Pencarian populer
9 Desember 2018 4:59 WIB
0
0
Gol di Pengujung Laga Batalkan Kemenangan Lazio atas Sampdoria
Para pemain Lazio merayakan gol Ciro Immobile. (Foto: AFP/Tiziana Fabi)
Lazio lolos dari lubang jarum di rumah sendiri. Di hadapan para pendukungnya, wajah mereka diselamatkan lewat gol penyama kedudukan yang dilesakkan oleh Francesco Acerbi pada menit 78. Ya, berlaga di Stadion Olympico pada Minggu (9/12/2018), Lazio sempat tertinggal sejak menit 21 karena Sampdoria, lawan mereka di pekan ke-16 Serie A 2018/19 ini, berhasil memaksa Thomas Strakosha memungut bola dari gawangnya sendiri akibat gol Fabio Quagliarella.
Saat laga terlihat akan berakhir dengan kedudukan 1-1, Ciro Immobile mampu menjalankan tugasnya sebagai algojo sepakan penalti di menit 90+5. Sayangnya, keunggulan tipis di pengujung laga ini kandas karena tiga menit berselang, Ricardo Saponara berhasil mencetak gol penyama kedudukan.
Pakem 3-5-2 masih menjadi pilihan Simone Inzaghi. Duo penyerang, Immobile dan Felipe Caicedo, juga kembali mendapatkan kepercayaannya. Skema lima gelandang yang diusungnya memberikan tempat kepada Senad Lulic, Sergey Milinkovic-Savic, Milan Badelj, Marco Parolo, dan Patric.
Sementara, Quagliarella dan Gianluca Capraro menjadi dua ujung tombak dalam formasi 4-3-1-2 yang dianut oleh Marco Giampalo. Di belakangnya, bersiaga Gaston Ramirez yang mengemban tugas sebagai pemain nomor 10.
Seharusnya Inzaghi memasuki laga ini dengan perasaan tenang. Dua hari jelang laga, Lazio menggelar konferensi pers yang juga melibatkan sang presiden. Konferensi pers itu tak lain dan tak bukan untuk memberikan konfirmasi tentang masa depan Inzaghi dan beberapa staf manajemen lainnya. Sang presiden menegaskan bahwa Inzaghi masih akan melatih Lazio dalam beberapa tahun ke depan.
Hanya, jaminan dari sang presiden tak serta-merta membikin perbaikan tim itu terlihat. Pada menit 21, Quagliarella sudah berhasil membobol gawang Lazio dan memimpin Sampdoria pada keunggulan 1-0.

Fabio Quagliarella rayakan gol di Luigi Ferraris. (Foto: REUTERS/Jennifer Lorenzini)

Seusai gol perdana itu, Lazio mulai merebut kendali laga. Secara hitung-hitungan penguasaan bola, mereka memang tak unggul jauh, hanya 55,1%. Namun, lain cerita dengan perkara agresivitas. Saat Sampdoria tak sekalipun mencatatkan upaya tembakan, Lazio tampil trengginas lewat 10 upaya tembakan mereka.
Hanya, persoalan yang lagi-lagi belum dapat dipecahkan oleh Lazio adalah efektivitas. Bayangkan, dari 10 upaya itu hanya dua yang mengarah ke gawang. Persoalan kedua, aksi defesif yang dilepaskan oleh Sampdoria menunjukkan tajinya karena berhasil memblok lima upaya tembakan tadi. Alhasil, hingga turun minum keunggulan 1-0 untuk Sampdoria tetap bertahan.
Sadar bahwa timnya membutuhkan amunisi baru demi menambah daya gedor, Inzaghi menarik Caicedo dan Badelj di babak kedua dan memasukkan Danilo Cataldi dan Joaquin Correa. Hasilnya cukup menjanjikan karena serangan Lazio menjadi lebih cair usai turun minum.
Mulai dari babak kedua dimulai hingga menit 85, mereka berhasil mencatatkan 12 upaya tembakan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. Dua dari enam tembakan itu dibukukan oleh Correa. Salah satunya pada menit 67 via sundulan yang memanfaatkan umpan Patric. Sayangnya, sundulan yang mengarah ke tengah gawang itu masih mampu diamankan oleh penjaga gawang lawan.
Tekanan bertubi-tubi yang digagas oleh Lazio pada akhirnya membuahkan hasil. Tendangan sudut pada menit 78 berhasil diterima oleh Parolo dan diteruskan kepada Acerbi yang luput dari pengawalan lawan walau ada dalam kotak penalti. Tanpa kesulitan berarti, sepakannya itu berhasil mengoyak jala lawan dan mengganjar Lazio dengan poin penyama kedudukan.

Selebrasi para pemain Lazio. (Foto: Reuters/Alberto Lingria)

Usai upaya tersebut, gempuran serangan Lazio belum berhenti. Dua menit sebelum waktu normal laga tuntas, Immobile melesakkan sepakan dari luar kotak penalti yang lagi-lagi masih bisa dimentahkan oleh aksi penyelamatan Emil Audero. Di pengujung laga, Sampdoria harus ketiban sial. Wasit mengganjar Bartosz Bereszynski dengan kartu kuning kedua yang berarti kehilangan tempat di atas lapangan.
Sebelum wasit meniupkan peluit panjang, drama masih berpotensi muncul di dalam setiap laga. Itu pulalah yang terjadi di pertandingan ini. Handball Joachim Andersen di kotak terlarang membuahkan sepakan penalti untuk Lazio yang dieksekusi oleh Immobile. Sang algojo adalah penembak yang piawai, tugas itu tuntas dengan gemilang.
Untuk seketika Olympico bersorak, membayangkan kemenangan dramatis yang sudah ada di depan mata. Namun, sorak-sorai dan angan-angan itu hanya bertahan selama tiga menit. Penyebabnya, apa lagi kalau bukan gol penyama kedudukan. Kali ini, Saponara menjadi pahlawan penyelamat Sampdoria. Sepakannya yang memanfaatkan assist berupa sundulan Dawid Kownacki berujung pada gol yang memastikan laga tuntas dengan skor 2-2.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: