Kumparan Logo

Spurs vs Liverpool: Duel Si Mujur Melawan Si Lacur

kumparanBOLAverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Liverpool vs Tottenham Hotspurs. Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Liverpool vs Tottenham Hotspurs. Foto: Reuters

Sulit membayangkan keberhasilan Tottenham Hotspur mencapai babak final Liga Champions 2018/19. Dari babak penyisihan saja mereka sudah tergabung di grup maut bersama Barcelona, Inter Milan, dan PSV Eindhoven.

Di fase gugur, Spurs langsung dihadapkan kepada Borussia Dortmund pada perdelapan final, kemudian Manchester City pada babak perempat final. Ya, Spurs menyingkirkan The Citizens, salah satu kandidat juara Liga Champions dan tim yang akhirnya sukses mengawinkan tiga gelar domestik di Inggris.

Kemenangan atas Ajax Amsterdam jadi klimaks-nya. Setelah keok 0-1 di Tottenham Hotspur Stadium, anak asuh Mauricio Pochettino itu sukses mempermalukan de Godenzonen 3-2. Hebatnya, 3 gol yang disarangkan The Lilywhites semuanya lahir di babak kedua.

Christian Eriksen tak memungkiri fakta bahwa Spurs memang dinaungi keberuntungan selama gelaran Liga Champions. Bagaiamana dewi fortuna menuntun mereka hingga Wanda Metropolitano.

"Saya tidak tahu apakah itu takdir. Saya pikir saat ini kami sedang beruntung," kata Eriksen seperti dilansir Sky Sports.

Pemain Tottenham Lucas Moura melakukan selebrasi usai mencetak gol ketiga bersama rekannya. Foto: Reuters/Matthew Childs

Gejala kekalahan sejatinya telah dirasakan Eriksen saat bersua City. Bekal kemenangan 1-0 di leg pertama sirna dengan cepat lewat gol Raheem Sterling di menit keempat.

Meski akhirnya Son Heung-Min berhasil mencetak brace dan membalikkan keadaan di menit 10, Spurs kembali tertinggal lewat aksi Bernardo Silva dan Sterling (lagi).

Spurs makin terbenam setelah Sergio Aguero mengukir gol keempat City di menit 59. Mulai dari situ keberuntungan berpaling ke Spurs. Fernando Llorente sukses memperkecil kedudukan menjadi 3-4 pada menit 73. Puncaknya, ya, keputusan Cuneyt Cakir saat menganulir gol Sterling di menit injury time.

"Pertama adalah laga versus City, dengan Sterling (sebagai momoknya), saya pikir kami akan tersingkir. Sementara Ajax agak berbeda, karena selama pertandingan, mereka tidak menunggu atau berpatroli di lapangan. Kemudian Lucas muncul di waktu yang tepat."

"Laga itu menegangkan dan dramatis. Kami senang, kami menjadi pemenangnya," imbuh Eriksen.

Pemain Tottenham Lucas Moura berusaha melewat pemain Ajax Noussair Mazraoui. Foto: Reuters/Piroschka Van De Wouw

Well, duel versus City mungkin dipenuhi dengan kemujuran. Namun, beda cerita saat bersua Ajax. Keberhasilan mengalahkan jagoan asal Belanda itu ditunjang oleh determinasi dan keteguhan mental bertanding.

Baru 35 menit laga berjalan, gawang Spurs dibabat dua gol. Lebih-lebih mereka juga tertinggal 0-1 pada leg pertama. Adalah Lucas Moura yang kemudian jadi pahlawan Spurs lewat trigolnya. Ajax pun tersingkir karena kalah gol tandang.

Nah, nasib Liverpool bertolak belakang dengan Spurs. Mereka lebih sering apes di parta-partai genting.

Jordan Henderson dan rekan-rekan selalu menjadi runner-up sejak 2015/16. Sialnya lagi, kegagalan itu tertuang dalam empat ajang berbeda Piala Liga, Liga Europa, Liga Champions, dan Premier League.

Masih hangat di ingatan bagaimana Liverpool kalah dari Real Madrid dengan menyakitkan di final Liga Champions musim lalu. Tak hanya mesti kehilangan Mohamed Salah di babak pertama, mereka juga ditampar keras-keras lewat dua blunder Loris Karius.

Premier League jadi kegagalan Liverpool teraktual. Padahal, klub yang bermarkas di Anfield itu sukses mengemas poin yang tergolong tinggi, 97. Apa mau dikata, sebab City mengumpulkan satu angka lebih banyak dibanding mereka.

Real Madrid vs Liverpool Foto: Reuters/Phil Noble

Terlepas dari permainan impresif Spurs dan Liverpool, pertandingan final ini adalah pertarungan dari kejomplangan nasib. Spurs si beruntung dan Liverpool si apes.

Namun, bukan tak mungkin juga masa aktif keberuntungan Spurs bakal habis esok, atau jangan-jangan dewi fortuna bakal menggandeng Liverpool dan menuntunnya meraih 'Si Kuping Besar' untuk keenam kalinya.

====

*Final Liga Champions antara Tottenham Hotspur dan Liverpool akan diselenggarakan pada Minggu (2/6/2019) dini hari pukul 02:00 WIB di Estadio Metropolitano, Madrid.