Pencarian populer

Komdis PSSI Tak Tahu ke Mana Larinya Uang Sanksi

Suporter Persebaya Surabaya berikan dukungan (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Sanksi demi sanksi tak henti-hentinya dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI selama musim lalu. Tercatat, denda uang yang telah dikenakan kepada klub-klub Liga 1, 2, dan 3 bahkan telah mencapai miliaran rupiah.

Denda tersebut berasal dari banyak pelanggaran yang dilakukan. Flare yang menyala di stadion, tim kandang tidak bisa memberikan rasa nyaman kepada tim tamu, hingga akumulasi pemain menjadi sumber 'pemasukan' bagi Komdis PSSI.

Persebaya menjadi tim yang paling banyak mengeluarkan uang untuk membayar sanksi. Total, 'Bajul Ijo' telah mengeluarkan dana sebesar Rp 1,1 miliar semusim. Tim-tim tersebut bisa membayar denda tersebut atau menggunakan dana subsidi yang yang diberikan kepada klub pada awal kompetisi dimulai.

Spanduk pendukung Persija di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (09/12/2018). (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)

Lantas, kemana uang yang sudah dibayarkan oleh para peserta Liga 1 ini? Anggota Komdis PSSI, Dwi Irianto, mengatakan pihaknya tak berwenang menjawab pertanyaan itu karena segala keputusan terkait aliran dana dari sanksi Komdis berada di tangan PSSI.

"Saya enggak ngerti. Saya sebagai anggota Komdis tak tahu jumlah nominal dari awal, kami enggak pernah tahu jumlahnya berapa. Denda itu 'kan dibayarnya ke nomor rekening PSSI, Komdis enggak punya nomor rekening," ucap Dwi saat dihubungi kumparanBOLA, Rabu (12/12/2018).

"Kami cuma badan kalau di PSSI, kami hanya sebagai komitenya PSSI. Kami adalah sebagai komite yudisialnya PSSI, jadi enggak ada kami buat rekening seperti itu," lanjutnya.

Loading Instagram...

Dwi menjelaskan semua keputusan dari Komdis juga akan terlebih dulu berkoordinasi dengan PSSI. Setelah itu, federasi sepak bola tertinggi di Indonesia yang mulai menyebarkannya kepada klub-klub yang ikut berkompetisi.

"Kami adalah sebagai badan yudisialnya PSSI, makanya semua yang ada putusan di komdis tanda tangannya itu PSSI. Contoh kalau bikin surat keputusan, kami email ke PSSI dan operator (PT Liga Indonesia Baru), nanti mereka yang merilis karena klub 'kan anggota dari PSSI bukan anggota Komdis," pungkasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23