rendah," ucap Gattuso, dilansir Football Italia.

"Milan adalah tim untuk setiap pemain dan setiap orang dalam klub ini. Milan bukan tim untuk Piatek atau satu-dua pemain saja. Bukan pula tentang para direktur atau Gattuso," jelas Gattuso.

Harmonisasi tim adalah target yang begitu diupayakan oleh Gattuso. Baginya mustahil tim dapat merengkuh kemenangan, apalagi gelar juara dan kejayaan, bila pasukannya tidak bisa berjalan sebagai sebuah kesatuan yang utuh.

Para pemain AC Milan merayakan gol Krzysztof Piatek ke gawang Atalanta. Foto: AFP/Miguel Medina

Lebih jauh, ia juga memandang harmonisasi tim dengan para direktur sebagai perkara penting. Itulah sebabnya ia enggan bertindak hiperbolis dalam menyikapi segala sesuatu. Pertemuan dengan para petinggi yang menurutnya memang tidak kentara tak dipandangnya sebagai masalah.

"(Paolo) Maldini dan manajemen memang tidak selalu melihat apa yang saya lakukan. Ya, memang benar seperti itu. Kadang hal macam itu memang terjadi, tapi bukan berarti kami tidak saling menghormati," kata Gattuso.

"Klub ini sudah melakukan pekerjaan yang baik untuk membesarkan saya. Makanya saya tidak perlu cari-cari kontroversi. Saya juga bukan orang yang merasa perlu untuk diberi ucapan 'Hei, bagus sekali pekerjaanmu' setiap hari," ucap Gattuso.

Pemain Empoli merayakan gol ke gawang Milan. Foto: Reuters/Alessandro Garofalo

Skuat Rossoneri punya peluang emas untuk melanjutkan tren positif ini dalam laga pekan ke-25 melawan Empoli. Sepintas, pertandingan ini menjadi calon potensial bagi Milan untuk mendulang gol dan menjaring kemenangan.

Tapi, perjalanan Milan di Serie A 2018/19 membuktikan bahwa Empoli bukan lawan yang pantas buat dipandang sebelah mata.

Empoli yang waktu itu masih dibesut oleh Aurelio Andreazzoli berhasil mengimbangi Milan dengan skor 1-1 lewat gol Francesco Caputo pada menit 71. Kalaupun Milan sempat unggul pada menit 10, itu juga karena gol bunuh diri Leonardo Capezzi.

Berganti pelatih, Empoli yang kini ditukangi oleh Giuseppe Iachini memang belum menunjukkan permainan yang impresif-impresif amat. Mereka baru sanggup memenangi satu laga dalam empat duel terakhir. Sementara, dua pertandingan berakhir dengan kekalahan dan satu laga ditutup dengan hasil imbang.

Namun, tak ada alasan bagi Milan untuk menganggap remeh. Segala sesuatunya bisa terjadi di atas lapangan bola. Kemungkinan itu pulalah yang disadari oleh Gattuso jelang menjamu Empoli.

"Laga ini tak akan berjalan mudah. Saya tahu pasti sebaik apa (Giuseppe) Iachini mempersiapkan timnya. Ia tak pernah main-main dengan setiap pertandingan. Mereka memiliki skuat yang baik dan pertahanan yang efisien," jelas Gattuso.

Konsistensi pada akhirnya memang menjadi ukuran paling pasti bagi kedewasaan tim. Empat kemenangan akan menjadi cerita masa lalu belaka bila tak sanggup menutup laga selanjutnya dengan kemenangan.

Maka, konsistensi seperti itulah yang akan diupayakan oleh Gattuso dan pasukannya pada pertandingan melawan Empoli.

Jadwal pertandingan sepak bola Eropa pekan ini. Foto: Basith Subastian/kumparan
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.31