Kumparan Logo

Kemenangan City, Pelajaran dari Guardiola

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pep Guardiola merayakan kemenangan Manchester City atas Everton. Foto: Reuters/Carl Recine
zoom-in-whitePerbesar
Pep Guardiola merayakan kemenangan Manchester City atas Everton. Foto: Reuters/Carl Recine

Musim belum selesai, kompetisi enggan mencapai kata usai. Liverpool di puncak, Manchester City datang menjegal. Itulah gambaran singkat yang terjadi di awal pekan ke-26 Premier League 2018/19.

Kemenangan 2-0 City atas Everton mengantarkan mereka kembali ke puncak klasemen sementara, menggeser Liverpool yang sama-sama memegang 62 poin. Memang cuma sementara, tapi menjadi yang nomor satu tetap lebih nikmat ketimbang menjadi yang nomor dua.

Laga yang berlangsung di Goodison Park Stadium pada Kamis (7/2/2019) itu tak berlangsung mudah bagi anak-anak didik Josep Guardiola. Untuk mencetak gol pembuka keunggulan saja mereka harus bersusah-payah hingga menit 45+1'.

Di perpanjangan waktu babak pertama itu, sundulan Aymeric Laporte menghapus sementara ancaman epilog laga tanpa kemenangan untuk City. Lantas, keunggulan tadi disempurnakan oleh Gabriel Jesus pada menit 90+6' setelah lesakannya tidak mampu diamankan oleh kiper Jordan Pickford.

Pemain-pemain Manchester City merayakan kemenangan atas Everton. Foto: REUTERS/Phil Noble

"Sebulan lalu kami tertinggal 10 poin dan tujuh hari lalu, kami berjarak tujuh poin dari pemuncak. Sekarang kami ada di puncak klasemen liga. Apa pelajarannya? Jangan pernah menyerah. Itu nasihat terbaik untuk semua atlet," jelas Guardiola dalam konferensi pers usai laga, dilansir ESPNFC.

Sebelum sampai di kemenangan yang memampukan mereka menggeser Liverpool di puncak, City meredam perlawanan Arsenal di pekan ke-25. Upaya itu memang berbuah manis karena mereka berhasil menang 3-1.

Namun, sebelum sampai pada kemenangan atas 'Meriam London', City harus menanggung malu akibat menelan kekalahan 1-2 dari Newcastle United--tim yang di atas kertas, seharusnya ada di bawah The Citizens.

Kemenangan 2-1 itu tidak diraih Newcastle dengan berpegang pada keberuntungan, tapi pemahaman taktik. Anak-anak didik Rafael Benitez mampu menutup aliran bola City dengan jitu, menghambat alur serangan mereka dengan cerdik.

Berbekal dengan pemahaman yang demikian, Newcastle menghukum City dengan kekalahan keempat di Premier League 2018/19. Akibat kekalahan itu pula, publik pesimistis City dapat melanjutkan perburuan gelar juara Premier League musim ini.

"Segala modal yang kamu butuhkan ada di tanganmu, cobalah untuk memenangi laga demi laga karena hidup berjalan dengan cepat. Itulah sebabnya kami merasa tak perlu untuk terus-terusan melihat klasemen," ucap Guardiola.

"Kami memulai periode yang berat ini dengan baik, dengan kemenangan atas Arsenal dan Everton. Tapi, sekarang ujian yang jauh lebih berat sudah di depan mata. Chelsea adalah tim yang berbeda dan kami harus menghadapi mereka dalam waktu seminggu ke depan. Ini menjadi ujian sesungguhnya bagi kami."

Aymeric Laporte cetak gol untuk Manchester City di laga melawan Everton. Foto: Reuters/Carl Recine

Februari 2019 merupakan periode yang menguji City dengan rangkaian pertandingan berat. Tak cuma laga melawan Chelsea di Premier League pekan ke-27, tapi juga tiga kompetisi lainnya. Mulai dari Liga Champions, Piala FA, hingga Piala Liga Inggris. Bahkan kompetisi yang disebut terakhir itu sudah sampai ke partai puncak. Sementara di Liga Champions, Schalke 04 siap menjegal langkah mereka di babak 16 besar.

"Saat saya muda dulu, waktu ada di Muenchen dan Barcelona, saya selalu membaca atau mendengar omongan manajer-manajer senior seperti Sir Alex Ferguson dan Rafael Benitez. Mereka selalu mengeluh soal jadwal, tapi keluhan itu tidak mengubah apa pun. Itulah mengapa saat tiba di sini saya memahami situasinya," jelas Guardiola.

"Karena kami bermain di empat kompetisi, ya, mau tidak mau harus beradaptasi. Premier League sudah menetapkan bahwa kami harus bermain di hari itu. Ya, sudah. Mulai dari jadwal bus atau pesawat harus kami atur sebaik mungkin dan setelahnya, kami fokus bertanding," tutup Guardiola.