Pencarian populer

Pierre-Emerick Aubameyang, si 'Lakon Teko Keri' Milik Arsenal

Pierre-Emerick Aubameyang (Foto: Dok. Arsenal)

'Lakon teko keri'. Demikian pepatah Jawa secara filosofis menyebut sosok pahlawan. Di ujung cerita, kata 'keri' beralih menjadi 'menang'. Sebab sejatinya memang kemenangan yang dipersembahkan para pelakon untuk menjadikan cerita berakhir dengan happy ending. Lakon (pahlawan, tokoh utama -red) datang belakangan, lakon menang belakangan. Kira-kira demikian arti gamblangnya.

Sama seperti yang tertuang dalam cerita superhero macam Batman atau Spiderman, dua tokoh yang pernah 'dimainkan' oleh Aubameyang. Penyerang berusia 29 tahun itu pernah menjelma menjadi 'Manusia Laba-Laba' usai menjebol gawang Bayern Muenchen di Piala Super Jerman empat tahun silam dan berubah menjadi Batman saat menyumbang gol kala Borussia Dortmund bersua Schalke setahun setelahnya.

Kendati cuma sebuah perayaan gol --dengan tujuan untuk menghibur anaknya-- Aubameyang benar-benar menjadi apa yang diperankannya, menjadi apa yang disebut dengan lakon.

Aubameyang, Si Pahlawan Bertopeng. (Foto: Wolfgang Rattay/Reuters)

Pierre-Emerick Emiliano Francois Aubameyang, demikian nama panjangnya. Nama unik itu berasal dari darah Prancis, Spanyol, dan Gabon yang mengalir dalam tubuhnya.

Seperti tipikal pemain keturunan Afrika lainnya, Aubameyang memiliki keunggulan fisik di atas rata-rata. Bahkan, kecepatan larinya sangatlah istimewa. Pada suatu sesi latihan bersama Dortmund, Aubameyang hanya membutuhkan 3,70 detik untuk menempuh jarak 30 meter. Torehan yang digadang-gadang melebihi kecepatan manusia tercepat di dunia, Usain Bolt.

Tentu bukan hanya kecepatan yang jadi nilai jual Aubameyang. Ketajaman dan insting mencetak gol jadi kombinasi mematikan bagi kecepatan serta kemampuan dribel mumpuni miliknya. Buktinya, Aubameyang langsung mengukir trigol di debutnya bersama Dortmund di pentas Bundesliga.

Yang paling kentara, ya, keberhasilannya mengukir rekor sebagai pemain yang selalu mencetak gol dalam enam laga pembuka Bundesliga secara beruntun. Total 98 gol sudah dipersembahkannya untuk Dortmund dalam 144 pertandingan di Bundesliga, atau 141 gol bila dikalkulasi dari 213 penampilannya di lintas ajang.

Catatan mentereng itu membuat Arsenal kepincut, uang sebesar 56 juta poundsterling digelontorkan untuk menggondol topskorer Bundesliga edisi 2016/17 tersebut ke Emirates Stadium pada bursa transfer musim dingin 2017/18.

Aubameyang menyusul Sven Mislintat yang hengkang ke Arsenal Desember tahun lalu. Lewat mantan Kepala Perekrutan Dortmund itu pula akhirnya Aubameyang diboyong Die Borussen dari Saint-Etienne.

Aubameyang dalam balutan kostum Arsenal. (Foto: Arsenal.com)

Bersama Arsenal inilah Aubameyang benar-benar menjelma menjadi superhero: mencetak gol di babak kedua dan membawa Arsenal mengalahkan musuh-musuhnya. Total 8 gol yang dibuatnya di Premier League musim ini semuanya tercipta di babak kedua. Ya, tak ada satupun gol yang dibuatnya dalam 45 menit pertama.

Kontribusinya di musim lalu pun tak bisa dibilang sedikit. Sudah 10 gol yang dibuatnya hanya dalam 13 per laga di Premier League atau 105,8 menit per gol bila dirata-rata.

Laga melawan Leicester City jadi panggung terhebatnya sejauh ini. Cuma dua menit yang dibutuhkan Aubameyang untuk mencetak gol setelah diturunkan Unai Emery di menit 61.

Tak sampai tak di situ, namanya kembali terpampang di papan skor di menit 66. Arsenal pun mendulang poin penuh setelah tertinggal lebih dulu. Sementara gol kemenangan yang dicetaknya ke gawang Bournemouth di Premier League pekan ke-13 lalu jadi bukti teraktual kepahlawanannya.

Aubameyang raih gelar bersama Dortmund. (Foto: Reuters/Kai Pfaffenbach)

Status sebagai pemain termahal klub tak lantas membuat Aubameyang muncul sebagai pencetak gol tunggal di Arsenal. Enam bulan sebelum kedatangannya, The Gunners lebih dulu mendaratkan Alexandre Lacazette dengan harga selangit pula.

Itulah mengapa Emery kudu bersikap adil kepada keduanya, dengan memberi porsi yang berimbang dalam sebagai juru gedor. Di satu sisi, mantan pelatih Sevilla itu pernah berhasil menggabungkan Edinson Cavani, Neymar, dan Kylian Mbappe dalam satu departemen kala masih menukangi Paris Saint-Germain (PSG).

Kebetulan, Aubameyang dan Lacazette memiliki karakteristik identik. Nama yang disebut belakangan mafhum bermain di sisi sayap bersama Olympique Lyon. Sementara Aubameyang, mengawali kariernya sebagai winger sebelum disulap Juergen Klopp menjadi seorang striker.

Rekam jejak itu yang membuat keduanya diragukan saat diturunkan bersamaan. Namun, justru itulah yang membuat lini depan Arsenal makin komplit. Di awal musim ini, Aubameyang menegaskan kegembiraannya bertandem dengan Lacazette.

"Kami sangat enjoy dengan kebersamaan ini. Ada percikan di antara kami ketika berada di lapangan bersama," kata Aubameyang kepada ESPN.

Dalam format 4-2-3-1 yang diusung Emery, Aubameyang diutus untuk membantu Lacazette dari pos sayap kiri. Bukan posisi yang paten, sebab pada praktiknya keduanya saling melengkapi. Toh, pakem dengan satu penyerang itu pernah diterapkan Aubameyang semasa Thomas Tuchel menakhodai Dortmund.

Saat berhadapan dengan Fulham awal Oktober lalu, misalnya. Emery memasukkan Aubameyang di pertengahan babak kedua untuk berduet dengan Lacazette dalam wadah 4-4-2. Hasilnya tokcer, pemain yang pernah tampil untuk Prancis U-21 itu mengukir 2 gol dan melengkapi kemenangan Arsenal menjadi 5-1.

Eksistensi Aubameyang dan Lacazette dalam memperuncing sektor depan Arsenal juga tampak saat mereka melibas Leicester, tepatnya pada gol kedua 'Meriam London'. Torehan ini diawali dari umpan Lacazette yang kemudian diteruskan Mesut Oezil dan diakhiri dengan apik oleh Aubameyang. Oezil pun tak bisa dilepaskan dari moncernya Aubameyang bersama Arsenal. Kemampuan sosok berdarah Turki ini bermain sebagai playmaker makin menghidupkan sektor depan Arsenal.

Aubameyang dan Lacazette melakukan selebrasi gol. (Foto: REUTERS/Rebecca Naden)

Belum lagi dengan kemampuan Aaron Ramsey dan Hector Bellerin dalam mengakomodir serangan. Oh, iya, mereka masing-masing sudah memberikan sepasang assist kepada Aubameyang di Premier League sejauh ini.

Sementara berbicara tentang spesialisasi Aubameyang dalam mencetak gol di babak kedua, juga terkait erat dengan spesialiasi yang dimilikinya tadi: ketajaman, insting, dan (tentu saja) kecepatan. Aspek terakhir menjadi vital di babak kedua, terlebih dengan stamina lawan yang kian merosot.

Sepasang gol yang dibuat Aubameyang ke gawang Leicester berasal dari kecepatan dan ketepatannya untuk lolos dari kawalan lawan, pun dengan golnya ke gawang Bournemouth.

Skemanya sama, bergerak ke tengah dan memotong umpan silang via serangan sisi tepi. Untuk laga yang terakhir, Aubameyang mengonversi umpan silang kiriman Sead Kolasinac.

Sebagai mantan pelatihnya, Juergen Klopp yang kini mengasuh Liverpool pun mengakui kredibilitas Aubameyang sebagai pemain yang lihai dalam melancarkan serangan cepat. Kemampuan inilah yang membuatnya muncul sebagai lakon pembeda di tiap laga yang dijalani Arsenal.

"Dia salah satu pemain terbaik yang mampu memanfaatkan serangan balik karena punya momentum dan penyelesaian akhir yang luar biasa," ungkap Klopp.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: