kumparan
22 Feb 2019 14:09 WIB

Persija Dituding Ikut Bayar Wasit, Ismed Sofyan Tuntut Pembuktian

Pemain Persija, Ismed Sofyan Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Ini masih menyoal dugaan pengaturan skor di Liga 1 2018, lebih spesifiknya tentang Persija Jakarta selaku kampiun. Karena sempat diutarakan oleh seorang whistle blower dalam program Mata Najwa, Rabu (20/2/2019), bahwa tim Ibu Kota 'bermain' dalam laga terakhir.
ADVERTISEMENT
Sosok yang merupakan perangkat pertandingan itu menuding demikian karena melihat bagaimana dua gol Marko Simic ke gawang Mitra Kukar diwarnai pelanggaran. Penyerang Kroasia ini membuka skor via tembakan penalti, kemudian menggandakan skor dalam proses kemelut yang berbau pelanggaran Ramdani Lestaluhu.
Ditambahkan pula oleh sang narasumber, Persija menetapkan tarif Rp 20 juta per partai untuk menyogok wasit. Beda hal untuk laga penting yang bisa lebih mahal. Orang yang memesan adalah mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI berinisial F.
Tudingan tersebut lantas direspons oleh kapten Persija, Ismed Sofyan. Dia melihat apa yang dikatakan narasumber dalam program Mata Najwa belum bisa dipercaya sebelum melalui proses pembuktian.
Pemain Persija Marco Simic ( tengah ) berusaha menyundul bola pada pertandingan Liga 1 melawan Mitra Kukar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu, (9/12/18). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
"Sebenarnya jangan omong saja. Tolong dibuktikan. Segala sesuatu 'kan harus pakai bukti. Orang bisa mengeluarkan pernyataan, tetapi harus dilengkapi bukti," ucap Ismed setelah pertandingan Piala Indonesia menghadapi Tira-Persikabo, Kamis (21/2/2019).
ADVERTISEMENT
Isu yang beredar tak lantas mengganggu kiprah Persija. Terbukti lewat kemenangan 2-0 atas Tira-Persikabo yang mengantarkan anak-anak asuh Ivan Kolev menjejak babak delapan besar Piala Indonesia. Masing-masing satu lesakan Fitra Ridwan dan Ryuji Utomo menghiasi laga tersebut.
Menurut Ismed, hal serupa berlaku untuk laga berikutnya yang lebih berat. Persija dijadwalkan menghadapi Binh Duong asal Vietnam dalam laga pertama AFC Cup di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa (26/2).
Pemain Persija, Ismed Sofyan Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
"Saya merasa ini tak akan mengganggu tim. Semua sudah menjadi Satgas Antimafia Bola. Jadi, mereka yang harus menyikapi pernyataan seperti itu. Kami sebagai pemain hanya latihan dan bertanding," ucap Ismed.
Hingga kini, Ismed menjadi satu-satunya perwakilan Persija yang sudah merespons tudingan dalam program Mata Najwa. Manajemen masih bungkam, sementara Jakmania melalui Ketua Ferry Indrasjarief meminta agar isu yang beredar tidak tendensius terhadap Persija.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan