Pencarian populer

Piala Dunia Wanita: Morgan Memprovokasi Inggris, Membawa AS ke Final

Alex Morgan (kiri) merayakan golnya saat Timnas AS menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia Wanita. Foto: Benoit Tessier/Reuters
Piala Dunia Wanita 2019 kembali menjadi panggung kontroversi Timnas Amerika Serikat. Pelakunya kali ini bukan Megan Rapinoe, melainkan Alex Morgan.
ADVERTISEMENT
Rapinoe sendiri terpaksa absen dalam laga semifinal menghadapi Inggris, Rabu (3/7/2019) dini hari WIB. Entah apa alasannya, apakah itu cedera atau mungkin problem kedisiplinan.
Yang pasti, publik Inggris sempat berkelakar terkait ketidakhadiran Rapinoe, si musuh Presiden Donald Trump itu. Rapinoe disebut tak takut kepada Trump, tetapi gentar jika harus melawan full-back kanan Inggris, Lucy Bronze.
Bermain tanpa Rapinoe bukanlah masalah bagi pasukan beralias The Stars and Stripes. Toh, Christen Press sebagai penggantinya di posisi winger kiri, mampu unjuk gigi. Karena berkat dialah, AS mampu membuka skor pada menit ke-10.
Prosesnya bermula dari umpan silang Kelley O’Hara untuk Press di tiang jauh. Bronze yang mengawalnya tak mampu berbuat banyak, sehingga Press leluasa mengarahkan bola ke sudut sempit.
ADVERTISEMENT
Sembilan menit berselang, Inggris sempat menyamakan kedudukan via Ellen White. Dia menuntaskan servis Bethany Mead dengan tembakan voli yang menghujam pojok bawah gawang AS.
Namun, kedudukan 1-1 tak bertahan lama karena AS memiliki Alex Morgan, si topskorer sementara bersama Rapinoe. Lagi-lagi prosesnya melalui tandukan. Berlari menuju kotak penalti, dia langsung menyambut bola sodoran Lindsey Horan untuk membawa AS unggul lagi.
Dengan begitu, Morgan kembali ke puncak bursa topskorer bersama White dengan koleksi masing-masing 6 gol. Lesakan terakhir juga begitu berarti buat Morgan karena dirinya merayakan ulang tahun ke-30 pada hari pertandingan.
Alex Morgan (kiri) mencetak gol saat Timnas AS menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia Wanita. Foto: Benoit Tessier/Reuters
Sayangnya, Morgan 'merusak' momen gol tersebut melalui perayaannya. Dia berlari ke pinggir lapangan, lalu meletakkan tangan kanannya ke mulut. Seperti gestur menyesap teh.
ADVERTISEMENT
Di media sosial, suporter Inggris merespons selebrasi Morgan dengan sikap berang. Pasalnya, gerakan tersebut membangkitkan memori akan Pesta Teh Boston pada Desember 1773 silam. Di momen itulah, AS memberikan perlawanan terhadap Inggris demi merebut kemerdekaan.
Sampai-sampai salah satu pembawa acara terkenal di Inggris, Piers Morgan, menuliskan di akun Twitter pribadinya, "Ini adalah deklarasi perang."
Morgan sendiri tak menjelaskan apa makna selebrasinya selepas pertandingan. Yang pasti, aksinya mengonfirmasi bahwa Timnas AS erat dengan kontroversi di Piala Dunia Wanita 2019. Sebelumnya, ada pula selebrasi berlebihan saat menang 13-0 atas Thailand dan yang paling menuai perhatian tentu perang komentar antara Rapinoe dengan Trump.
Selepas gol tersebut, Inggris sebetulnya memiliki waktu cukup panjang untuk membungkam Morgan. Apalagi, wasit sempat menunjuk titik putih di kotak penalti AS saat waktu normal menyisakan tujuh menit. Sayangnya, kapten Stephanie Houghton gagal menunaikan tugasnya sebagai eksekutor.
ADVERTISEMENT
Tanpa gol balasan dari Inggris, AS lantas menutup laga dengan skor 2-1 sekaligus melangkah ke laga puncak. Mereka tinggal menunggu pemenang duel Belanda vs Swedia untuk mengetahui lawan di laga puncak.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86