kumparan
10 Des 2018 17:04 WIB

Tentang 'Misi Mustahil' Spurs di Camp Nou

Para pemain Spurs merayakan gol. (Foto: Reuters/Andrew Couldridge)
Tiket menuju fase gugur Liga Champions musim ini belum sepenuhnya dalam genggaman Tottenham Hotspur meskipun The Lilywhites telah menang 1-0 atas Inter Milan dalam pertandingan pekan ke-5 Liga Champions (29/11/2018).
ADVERTISEMENT
Pasalnya, hasil itu membuat Spurs dan Inter sama-sama mengoleksi 7 poin di Grup B. Namun, karena perkara gol tandang, pasukan Mauricio Pochettino itu boleh berada di posisi kedua. Demi memastikan kelolosan dari fase grup, Spurs harus menang di pertandingan pemungkas fase grup Liga Champions.
Nah, inilah masalahnya. Ketika Inter akan menghadapi PSV Eindhoven – yang sudah pasti tersingkir karena hanya meraih satu poin – di Giuseppe Meazza, Spurs harus melakoni laga tandang melawan Barcelona di Camp Nou. Kedua laga ini sama-sama dihelat pada Rabu (12/12) pukul 3:00 WIB.
Memang empat dari lima laga Spurs di lintas kompetisi berakhir dengan kemenangan. Tiga lawan yang dihadapi Harry Kane dan kolega tak bisa dipandang remeh. Spurs menang 3-1 atas Chelsea (25/11) dan Inter 1-0 (29/11) di Wembley, sebelum pada akhirnya takluk 2-4 dari Arsenal di Emirates (2/12).
ADVERTISEMENT
Para pemain Barcelona merayakan gol. (Foto: REUTERS/Albert Gea)
Walau begitu, Barcelona punya rekor mentereng ketika tampil melawan tim Inggris di kandang di ajang Liga Champions. Sejak 1977, hanya satu tim yang bisa mengalahan La Blaugrana di Camp Nou.
Tepatnya pada Februari 2007, Barcelona takluk 1-2 dari Liverpool dalam pertandingan putaran pertama babak 16 besar Liga Champions. Gol Deco Souza pada menit ke-14 dibalas dengan gol Craig Bellamy di ujung babak pertama dan gol tendangan bebas John Arne Riise di 15 menit akhir babak kedua.
Selain itu, Barcelona saat ini telah merasakan empat kemenangan beruntun di lintas kompetisi. Terakhir, pasukan Ernesto Valverde itu menggilas RCD Espanyol dengan kemenangan telak 4-0 di RCDE Stadium, Minggu (9/12/2018). Di laga bertajuk Derbi Barceloni itu, Barcelona memamerkan ragam cara mencetak gol.
ADVERTISEMENT
Melalui serangan cepat yang bermula dari sisi sayap, Barcelona mendominasi serangan. Mereka sukses melancarkan 9 tembakan selama babak pertama. Dua di antaranya berujung gol dalam skema open-play.
Gol tercipta pada menit ke-26 melalui sepakan Ousmane Dembele usai menerima umpan dari Lionel Messi. Di akhir babak pertama, Luis Suarez berhasil mencetak gol usai menerima umpan dari Ousmane Dembele dalam skema serangan balik cepat. Sementara dua gol lainnya tercipta melalui eksekusi tendangan bebas Messi pada menit ke-17 dan ke-65.
Dengan faktor-faktor seperti ini, akankah 'misi mutahil' Spurs akan sukses?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan