Kumparan Logo

Membedah Kekuatan Calon Lawan Timnas U-22 di Piala AFF

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Uji tanding Bhayangkara FC vs Timnas U-22. Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto/wsj.
zoom-in-whitePerbesar
Uji tanding Bhayangkara FC vs Timnas U-22. Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto/wsj.

Stadion Olimpiade Pnom Penh akan menjadi arena Timnas U-22 Indonesia merebut gelar juara Piala AFF U-22 tahun ini. Namun, lawan-lawan berat akan menanti Timnas U-22 dalam perjalanan menjadi juara--meski PSSI tak memberikan target demikian.

Pada gelaran perdana ini, anak asuh Indra Sjafri akan tergabung di Grup B bersama Myanmar, Malaysia, dan tuan rumah Kamboja. Sebagai lawan perdana, Andy Setyo dan kolega akan berhadapan dengan Myanmar.

Persiapan telah dilakukan oleh anak asuh Indra Sjafri. Mulai 7 Januari lalu, pemusatan latihan digelar yang bertempat di Jakarta. Selain itu, Timnas U-22 juga sudah melakukan beberapa uji tanding untuk mematangkan skema.

Dari segi hasil, Timnas U-22 tak begitu memuaskan. Semua laga uji tanding yang dilalui berakhir dengan imbang. Padahal, tak ada lawan dari level Asia atau Asia Tenggara yang dihadapi 'Garuda Muda'. Lawan yang dihadapi Timnas U-22 hanya tim lokal seperti Bhayangkara FC, Madura United, dan Arema FC.

Namun, bukan kemenangan yang menjadi tujuan dari Indra Sjafri dalam uji tanding itu. Sang juru latih lebih menyasar kepada bagaimana mencari komposisi utama tim serta menentukan 23 nama final yang akan diboyong ke Kamboja. Dan, perlu dingat pula, tim-tim yang mereka hadapi di laga uji tanding diisi oleh pemain-pemain senior dengan segudang pengalaman.

Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, saat menghadapi Thailand U-19. Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Dari tiga kali uji tanding, Indra Sjafri menilai tim yang dilatihnya kali ini sudah banyak kemajuan.

"Hasil terus imbang selama uji coba tidak menjadi soal. Tim yang jelas ada progres dan perbaikan. Saya harap performa terbaik tim ada di Piala AFF mendatang," ucap Indra.

Meski puas, pembenahan tetap harus dilakukan oleh Indra Sjafri. Bila melihat dari beberapa uji tanding lini belakang yang dikomandoi Andy Setyo belum kompak. Begitu pula pola dalam menyusun serangan yang kerap tersumbat. Timnas U-22 pun wajib waspada melihat calon rival mereka--meski pantang merasa gentar.

Myanmar U-22

Myanmar tergolong minim dalam melakukan persiapan. Bahkan, sebelum turnamen digelar, mereka melakukan pergantian pelatih. U Kyi Lwin yang tadinya menangani Myanmar U-22 diganti dengan pelatih asal Bulgaria, Velizar Popov.

Myanmar Football Federation (MFF) berharap Popov mampu memahami filosofi sepak bola Myanmar. Target pun dibebankan oleh MFF kepada Popov. Myanmar harus dibawanya melaju ke Piala Asia U-23 tahun depan dan masuk ke semifinal Piala AFF tahun ini di Kamboja.

facebook embed

Bukan tugas yang mudah untuk Myanmar melaju ke babak semifinal Piala AFF nanti. Pasalnya, mereka harus melewati adangan Indonesia, Malaysia, dan Kamboja.

Untuk menghadapi Myanmar, Timnas U-22 memiliki kesempatan untuk menang. Namun, mereka harus hati-hati dengan serangan cepat yang biasa dilakukan oleh Myanmar.

Bila berhasil menguasai permainan dan solid di lini belakang bukan tak mungkin kemenangan akan diraih oleh anak asuh Indra Sjafri di pertandingan pertamanya nanti.

Malaysia U-22

Kendala menimpa Timnas Malaysia U-22 sebelum berlaga di Piala AFF. Sebanyak lima pemainnya tak bisa ikut dalam persiapan menuju turnamen. Salah satu pemain yang tak bisa ikut itu ialah gelandang andalan mereka asal klub Selangor FA, Syahmi Safari.

Meski begitu, Malaysia sudah melakukan persiapan untuk event yang akan digelar di Kamboja. Sebanyak 26 pemain tengah melakukan persiapan di bawah arahan pelatih Ong Kim-Swee.

Kendati kehilangan beberapa pemain, Timnas U-22 tetap menjadi lawan yang patut diwaspadai oleh Timnas U-22. Pasalnya, Indra Sjafri pernah mengalami kenangan buruk saat jumpa dengan Malaysia.

Suporter Timnas Malaysia Foto: ADEK BERRY/AFP

Di Piala AFF 2018 lalu, Timnas U-19 yang dibesut oleh Indra Sjafri harus menyerah oleh Malaysia melalui drama adu penalti. Saat itu, Malaysia yang tampil di depan ribuan pendukung Timnas U-22 berhasil menahan serangan gencar yang dilakukan Egy Maulana Vikri dan kolega.

Kini, kesempatan untuk Timnas U-22 melakukan revans atas kekalahan tersebut. Banyak modal yang dipunya anak asuh Indra Sjafri saat ini. Termasuk pengalaman bertanding dari para pemain yang dipilih oleh eks pelatih Bali United itu.

Modal Timnas U-22 untuk meraih hasil bagus saat jumpa Malaysia U-22 terbuka lebar. Apalagi, 'Harimau Malaya' tak mendapat hasil baik dalam dua uji tandingnya di Thailand.

Berhadapan dengan Bangkok Glass -klub asal Thailand- Malaysia U-22 kalah dengan skor 0-2. Kemudian menghadapi Army United, Malaysia juga kalah dengan skor 1-3.

Kamboja U-22

Kamboja bisa jadi akan menjadi lumbung gol bagi para lawan-lawannya. Dari segi prestasi, Kamboja memang paling rendang di antara tim lainnya.

Timnas U-22 pun memiliki keuntungan untuk bisa menang besar atas Kamboja. Akan tetapi, bukan tak mungkin Kamboja tampil mengejutkan.Apalagi, mereka berstatus sebagai tuan rumah.

X post embed

Bisa saja, Kamboja melakukan strategi bertahan total dan menyulitkan para pemain depan Timnas U-22. Kalah kualitas bukan tak mungkin taktik seperti itu yang dimainkan oleh Kamboja.

Kemudian, 'Garuda Muda' juga kudu hati-hati dengan serangan balik. Ya, menahan dan membuat frustasi bisa menjadi waktu yang tepat untuk lawan melakukan serangan balik.

Pada gelaran Piala AFF nanti, Kamboja sudah memanggil 26 pemain yang diambil dari 8 klub peserta kompetisi lokal Kamboja.