Kumparan Logo

Gol Tunggal Son Heung-min Bawa Tottenham Tundukkan Manchester City

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Son Heung-min merayakan gol ke gawang City. Foto: Reuters/Paul Childs
zoom-in-whitePerbesar
Son Heung-min merayakan gol ke gawang City. Foto: Reuters/Paul Childs

Kemenangan tipis 1-0 berhasil diraih Tottenham Hotspur dalam laga leg I perempat final Liga Champions menghadapi Manchester City di Tottenham Hotspur Stadium, Rabu (10/4/2019) dini hari WIB. Satu-satunya gol Tottenham itu dicetak oleh Son Heung-min pada menit ke-78. Kemenangan ini memang tidak menjamin Tottenham akan lolos ke semifinal tetapi setidaknya mereka punya keuntungan satu gol atas City.

Tottenham boleh saja bermain di stadion barunya yang megah itu tetapi mereka kesulitan menahan gempuran-gempuran Manchester City. Tottenham gagal mengontrol penguasan bola dan itu membuat para pemain City dengan leluasa mengobrak-abrik pertahanan mereka. Contoh nyatanya adalah penetrasi Raheem Sterling yang berbuah hadiah penalti pada menit ke-10.

Sterling menggiring bola dari kiri tanpa bisa dihentikan. Setelah itu, eks pemain Liverpool tersebut melepas tendangan yang dihalau Danny Rose dengan tangannya. Wasit Bjorn Kuipers dari Belanda sempat berkonsultasi dengan VAR tetapi akhirnya memutuskan bahwa handball telah terjadi dan City mendapat penalti. Namun, eksekusi Sergio Aguero dapat dengan mudah digagalkan kiper Hugo Lloris.

instagram embed

Setelah aksi heroik Lloris itulah permainan Tottenham menjadi lebih stabil. Ya, mereka memang masih kalah soal penguasaan bola tetapi setidaknya mereka mampu mencegah para pemain City membuat peluang lebih banyak. Tottenham bahkan mampu mendapat satu peluang emas lewat Harry Kane lewat tembakan di dalam kotak penalti yang dengan sigap bisa ditepis Ederson Moraes.

Kian stabilnya permainan Tottenham itu membuat pertandingan jadi lebih terbuka. Jual-beli serangan makin kerap terlihat. Akan tetapi, jual-beli itu dilakukan dengan sangat buruk sehingga banyak serangan yang mentah sebelum sampai kotak penalti. Peluang-peluang yang tercipta di sisa babak pun tidak spesial, di mana tendangan bebas lemah Rose jadi satu-satunya tembakan tepat sasaran. Maka, tak heran kalau babak pertama berakhir dengan skor kacamata.

Balik dari kamar ganti, tempo pertandingan sama sekali tidak berubah. City masih lebih dominan dalam penguasaan bola tetapi tidak cukup tajam untuk benar-benar mengancam gawang Tottenham. Di sisi lain, Tottenham sendiri masih mampu menjaga kedisiplinannya sembari mencuri kesempatan melakukan serangan balik.

Di tengah upaya untuk menjaga fokus itu Tottenham diterpa kabar buruk. Kane mengalami cedera engkel karena salah bertumpu usai berebut bola. Lucas Moura pun dimasukkan dan Son Heung-min digeser menjadi penyerang tengah.

Son Heung-min beraksi di laga melawan Man City. Foto: AFP/Adrian Dennis

Keluarnya Kane tersebut sama sekali tidak membantu Tottenham dalam membangun serangan dengan baik. Dengan keberadaan Kane saja bola tidak bisa ditahan dengan apik. Tanpanya, serangan Tottenham kian sporadis dan lebih mudah dipatahkan.

Celakanya, City pun tidak lebih baik. Buruknya pergerakan pemain-pemain lini tengah membuat pemain depan mereka terisolasi. Masuknya Gabriel Jesus menggantikan Aguero pun tak mengubah keadaan.

Di tengah-tengah situasi demikian Son muncul sebagai penyelamat pertandingan. Lolos dari jebakan offside, Son menerima umpan Christian Eriksen. Sentuhan awal Son terlalu berat tetapi kemudian dia mengontrolnya dengan baik dan mengitari Ederson serta Fabian Delph sebelum melepas tembakan keras mendatar yang tak bisa dihentikan kiper. Tottenham pun unggul 1-0.

Gol Son itu terjadi pada menit ke-78. Di sisa laga Mauricio Pochettino memasukkan Victor Wanyama dan Fernando Llorente. Pelatih asal Argentina itu mencoba bermain lebih pragmatis dan di akhir cerita Tottenham berhasil mempertahankan kemenangan.