Tampil Dominan, Ajax Hanya Mampu Bermain Imbang Lawan Juventus

Ajax dan Juventus harus puas bermain imbang 1-1 pada laga leg I perempat final Liga Champions di Johan Cruyff ArenA, Kamis (11/4/2019) dini hari WIB. Juventus unggul lebih dulu lewat sundulan Cristiano Ronaldo di menit ke-45. Namun, Ajax kemudian berhasil membalas via David Neres pada menit ke-46. Dua gol itu tercipta di dua babak berbeda.
Hasil ini, di atas kertas, menguntungkan Juventus. Sebab, dengan adanya aturan agresivitas gol tandang, mereka hanya butuh hasil imbang tanpa gol di Turin pekan depan untuk lolos ke semifinal.
Erik ten Hag berjanji bahwa Ajax akan bermain dengan gaya khas mereka. Sementara, Massimiliano Allegri mengatakan Juventus bakal tampil lebih ofensif dibanding kala melawat ke markas Atletico Madrid. Ucapan kedua pelatih itu langsung terbukti di awal-awal pertandingan, terbukti dengan munculnya dua peluang, masing-masing dari Federico Bernardeschi dan Hakim Ziyech, yang cukup mengancam dalam lima menit pertama.
Setelah lima menit berlalu Ajax mulai mencoba mengambil alih kendali permainan. Akan tetapi, upaya tersebut mendapat perlawanan sengit dari para pemain Juventus yang tampil disiplin. Dengan cara itu Juventus berhasil mencegah para pemain lawan menciptakan terlalu banyak peluang serta mencuri kesempatan melakukan serangan balik cepat.
Hal ini membuat pertandingan jadi berjalan seimbang. Namun, sisi negatifnya adalah Ajax dan Juventus jadi kesulitan menciptakan peluang berarti. Sejak dua tembakan jarak jauh di lima menit pertama tadi, baik Ajax maupun Juventus hanya sekali mengancam gawang lawannya. Aktornya lagi-lagi Ziyech dan Bernardeschi.
Jika Ziyech mengancam lewat tembakan jarak jauh yang sukses ditepis Wojciech Szczesny, Bernardeschi membuat para penonton di Johan Cruyff ArenA menahan napas lewat tendangan jarak dekat yang menyamping tipis dari gawang Andre Onana. Well, setidaknya begitulah keadaannya sampai Cristiano Ronaldo membobol gawang Ajax lewat sundulan terbangnya.
Gol Ronaldo itu terjadi hanya beberapa detik sebelum turun minum. Lewat sebuah serangan balik, Joao Cancelo mengirim umpan silang manis dari half-space. Di kotak penalti Ronaldo berdiri bebas dan menyambut umpan itu dengan sundulan terbang. Onana sudah berupaya menggapai tetapi bola terlalu deras dan akhirnya masuk ke gawang. Juventus menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Tertinggal satu gol tak membuat Ajax kendur. Malah, belum genap semenit babak kedua berjalan mereka sudah berhasil mencetak gol. Lewat aksi individual ciamik, David Neres mengadali Cancelo sebelum melepas tembakan lengkung yang tak bisa digapai Szczesny. Johan Cruyff ArenA pun kembali riuh.
Seusai gol itu Ajax kian gencar menekan. Allegri pun kemudian mencari solusi untuk memanfaatkan minimnya celah yang tersedia.
Mario Mandzukic ditarik keluar, Douglas Costa dimasukkan. Akan tetapi, masuknya pemain asal Brasil itu tak lantas membuat Juventus jadi lebih agresif. Bahkan, di saat Ajax mampu mendapat peluang emas lewat Ziyech dan Donny van de Beek di kotak penalti, Juventus tak bisa melepaskan satu pun tembakan sampai setengah jam babak kedua berjalan.
Untuk keluar dari kebuntuan, Paulo Dybala dimasukkan dan formasi Juventus berubah menjadi 4-2-3-1 seiring dengan keluarnya Blaise Matuidi. Baru dengan begini Juventus bisa mulai menyerang secara berkala. Namun, menyerang dan mengancam adalah hal berbeda. Baru pada menit ke-85 Juventus bisa melepas tembakan melalui Costa. Sayangnya, tendangan eks pemain Bayern Muenchen itu cuma membentur tiang gawang.
Di sisi lain, Ajax yang mampu melepas belasan tembakan pada babak kedua juga tak mampu membobol gawang Juventus. Buruknya penyelesaian akhir, khususnya dari Ziyech, layak jadi kambing hitam atas persoalan ini.
Setelah peluang Costa tadi, Juventus mulai bisa memberi masalah serius pada pertahanan Ajax. Namun, waktu yang ada memang tidak cukup untuk membuat perbedaan. Alhasil, kedua tim pun harus puas dengan hasil imbang 1-1.
