kumparan
9 Nov 2018 15:41 WIB

Karena United Terbiasa Berdansa dengan Iblis

Pemain-pemain Manchester United merayakan kemenangan di Turin. (Foto: Miguel MEDINA / AFP)
Seperti berdansa dengan iblis, begitulah yang dirasakan Ander Herrera selama memperkuat Manchester United sejak musim panas 2014. Bagi setiap pegiat sepak bola, bekerja untuk tim besar kerap menjadi tujuan. Namun, bukan berarti keputusan ini tidak mendekatkannya dengan berbagai risiko, termasuk Herrera dan pemain United lainnya.
ADVERTISEMENT
Setiap hasil buruk didapatkan, Herrera dan figur-figur lainnya di United terbiasa mendapatkan kritik hebat dari ragam pundit dan media. Tak terkecuali di era Jose Mourinho. Manajer The Red Devils sejak musim panas 2016 itu kerap dikritik karena beraliran pragmatisme.
Di awal musim ini, United juga tak lepas dari kritik karena sempat mengalami stagnansi dalam urusan menyerang. Untungnya, setelah menang 3-2 atas Newcastle United di Old Trafford pada awal Oktober, United hanya sekali kalah dari 5 penampilan terakhirnya di ragam kompetisi.
Tapi, Herrera tahu badai kritik pasti datang lagi ketika United menelan hasil negatif. Makanya, mantan gelandang Athletic Bilbao itu berharap rekan-rekannya tetap tangguh untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan di musim ini.
“Ketika saya bermain untuk Manchester United, tim terbesar di Inggris Raya dan salah satu yang terbesar di dunia, saya harus terbiasa jika tim ini dikritik. Apalagi, saya sudah di sini selama lima musim,” kata gelandang berkebangsaan Spanyol itu, sebagaimana dilansir Manchester Evening News.
ADVERTISEMENT
“Di era Louis van Gaal, semua orang membicarakan United. Ketika Mourinho datang, hal yang sama tetap terjadi meski kami telah menangi ragam gelar. Kelak, jika manajer lainnya datang, kritik juga akan berdatangan.”
“Saya merasa United perlu memiliki mentalitas yang tangguh untuk menghadapi situasi seperti ini. Ini fakta menurut saya. Ketika tim Premier League lain kalah, media takkan bicara banyak. Tapi, ketika kami kalah, itu lain lagi ceritanya,” lanjut Herrera.
Herrera merayakan gol. (Foto: Reuters/Paul Childs)
Paling dekat, United akan menghadapi Manchester City di Etihad Stadium, Minggu (11/11/2018) malam WIB. ‘Si Tetangga Berisik United itu bukanlah tim yang bisa dipandang remeh musim ini. Apalagi, City selalu menang di enam laga terakhir di ragam kompetisi dengan catatan mencetak 23 gol dan tak kebobolan satu gol pun.
ADVERTISEMENT
Namun, Herrera bukan gelandang biasa. Jebolan akademi Real Zaragoza ini tak hanya jago dalam melepaskan operan, andal dalam urusan bertahan berkat stamina dan mobilitasnya yang tinggi.
Selain itu, Herrera juga jago dalam urusan man-marking dan pandai mengakali tubuhnya yang mungil untuk memenangi duel udara. Berkaca dari atribut yang dimiliki, bukannya tak mungkin Herrera akan menjadi kunci di balik matinya permainan City di kandang mereka sendiri.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan