kumparan
23 Sep 2019 7:58 WIB

Manchester United: Lini Serang Tumpul, Lini Pertahanan Kacau

Manchester United telan kekalahan 0-2 dari West Ham United. Foto: REUTERS/David Klein
Hari buruk untuk Manchester United datang lagi. Pasukan Ole Gunnar Solskjaer mengecap kekalahan 0-2 dari West Ham United pada Minggu (22/9/2019).
ADVERTISEMENT
Kekalahan ini memperburuk perjalanan United di awal Premier League 2019/20. Mereka menelan dua kekalahan serta hanya mampu membukukan masing-masing sepasang kemenangan dan hasil imbang.
Hasil minor ini bukan kekalahan yang pantas buat diimbuhi kalimat: United sudah bekerja keras, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.
Kekalahan ini adalah ganjaran bagi buruknya permainan United. Bahkan segala hal yang dilakukan United di laga ini memunculkan pertanyaan: Mau mereka apa, sih?
Nemanja Matic di laga melawan West Ham United. Foto: Andrew Couldridge
United bukannya tanpa peluang sama sekali. Mereka membuat sembilan upaya tembakan di sepanjang pertandingan, tetapi hanya tiga yang tepat sasaran.
Di sisi lain, West Ham tidak berlimpah peluang. Mereka hanya menciptakan delapan peluang. Pembedanya adalah efektifitas. West Ham berhasil merancang enam tembakan mengarah gawang. Dua di antaranya bahkan tuntas dengan gol.
ADVERTISEMENT
Kondisi tambah ironis karena United membuat umpan lebih banyak daripada West Ham. United menciptakan 486 umpan, sementara West Ham cuma mencatatkan 424 umpan.
Namun, jumlah yang bejibun itu tidak ada artinya. Para pemain United kebingungan apa yang harus dilakukan ketika sedang menguasai bola.
Imbasnya fatal. Operan-operan United tak lebih dari sekadar memindahkan bola dari pemain satu ke pemain lain, bukan upaya membangun serangan dengan visi yang jelas.
Itu belum ditambah dengan kecenderungan para pemain yang memaksakan Daniel James dan Marcus Rashford menutup serangan. Berangkat dari kondisi kompleks ini, tidak mengherankan jika United seret gol.
Solskjaer dan Daniel James usai laga melawan West Ham United. Foto: REUTERS/David Klein
"Kami tidak membuat peluang yang biasa-biasa saja. Kami membuat peluang emas. Namun, kami gagal memanfaatkan peluang-peluang itu. West Ham tidak membuat peluang terlalu banyak, tetapi mampu mencetak gol," jelas Solskjaer, dikutip dari The Guardian.
ADVERTISEMENT
Situasi tim diperparah dengan lini pertahanan yang ringkih. Dalam formasi 4-2-3-1, barisan pertahanan United diisi oleh Ashley Young, Harry Maguire, Victor Lindelof, dan Aaron Wan-Bissaka yang melidungi kiper David De Gea.
Solskjaer juga mengandalkan poros gandanya untuk membantu pertahanan sebagai stabilisator. Pos ini ditempati oleh Nemanja Matic dan Scott McTominay.
Masalahnya, persoalan tidak langsung selesai saat para bek mendapat bantuan dari poros ganda. Ambil contoh gol Andriy Yarmolenko pada menit ke-14. Ketika itu Matic turun hingga ke pos bek tengah untuk mengawal Maguire.
Pertahanan United tetap keropos karena jarak Maguire dan Wan-Bissaka dengan Matic terlalu jauh. Situasi tambah pelik karena Matic tidak berani berduel dengan Yarmolenko yang sedang menguasai bola. Sederhananya, Matic gave no protection.
ADVERTISEMENT
Daniel James berduel dengan pemain West Ham United. Foto: Andrew Couldridge
Lini serang yang tumpul dan lini pertahanan yang kacau menjadi problem ganda yang belum mampu dipecahkan Solskjaer. Dalam enam laga Premier League, United hanya mampu membuat delapan gol dan sudah kebobolan enam kali. Kondisi ini membuat United tercecer di posisi delapan dengan delapan poin.
Meski demikian, Solskjaer percaya United akan segera keluar dari kemelut. Baginya ini murni masalah teknik dan taktik, bukan psike tim.
"Kami mungkin membuat kesalahan umpan, tetapi para pemain menunjukkan sikap yang benar. Persoalannya adalah keputusan taktik yang keliru dan eksekusi yang salah," jelas Solskjaer.
"Kami akan segera keluar dari persoalan ini. Tim ini masih punya determinasi. Atmosfer ruang ganti juga baik dan tim memiliki fokus yang benar," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan