Persija Alami Teror di Makassar, Bus Pemain Dilempari Batu

Dua hari jelang melakoni leg II final Piala Indonesia 2019 versus PSM Makassar, Persija Jakarta mendapat teror saat berada di hotel tempat mereka menginap di Makassar, Jumat (26/7/2019) malam.
Teror tersebut berupa petasan yang berasal dari puluhan oknum. Saat itu, sebagaimana yang diunggah melalui Instagram oleh Yudhistira, tim media Persija, mereka tampak mengendarai motor dan beramai-ramai memenuhi halaman depan hotel tim 'Macan Kemayoran'.
Hal ini turut dikonfirmasi oleh Riko Simanjuntak, pemain Persija. Menurutnya, teror yang mereka terima itu terjadi sekitar pukul 10 malam waktu setempat. Saat itu, Riko dan rombongan tim Persija tengah beristirahat.
"Memang betul itu kemarin. Saya menyaksikannya juga. Pas saya tidur jam sepuluh, ya, malem, saya langsung terbangun," ucap Riko pada sesi jumpa pers jelang laga.
"Petasan itu pas di daerah hotel. Saya juga dengar. Ada juga (suara) motor juga yang geber-geber di depan," tuturnya.
Namun, teror tersebut ternyata bukan satu-satunya yang Persija terima. Setelahnya, tepatnya setelah tim menjalani latihan resmi di Stadion Andi Mattalatta, Sabtu (27/7), hal serupa kembali terjadi.
Dalam pantauan kumparanBOLA, tim Persija yang hendak berjalan keluar stadion diteriaki oleh puluhan oknum suporter tuan rumah. Beberapa benda serupa botol bahkan tampak terlihat.
Tak sampai di situ. Tatkala tim memasuki bus dan mulai berjalan keluar halaman stadion, teriakan dan lemparan-lemparan tersebut masih saja terjadi hingga mendekati gerbang keluar stadion.
Bahkan, kali ini makin intens. Selain itu, batu dan sejumlah benda padat lain juga turut dilemparkan. Inilah yang kemudian membuat sejumlah bagian kaca jendela bus yang dinaiki para pemain Persija pecah.
Kendati begitu, pecahnya kaca jendela bus ini tak lantas membuat aksi tersebut mereda. Barulah ketika petugas stadion dan sejumlah polisi tiba di tempat kejadian, sejumlah oknum itu kabur suasana perlahan mulai kondusif.
