Pencarian populer

Lampard Tak Masalah jika Chelsea Keok di Piala Super Eropa, Asalkan...

Frank Lampard menenangkan para pemainnya. Foto: REUTERS/Phil Noble
Saat masih menjadi andalan lini tengah Chelsea, Frank Lampard sudah merasakan seluruh trofi di level klub kecuali Piala Super Eropa. Kini Lampard telah menjadi manajer Chelsea dan tim berjuluk 'Si Biru' ini bakal berjumpa Liverpool dalam ajang Piala Super Eropa di Besiktas Park, Kamis (15/8/2019) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Lampard sadar, kecil kemungkinan bagi timnya untuk memenangi kompetisi yang telah berjalan 47 tahun itu. Perbedaan kualitas skuat Liverpool dan Chelsea yang saat ini begitu jauh menjadi dasarnya. Makanya sosok kelahiran Romford, London, itu menurunkan standar untuk para pemainnya di laga nanti.
"Bertemu Liverpool di laga final membuat Piala Super Eropa terasa menegangkan. Saya sadar tim saya bisa saja kalah dan saya tak mengapa jika itu terjadi. Karena mereka tim adalah yang tangguh," ucap eks pelatih Derby County itu kepada UEFA.com.
"Tetapi, saya tak terima jika kami kalah dengan kondisi tak siap atau tak bersemangat di laga ini. Setiap pemain harus sadar pentingnya pertandingan ini dan mereka wajib berusaha keras. Karena saya menduga laga ini bakal berjalan sukar."
ADVERTISEMENT
"Tak boleh ada pikiran macam, 'Oh, harusnya kami begini', atau 'Kami gagal memanfaatkan peluang itu', hingga 'Kami kurang siap'. Kalau kalah, alasan tak boleh kepikiran, apalagi dituturkan," lanjut Lampard.
Frank Lampard usai laga Chelsea. Foto: AFP/Charly Triballeau
Sejauh ini, Chelsea-nya Lampard begitu identik dengan sistem 4-2-3-1. Akan tetapi, dia enggan dianggap hanya terpaku pada satu pakem. Di mata Lampard, kemampuan beradaptasi dan mengantisipasi permainan lawan adalah kunci kemenangan. Dan ini tentu saja diharapkannya muncul saat melawan Liverpool.
"Saya ingin tim saya mampu bermain dengan cair dan adaptif dalam berbagai situasi. Saya menolak untuk hanya terpaku dengan satu ide, satu visi atau satu rencana. Saya ingin para pemain bisa terus beradaptasi, sehingga kami pun bisa terus berevolusi," ucap pelatih berusia 41 tahun itu.
ADVERTISEMENT
"Menjaga intensitas adalah salah satu caranya. Ini bukan hanya perkara fisik, tetapi juga mental. Dulu, saat masih menjadi pemain, saya dan teman-teman sering saling teriak ketika ada yang tampil di bawah standar. Saya yakin mendorong satu sama lain adalah kunci kesuksesan sebuah tim," lanjut Lampard.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86