Gol-gol Bunuh Diri Warnai Kemenangan Telak Milan atas Dudelange

Meski sempat kesulitan, pada akhirnya AC Milan meraih kemenangan telak 5-2 atas F91 Dudelange dalam laga matchday kelima Liga Europa yang dihelat di Stadion San Siro, Jumat (30/11/2018) dini hari WIB.
Tiga gol Milan tercipta melalui sepakan Patrick Cutrone, Hakan Calhanoglu, dan Fabio Borini. Dua gol lain lahir dari bunuh diri dari Stelvio Cruz dan Tom Schnell. Sementara, dua gol Dudelange tercipta karena tembakan Dominic Stolz dan David Turpel. Dengan hasil ini, Milan tetap berada di posisi kedua Grup F dengan perolehan 10 poin.
Milan tak memiliki masalah dalam membangun serangan selama babak pertama. Alen Halilovic dan Hakan Calhanoglu tampil sebagai gelandang kanan dan kiri dalam formasi 4-4-2.
Sebagai motor serangan I Rossoneri, keduanya berhasil memanfaatkan renggangnya jarak antarlini tim lawan. Hal ini tercermin secara statistik yang dirangkum WhoScored. Halilovic melakukan dua umpan kunci, Calhanoglu menciptakan satu selama babak pertama.
Kecairan dalam membangun serangan ini berujung enam tembakan, dengan salah satunya berujung gol ketika laga berjalan 20 menit. Prosesnya bermula dari operan Pepe Reina kepada Diego Laxalt dalam skema bola mati.
Dari kaki full-back kiri berkebangsaan Uruguay itu, bola kemudian mendarat ke kaki Calhanoglu. Dari tengah lapangan, Calhanoglu melancarkan umpan terbosan kepada Davide Calabria. Full-back kanan berkebangsaan Italia itu meneruskan umpan tersebut kepada Gonzalo Higuain setibanya di kotak penalti. Tak lama, Patrick Cutrone mencetak gol usai menerima umpan dari Higuain.

Meski begitu, bukan berarti segalanya baik-baik saja bagi Milan. Area sentral lapangan mereka yang dihuni oleh Andrea Bertolacci dan Tiemoue Bakayoko tak bekerja sebagaimana mestinya. Sehingga, Dudelange bisa dengan leluasa melancarkan serangan balik dengan memusatkan serangan di tengah.
Dudelange memang bermasalah dalam penyelesaian akhir. Tapi, salah satu serangan yang gagal berujung gol dalam skema open play itu berakhir dengan tendangan sudut pada menit ke-39. Kemelut di kotak penalti berakhir dengan Stolz sukses menciptakan gol balasan.
Setelah imbang 1-1 pada babak pertama, Dudelange berusaha mencari gol berikutnya. Pada akhirnya, gol ini memang hadir pada menit ke-49. Dalam prosesnya, terlihat jelas Dudelange kembali memanfaatkan lengahnya lini tengah Milan.
Marc-Andre Kruska sempat diam beberapa detik di tengah lapangan. Walau begitu, baik Bakayoko dan Bertolacci sama-sama tak berniat melakukan pressing kepadanya. Alhasil, Kruska bisa melancarkan umpan lambung ke pinggir lapangan.
Kemudian, bola itu berpindah dengan cepat dari kaki pemain-pemain Dudelange dan berakhir dengan Turpel mencetak gol di kotak penalti. Setelah gol tersebut, Dudelange tampil defensif. Ironisnya, kokohnya pertahanan pasukan Dino Toppmoeller itu dirusak mereka sendiri.
Pada menit 67, Calhanoglu melancarkan umpan lambung untuk Cutrone yang berada di kotak penalti. Stelvio Cruz kemudian melakukan aksi untuk menghalau umpan tersebut. Namun, bola hasil sepakannya malah membuat bola masuk ke dalam gawang Dudelange.
Dua menit kemudian, Milan kembali mencetak gol. Menerima umpan backheel dari Higuain, Calhanoglu melepaskan tembakan berujung gol dari tengah lapangan. Karena di 15 menit akhir laga ini Tom Schnell ciptakan gol bunuh diri dan Fabio Borini -- yang menggantikan Cutrone pada menit 80 -- mencetak gol, maka laga ini ditutup dengan kemenangan telak Milan 5-2.
