Kumparan Logo

Ketika Inggris Junior Kembali Juara Piala Dunia

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Inggris menjadi juara Piala Dunia U-17 2017. (Foto: REUTERS/Danish Siddiqui)
zoom-in-whitePerbesar
Inggris menjadi juara Piala Dunia U-17 2017. (Foto: REUTERS/Danish Siddiqui)

Inggris berhasil meraih gelar Piala Dunia. Ya, Anda tidak salah baca. Inggris memang kembali meraih trofi Piala Dunia, namun bukan di level senior, melainkan level junior. Kali ini adalah Inggris U-17 yang berhasil meraih gelar Piala Dunia U-17 2017.

Pasukan "Tiga Singa Muda" berhasil keluar sebagai juara usai pada partai final mampu mengalahkan Spanyol dengan skor 5-2. Menariknya, pada partai final itu Inggris tertinggal 0-2 terlebih dahulu sebelum berhasil membalas 5 gol yang empat di antaranya tercipta pada babak kedua.

Pada pertandingan itu, pemain muda Manchester City, James Foden, keluar sebagai bintang dengan dua golnya. Sementara secara keseluruhan, bintang Inggris pada turnamen ini adalah striker muda Liverpool, Rhian Brewster, yang sukses mencetak delapan gol sepanjang turnamen dan menggondol titel top-skorer.

Bintang Inggris U-17, Rhian Brewster. (Foto: REUTERS/Danish Siddiqui)
zoom-in-whitePerbesar
Bintang Inggris U-17, Rhian Brewster. (Foto: REUTERS/Danish Siddiqui)

Keberhasilan Brewster dkk. menjuarai turnamen yang digelar di India ini menjadikan 2017 sebagai tahun penuh keberhasilan bagi Inggris. Bahkan trofi ini adalah trofi Piala Dunia mereka di tahun ini. Sebab sebelumnya Inggris U-20 lebih dulu menjadi juara Piala Dunia U-20 2017 yang dihelat di Korea Selatan.

Selain itu di tahun ini Inggris juga berhasil meraih juara di ajang Turnamen Toulon dan Piala Eropa U-19. Tim Inggris U-17 ini sebelumnya juga berhasil meraih peringkat kedua pada ajang Piala Eropa U-17. Anak-anak muda Inggris bergelimang prestasi tahun ini.

Bagi Inggris, gelar Piala Dunia U-17 ini merupakan yang pertama kalinya. Begitu pula dengan gelar Piala Dunia U-20. Boleh dibilang, setelah tertidur amat panjang akhirnya anak-anak Inggris mampu bersaing di kompetisi dunia.

X post embed

Yang jadi menarik, pada level senior, Inggris masih belum bisa bangun dari tidur panjang setelah terakhir meraih gelar Piala Dunia 1966 di kandang sendiri. Dalam beberapa turnamen akbar ke belakang, bahkan Inggris tak pernah bisa berbicara banyak. Lolos sampai perempat final saja sudah syukur.

"Tiga Singa" juga hanya lolos ke Piala Dunia 2018 mendatang dengan penampilan yang tak impresif. Tentu ini menjadi catatan bagaimana di level junior Inggris sudah sukses membangun tim yang kuat dan kompetitif, namun di level senior, untuk menjadi kompetitif saja mereka tak mampu.

Tapi tentu, keberhasilan Inggris di level junior ini juga tak bisa dijadikan patokan kalau dalam beberapa tahun ke depan, Inggris senior akan menjadi mengerikan. Karena memang, prestasi sebuah tim nasional di level junior tidak bisa dijadikan acuan.

Sebab pemain-pemain muda yang saat ini mendulang prestasi masih harus meniti jalan yang sedemikian panjang unuk mencapai level senior. Dan dalam perjalanan itu, belum tentu para juara dunia ini bakal sampai ke titik di mana mereka akan menjadi andalan Inggris senior.

Karena bisa saja mereka justru kalah dalam perjalanan dan trofi Piala Dunia junior jadi satu-satunya yang bisa dibanggakan dalam karier sepak bola mereka. Tapi, terlepas dari itu, tentu saja aplaus dan selamat pantas diberikan kepada mereka.