Pencarian populer

Guardiola: Saya Tidak Peduli dengan Liverpool

Pep Guardiola enggan memikirkan Liverpool. Foto: Action Images via Reuters/Jason Cairnduff

Butuh dua angka lagi bagi Manchester City untuk mengudeta puncak klasemen Premier League dari Liverpool. City yang sudah mengemas 74 angka, memiliki sedikit keuntungan dibanding saingan terdekatnya itu. Selain unggul urusan selisih gol, mereka juga masih menyimpan satu pertandingan lebih banyak.

Nah, itulah mengapa puncak klasemen Premier League berpotensi jatuh ke tangan City di pekan ke-32. Hanya Fulham dan Cardiff City yang jadi lawan mereka, relatif lebih mudah ketimbang Liverpool yang harus bersua Tottenham Hotspur.

Meski, yah, secara hitung-hitungan, City bakal melalui jadwal yang lebih padat dan sulit. Mereka masih mentas di Piala FA dan Liga Champions selain bertarung di ajang liga.

Meski begitu, Pep Guardiola tak mau pusing-pusing memikirkan Liverpool. Pelatih berkepala pelontos itu memilih fokus pada performa timnya.

"Saya tidak peduli dengan Liverpool, tidak jadi soal apa yang mereka alami. Anda harus kembali dalam ritme terbaik, setiap orang memiliki situasi mereka sendiri," kata Guardiola dilansir Sky Sports.

"Lebih baik tidak terlalu menengok ke arah tetangga Anda (Liverpool). Mereka juga masih berada di Liga Champions. Ketika Anda menoleh ke tempat lain, Anda bakal kehilangan poin."

Sterling ukir trigol ke gawang Watford. Foto: Reuters/Jason Cairnduff

Setali tiga uang dengan City, Liverpool juga masih terdaftar sebagai salah satu kontestan Liga Champions. Dalam perspektif lain, ini bisa saja menjadi sebuah bumerang bagi Mohamed Salah dan kawan-kawan.

Lagipula, Liverpool juga tak konsisten-konsisten amat sejak akhir Januari lalu karena cuma memetik sepasang kemenangan dari tujuh pertandingan lintas ajang.

"Kami melihat bahwa Anda (Liverpool) dapat dikalahkan oleh siapa pun, jadi kami harus fokus. Saya lebih suka menatap ke depan--ini semua tentang penampilan kami."

Menyapu bersih seluruh pertandingan, demikian misi Guardiola untuk menyabet titel juara. Bukan angan yang mustahil direalisasikan mengingat konsistensi City sejauh ini. Mereka sukses melibas 11 pertandingan terakhir di lintas ajang.

Para pemain Liverpool merayakan gol Sadio Mane ke gawang Fulham. Foto: REUTERS/Hannah McKay

"Untuk memenangi gelar? Ya, menang di setiap pertandingan. Ini tentang bermain dengan tekanan, apa pun bisa terjadi dan satu-satunya pilihan adalah menang, lalu kita akan melihat seberapa jauh kita melangkah. Takdir masih ada di tangan kami."

City dijadwalkan bersua Fulham pada Sabtu (30/3/2019), disusul Cardiff lima hari setelahnya. Di atas kertas, kedua lawan itu bakal dengan mudah mereka taklukkan.

Performa Fulham sedang jeblok karena cuma mampu mengukir satu kemenangan dalam 12 pertandingan termutakhir. Belum ditambah dengan rekam jejak buruk lantaran rutin keok dari City dalam lima pertemuan ke belakang.

Pun demikian dengan Cardiff. Meski sukses menghempaskan West Ham United di pekan lalu, The Citizens adalah momok bagi klub asal Wales tersebut. Dalam tiga perjumpaan termutakhir di lintas ajang, Cardiff selalu dipaksa bertekuk lutut.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.57