kumparan
14 Mar 2019 19:51 WIB

Menyoal Wajah Datar Coutinho Usai Mencetak Gol

Bola masuk, muka datar. Aneh sekali kelakuan Coutinho ini. Foto: REUTERS/Susana Vera
Dalam kemenangan telak Barcelona 5-1 atas Lyon dalam laga leg II babak 16 Liga Champions di Camp Nou, Kamis (14/3/2019) dinihari WIB, tersaji sebuah cerita menarik. Kisah itu muncul dari pria kecil – untuk ukuran manusia Eropa – bernama Philippe Coutinho.
ADVERTISEMENT
Ketika laga berjalan 30 menit, Luis Suarez memiliki kans emas untuk mencetak gol. Alih-alih melakukan manuver khasnya sebelum melancarkan tembakan, Suarez melancarkan umpan panjang kepada Coutinho.
Dihadapkan dengan gawang kosong, Coutinho tak menemukan kesulitan berarti untuk mencetak gol. Namun, wajah Coutinho terlihat datar dalam proses memasukkan bola ke dalam gawang. Teman-temannya, mulai dari Suarez hingga Lionel Messi, telah merangkulnya beberapa saat kemudian, tetapi mimik wajahanya tetap begitu.
Ya, kisah Coutinho di Barcelona sejauh ini tak sesuai harapan. Sosok berkebangsaan Brasil itu meninggalkan Liverpool setelah Barcelona membayar 142 juta poundsterling pada bursa transfer musim dingin 2018. Namun, sampai saat ini, Coutinho belum mendapatkan tempat reguler di skuat Barcelona.
Jack of all trades, master of none,” pernah mendengar istilah ini? Inilah masalah Coutinho di Barcelona. Sosok yang sempat memperkuat Inter Milan itu bisa tampil sebagai pemain sayap dan playmaker di lini tengah, tetapi tidak ada yang menonjol. Sehingga, pelatih Ernesto Valverde kerap kebingungan memasang Coutinho di mana.
ADVERTISEMENT
Lionel Messi ke Philippe Coutinho, "Kamu kenapa, sih?" Foto: REUTERS/Susana Vera
Di sisi lain, Ousmane Dembele tampil trengginas di posisi sayap, sementara Arthur Melo menunjukkan performa solid sebagai tandem Ivan Rakitic dalam lakon ‘nomor 8’. Masalah ini kemudian ditambah dengan mental Coutinho yang jeblok.
Diakui pula oleh Coutinho bahwa situasi tersebut membuat dirinya tak nyaman. Akan tetapi, pemain berusia 26 tahun itu masih bertekad untuk membuktikan kepantasannya berseragam La Blaugrana. Termasuk dengan mencetak gol ke gawang Lyon.
“Dalam beberapa pekan, atau bahkan bulan, saya tak tampil baik. Meski begitu, saya masih ingin berkembang. Saya datang ke Barcelona untuk memberikan yang terbaik dan hidup unuk hari ini. Saya tak pernah tahu apa yang terjadi dengan masa depan saya,” kata Coutinho selepas laga.
ADVERTISEMENT
Gol tersebut memang belum tentu cukup untuk menggaransi posisi inti untuk Coutinho. Setidaknya, Coutinho mendapatkan dukungan dari Ernesto Valverde. Kata pelatih Barcelona sejak 2017 itu, golnya ke gawang Lyon bisa menjadi momen revans bagi Coutinho, tentu asalkan bisa menjaga konsistensinya.
“Kami berharap dia kembali percaya diri sehingga bisa memberikan yang terbaik untuk tim ini. Karena, jujur saja, kami semua bahagia dengan kehadirannya,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·