Kumparan Logo

Totti Abadi di Kota Abadi

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Totti loloskan Roma ke semifinal. (Foto: Paolo Bruno/Stringer)
zoom-in-whitePerbesar
Totti loloskan Roma ke semifinal. (Foto: Paolo Bruno/Stringer)

Ketika Paus Fransiskus dinobatkan menjadi pemimpin umat Katolik menggantikan Benediktus XVI, muncul sebuah anekdot yang menyebut bahwa seharusnya dia menambahkan embel-embel "II" di belakang nama baptisnya. Pasalnya, dia bukanlah sosok Fransiskus -- atau Francesco dalam bahasa Italia -- pertama yang bertakhta di Roma. Sebelum Sri Paus, sudah ada Francesco Totti.

Anekdot ini memang terkesan kurang ajar. Biar bagaimana juga, Sri Paus adalah orang suci yang mendedikasikan hidupnya untuk mengabdi kepada Tuhan.

Namun, jika Papa Francesco mengabdikan diri dalam relasi transendental, Francesco Totti menyerahkan hidup dan matinya untuk Kota Roma. Lebih spesifik lagi, Associazione Sportiva Roma.

Totti lahir, besar, beranak, dan rasa-rasanya bakal (memilih untuk) mati di Roma. Tidak ada orang Roma yang lebih Roma dibanding dirinya. Dialeknya yang kental, candaan-candaannya yang khas, sampai kobar dedikasinya yang tak pernah padam, semua diwujudkan Totti di, dari, dan untuk Roma.

"Totti tidak punya kontrak dengan klub ini. Dia punya perjanjian spesial dengan kota ini," kata pelatihnya di Roma, Luciano Spalletti.

Mural Totti di salah satu sudut kota Roma. (Foto: Wikimedia Commons)
zoom-in-whitePerbesar
Mural Totti di salah satu sudut kota Roma. (Foto: Wikimedia Commons)

Bergabung dengan Roma sebagai remaja tanggung, dia sudah menghabiskan waktu hampir tiga dekade bermain untuk klub berlambang serigala itu. Kini, usianya sudah menginjak kepala empat dan sebagai atlet profesional, Totti berada di waktu pinjaman.

Musim lalu, Ilary Blasi, istrinya, sudah mengirim sinyal bahwa Totti bakal pensiun. Namun, menyusul penampilan ciamik di pengujung musim -- termasuk ketika dia mencetak gol kemenangan atas Genoa lewat tendangan bebas -- Totti diberi kontrak baru. Dengan begitu, sudah seperempat abad sudah Francesco Totti membela Roma di level senior.

Real Madrid pernah menawarinya untuk pindah ke ibu kota Spanyol dengan iming-iming gaji selangit dan tentunya kans lebih besar untuk meraih trofi. Namun, Totti bergeming. Apalah artinya kaya raya dan juara, tetapi harus meninggalkan rumah?

Ada sejuta alasan mengapa Totti tidak bakal pindah dari kota itu, klub itu. Tetapi, dalam sebuah kesempatan, dia pernah menyebut enam alasan utama. "Keluargaku, sahabat-sahabatku, orang-orang yang kusayangi," sebut Totti. "Lautnya, gunung-gunungnya, monumen-monumennya."

Nyatanya, Totti memang tak pernah pindah dan mereka yang dulu terobsesi padanya terpaksa gigit jari. Setelah tawarannya ditolak, mereka tak pernah berani lagi mengusik sang legenda.

Hingga detik ini, Totti masih berseragam Roma. Mengenakan kostum nomor 10, ban kapten melingkar di lengan kiri, dan kaus kaki yang ditarik turun, Totti masih ada, seperti halnya sepuluh tahun lalu, dua puluh tahun lalu.

Akan tetapi, musim ini sudah tak seindah musim lalu. Jika waktu itu dia masih mampu menyelamatkan Roma di saat-saat genting, tidak demikian dengan musim ini.

Baru 20 kali dia turun berlaga musim ini dan hanya enam kali dia bermain sejak menit awal. Di Serie A, kompetisi yang membesarkan namanya, dia bahkan baru sekali turun sebagai starter. Sisanya, dia dimasukkan sebagai wild card. Siapa tahu dia bisa dan kalau tidak pun, ya, tak apa. Pendek kata, sebagai pemain Totti (seharusnya) sudah habis.

Totti sudah tak seperti dulu. (Foto: REUTERS/Alessandro Bianchi)
zoom-in-whitePerbesar
Totti sudah tak seperti dulu. (Foto: REUTERS/Alessandro Bianchi)

Melihat ini, Presiden Roma, James Pallotta pun sudah menyiapkan sebuah rencana untuk masa depan Totti. "Francesco punya kontrak enam tahun sebagai seorang direktur," beber pengusaha kelahiran Amerika Serikat itu.

Namun, Luciano Spalletti punya sentimen tersendiri. Dia secara tegas menyatakan bahwa dia tidak ingin Totti pensiun saat dia menjadi pelatih. "Aku akan pergi bahkan kalau aku bisa memenangi treble sekalipun," ancam mantan pelatih Zenit St. Petersburg tersebut.

Spalletti sendiri santer diberitakan bakal menangani Juventus. Namun, hal itu baru akan terjadi jika Massimiliano Allegri kehilangan kewarasan dan memutuskan untuk menangani Arsenal. Memiliki posisi tawar yang lebih tinggi, pria berkepala pelontos itu menggunakan Totti sebagai syarat untuk mencapai konsesi.

Tak ada yang tahu bagaimana nantinya. Bahkan, Totti pun mengaku tak tahu menahu. "Ya, bisa saja jadi direktur, bisa bermain semusim lagi, bisa juga jadi agen pemain," katanya penuh teka-teki.

Jika Totti bermain lagi, mungkin kapasitasnya bakal kurang lebih sama dengan apa yang diembannya musim ini. Jika dia jadi agen pemain, entahlah. Yang menarik adalah jika dia memutuskan untuk meneken tawaran enam tahun dari sang presiden.

Sebagai sosok direktur, artinya Totti akan naik pangkat. Jika selama ini dia adalah kapten, dengan menjadi direktur, dia akan langsung menjadi seorang jenderal yang berwenang untuk mengambil pelbagai kebijakan.

Walau tetap terhitung sebagai tim papan atas Italia, Roma tak jarang tampil mengecewakan, entah itu di kompetisi domestik maupun kontinental. Kekalahan mereka dari Lazio di Coppa Italia dan tersingkirnya mereka di tangan Lyon pada ajang Liga Europa adalah dua bukti teranyar. Di saat-saat paling genting, Roma justru sering tampil angin-anginan.

Fransesco Totti (Foto: Mike Lawrie/Getty Images)
zoom-in-whitePerbesar
Fransesco Totti (Foto: Mike Lawrie/Getty Images)

Kondisi ini hanya bisa dibenahi dengan dua cara, yakni merombak skuat atau mengganti pelatih. Pasalnya, untuk perkara manajemen klub, Roma sudah menjadi salah satu yang terbaik di Eropa. Semua yang mereka lakukan sudah betul-betul terencana dengan baik, termasuk soal pembangunan Stadio della Roma.

Yang diperlukan Roma sekarang adalah figur-figur yang bisa menerjemahkan progres luar lapangan mereka ke dalam lapangan. Kepergian Totti sendiri sebenarnya tidak membantu dalam hal itu mengingat selama ini dialah kaptennya. Dialah pemimpin tim. Namun, barangkali perubahan itu memang harus dimulai dari dirinya sendiri.

Entah jabatan direktur macam apa yang ditawarkan James Pallotta kepada Totti, tetapi ada kemungkinan bahwa dia bakal diberi pos yang kini dipegang Pavel Nedved di Juventus. Mantan pemain sayap Republik Ceska itu kini merupakan wakil Andrea Agnelli. Artinya, Nedved adalah pembisik terdekat sang presiden di Juventus.

Apabila nanti Totti dipasrahi jabatan ini, dia akan dengan mudah melompati jalur birokrasi untuk membisiki Pallotta perihal apa-apa yang kudu dibenahi di tim. Tidak mudah, memang, karena dengan keistimewaan macam itu, tanggung jawabnya pun akan menjadi jauh lebih besar. Akan tetapi, kalau bukan Totti, siapa lagi?