Sepertinya, Chelsea Belum Siap Juara (Lagi)

Maurizio Sarri gagal mempersembahkan trofi perdana setelah Chelsea takluk 0-2 dari Manchester City, di pentas Community Shield, Minggu (5/8/2018). Kekalahan itu merepresentasikan dua hal: Sarri belum cukup mampu mengolah skuatnya atau justru komposisi pemain Chelsea sendiri yang tak mumpuni.
Sejatinya, Chelsea tak bermain buruk-buruk amat kemarin. Mereka tak membiarkan City bermain dominan. Kalau bicara penguasaan bola, 'hanya' 52,8% ball possession yang dicatatkan pasukan Pep Guardiola tersebut. Sebagai gambaran, City rata-rata mencatatkan 66,4% penguasaan bola di gelaran Premier League musim lalu.
Sementara initensitas umpan Chelsea juga menyentuh angka 528, terpaut tipis dengan City 586 umpan milik City. Perlu digarisbawahi juga bahwa Sarri melakukannya tanpa N'Golo Kante, Eden Hazard, dan Thibaut Courtois, tiga pemain pilar yang tengah menjalani masa instirahat pasca-mentas di Piala Dunia.
Problem paling kentara adalah tersendatnya Jorginho sebagai pusat distribusi bola Chelsea. Pressing yang dilancarkan para penggawa City membuat pemain kelahiran Brasil itu kesulitan untuk membagi bola.
Di saat yang sama, hanya ada Cess Fabregas dan Ross Barkley untuk membantunya. Padahal keduanya bukan tipikal gelandang tukang duel. Ceritanya akan berbeda andai Kante yang ada di samping Jorginho. Dia bisa jadi pelindung sekaligus mengurangi beban kerja Jorginho.
Itu baru di area tengah, belum proses adapatasi dari peralihan pakem tiga bek ke format dasar 4-3-3. Namun, tak ada yang paling menyedihkan selain alpanya lini depan Chelsea. Total hanya 5 percobaan yang mampu dilepaskan Chelsea di Wembley kemarin, nyaris seperempat dari torehan City yang menyentuh angka 18.
Alvaro Morata yang 'seharusnya' mengemban tugas tersebut cuma mampu melepaskan satu percobaan, itu pun tak mengenai sasaran. Parahnya lagi, pemain yang dibeli dari Real Madrid itu menjadi pemain yang paling kerap kehilangan penguasaan bola, sebanyak lima kali.
Secara garis besar, Morata memang belum tampil meyakinkan. Dia bahkan nihil gol saat mentas di laga pra-musim. Parahnya lagi, hanya Tammy Abraham yang jadi opsi alternatif Morata untuk saat ini. Cuma 5 gol yang dibuatnya bersama Swansea City di ajang liga musim lalu.

Padahal, kita tahu Napoli merupakan klub yang produktif di bawah rezim Sarri. Dalam tiga edisi Serie A ke belakang, Partenopei rata-rata mencatatkan 83,6 gol per musim. Lebih unggul ketimbang Juventus yang cuma mencatatkan rata-rata 79,3 dalam durasi yang sama.
Apabila mengacu pada skuat Sarri bersama Napoli, dia cenderung menggunakan trisula yang cair, Dries Mertens, Jose Callejon, dan Lorenzo Insigne. Nama yang disebut belakangan jadi tumpuan karena kelebihannya dalam aksi dribel, mengakomodir peluang sekaligus mengakhirinya.
Tipikal yang Hazard banget, tentunya. Masalahnya, topksorer Chelsea di Premier League musim lalu itu belum pernah sekalipun tampil bersama Sarri. Menjadi lebih parah andai isu kepergiannya ke Real Madrid atau klub besar lainnya benar-benar terealiasi.
Callum Hudson-Odoi mungkin layak dijadikan proyeksi pengganti, akan tetapi tidak secepat ini. Kendati memiliki kemampuan dribel yang mumpuni, dan tampil ciamik di lag pra-musim, winger berusia 17 tahun itu belum cukup teruji.
Belum lagi di pos penjaga gawang. Willy Caballero tak cukup kuuat untuk dijadikan palang pintu utama. Jika gol pertama adalah kesalahan Antonio Ruediger dalam mengantisipasi pergerakan Sergio Aguero, gol kedua adalah buah dari kesalahan Caballero mengambil keputusan. Kiper berkepala pelontos itu terlambat dalam melebarkan kaki untuk menutup ruang tembak Aguero.
Oke, Thibaut Courtois memang masih berstatus penggawa Chelsea. Kendati demikian, Sarri sendiri telah menegaskan bahwa dirinya hanya ingin pemain dengan motivasi tinggi saja di dalam skuatnya. Hal itu dilontarkan Sarri untuk menanggapi komentar agen Courtois yang mengungkapkan keinginan klienya untuk pindah.

Permasalahan Sarri cukup kompleks. Dia wajib beradaptasi dengan lingkungan yang benar-benar baru dalam waktu singkat. Sialnya, para pemain pilar juga belum bergabung dalam skuatnya. Mantan pelatih Empoli itu bahkan mengatakan jika dirinya belum bersua dengan enam penggawa Chelsea, termasuk Hazard yang mengambil peranan penting dalam skema 4-3-3 yang diusungnya.
Andai para penggawa vital Chelsea itu sudah berkumpul pun, belum jadi jaminan Sarri akan dengan mudah mengaplikasikan cetak biru Napoli. Ya, itu tadi, perihal minimnya penyerang mumpuni. Suka tak suka, Morata dan Giroud bukanlah penyerang haus gol, keduanya masih belum mampu menutupi hilangnya sosok penting macam Diego Costa.
Jadi, jika Chelsea cuma gini-gini aja, asa mereka untuk kembali meraja di Premier League tinggallah mimpi. Kecuali, jika mereka bergerak cepat di bursa transfer yang akan ditutup tiga hari mendatang.
