Tiket Indonesia vs Malaysia Dinilai Kemahalan, PSSI Merespons

PSSI mendapatkan protes. Harga tiket pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia pada Pra-Piala Dunia 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (5/9/2019), dianggap terlampau mahal.
Menpora Imam Nahrawi bahkan sampai mengunggah berbagai respons suporter-suporter tersebut melalui Instragam pribadinya.
"Banyak yang tanya ke saya tentang harga tiket Timnas kemahalan. Tolong @officialpssi dijawab, ya, karena ini kewenangan Anda," tulis Menpora.
PSSI lantas merespons keluhan-keluhan tersebut. Deputi Sekjen Bidang Pengembangan Bisnis PSSI, Marsal Masita, mengatakan bahwa harga yang dipatok sudah sesuai dengan kelas event-nya, yakni Pra-Piala Dunia.
Menurut Marsal, biaya yang dikeluarkan memang tak sedikit. Ditambah, lawan yang dihadapi adalah Malaysia sehingga ada banyak hal yang memang perlu disiapkan. Salah satunya adalah aspek keamanan.
"Kita harus lihat cost-nya berapa. Berapa, sih, pengamanannya, misalnya. Ini 'kan pertandingan melawan Malaysia plus juga nilainya tinggi, karena kualifikasi Piala Dunia. Itu pasti besar," kata Marsal kepada kumparanBOLA, Senin (2/9).
Pihak PSSI sendiri sebetulnya sudah mematok harga yang relatif terjangkau untuk ukuran event terkait. Sekitar 88 persen dari total tiket yang dijual berada di kisaran Rp350 ribu ke bawah.
Lebih lanjut, harga tiket yang dipatok PSSI itu berkisar antara Rp125 ribu sampai Rp1 juta. Rinciannya, Rp1 juta untuk VIP barat, Rp750 ribu VIP timur, Rp350 ribu kategori 1, Rp175 ribu kategori 2, dan Rp125 ribu untuk kategori 3.
Dengan harga tersebut, hingga kini sudah sekitar 3/4 dari tiket yang terjual. Ini menunjukkan bahwa sebetulnya para suporter terbilang mampu menjangkau harga yang dipatok sehingga menurut Marsal, tak bisa disebut mahal.
"Sampai sekarang kurang lebih udah 3/4 tiket yang terjual. Artinya enggak bisa dibilang mahal juga. Perlu diingat bahwa sekitar 88 persen dari kapasitas stadion itu harga tiketnya 350 ribu ke bawah. 125, 175, dan 350 ribu. Jadi hampir 90 persen yang harganya di kisaran itu," ungkap Marsal.
"Kalau 90 persen kapasitas harganya 1 juta atau 2 juta, itu baru mahal. Tapi ini enggak. 88 persen harga tiket di kisaran 350 ribu ke bawah. Terakhir Timnas main kan sekitar itu juga," lanjut dia.
Meski begitu, Marsal berusaha maklum dengan berbagai keluhan para suporter. Terlebih, harga yang dipatok memang agak berbeda dengan, misalnya, harga tiket Liga 1 yang berkisar Rp50 ribu hingga Rp75 ribu.
Namun, ia sekali lagi menegaskan bahwa pertandingan Liga 1 tak bisa dijadikan sebagai perbandingan. Selain itu, pihak PSSI sebetulnya juga menyediakan paket tambahan dalam pembelian tiket, salah satunya adalah Garuda Fans Pack.
Menurut Marsal, semua suporter yang telah membeli tiket dipastikan mendapat paket tersebut. Sementara itu, isi dan jenisnya disesuaikan dengan kategori tiket masing-masing.
"Semua suporter dapat Garuda Fans Pack. Enggak ada harga tertentu, semuanya dapat," kata dia.
