Kumparan Logo

Trigol Matias Conti Bawa Borneo ke Lima Besar

kumparanBOLAverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemain Borneo FC di laga vs Mitra Kukar. (Foto: Dok. Liga Indonesia)
zoom-in-whitePerbesar
Pemain Borneo FC di laga vs Mitra Kukar. (Foto: Dok. Liga Indonesia)

Borneo FC sukses mendulang tiga angka kala bersua Bhayangkara FC dalam lanjutan pekan ke-28 Go-Jek Liga 1 2018. Melakoni laga di Stadion Segiri, Samarinda, Senin (29/10/2018) petang WIB, 'Pesut Etam' menang dengan skor 3-0 berkat trigol Matias Conti (45+4', 46', dan 53').

Atas kemenangan ini, Borneo naik dua peringkat ke urutan kelima dengan mengantongi 42 poin. Sementara, Bhayangkara harus tertahan di peringkat empat dengan selisih satu angka.

***

Pada laga kali ini, Borneo masih mengandalkan pemain-pemain yang pekan lalu menjadi andalan dalam menahan imbang Bali United. Utamanya, Lerby Eliandry dan Conti yang sama-sama mencetak gol masih menjadi pilihan Antonic lewat pakem 4-4-2.

Jika Borneo tampil dengan kekuatan penuh, Bhayangkara tak bisa menurunkan gelandang serang mereka, Paulo Sergio. Alhasil, pelatih Simon McMenemy menurunkan Wahyu Subo Seto menemani Marinus Wanewar dan Herman Dzumafo di lini depan.

X post embed

Bermain di hadapan publik sendiri, Borneo memilih bermain menekan sejak menit awal. Mengandalkan kecepatan Ambrizal Umanailo dan Sutan Samma jadi pilihan dalam mendulang serangan dari sisi sayap.

Tak hanya dua sisi sayap, peran Diego Michiels dan Wildansyah dari sisi bek sayap juga berperan dalam melancarkan umpan silang, tetapi beberapa peluang yang didapatkan Lerby, Conti, dan Dirga Lasut lewat tembakan jarak jauh masih menjauh dari gawang Awan Setho.

Bhayangkara lantas tak bermain menunggu, aliran bola dari Hargianto dan Lee Yoo-Joon dari lini tengah menjadi asupan bagi dua Dzumafo dan Marinus dalam memberikan ancaman bagi gawang Borneo yang dijaga M. Ridho.

Salah satu yang mencuri perhatian tentu saja tendangan bebas Dzumafo. Usai Hargianto mendapat pelanggaran dari barisan pemain belakang Borneo, pemain 38 tahun tersebut melepaskan tendangan melengkung melewati pagar betis, tetapi bola sepakannya masih membentur tiang gawang.

Titus Bonai usai mencetak gol. (Foto: Twitter Borneo FC)
zoom-in-whitePerbesar
Titus Bonai usai mencetak gol. (Foto: Twitter Borneo FC)

Jelang berakhirnya babak pertama, justru Borneo yang lebih dahulu membuka keran gol. Berawal dari umpan silang Titus Bonai di sisi kiri, bola sejatinya berhasil dihalau oleh Indra Khafi di kotak 16. Akan tetapi, di sana wasit Okky Dwi Putra melihat bola sapuan mengenai tangan Lee Yoo-Joon. Tanpa kompromi, wasit terbaik musim lalu ini segera menunjuk titik putih.

Dan tanpa kesulitan yang berarti, Conti berhasil menjalankan tugasnya dengan mengarahkan bola ke sudut kiri Awan Setho. Skor 1-0 sekaligus menutup babak pertama.

Usai jeda, hanya butuh 40 detik bagi Borneo menggandakan kedudukan di laga kali ini. Proses gol lagi-lagi hadir melalui umpan silang Diego Michiels yang gagal disapu oleh Indra Khafi, dan di sana Conti yang berlari menjemput bola berhasil menaklukkan Awan Setho. Skor 2-0 Borneo.

Tertinggal dua gol, Simon Mcmenemy bereaksi dengan memasukkan Vendry Mofu dan Maldini Pali. Pelatih asal Skotlandia itu kemudian mengubah alur serangan dengan mengandalkan sisi sayap.

X post embed

Akan tetapi, usaha Bhayangkara seperti sudah dipahami oleh Dejan. Wildansyah dan Diego tak lagi ikut membantu serangan hingga ke final third, tetapi dituntut disiplin menjaga areanya.

Saat Bhayangkara berupaya mengejar ketertinggalan, Borneo justru kembali menjauh pada menit ke-57. Seperti tak belajar dari kesalahan, Bhayangkara kembali kecolongan lewat gol bola silang. Alhasil, Conti kembali membuat Awan Setho memungut bola dari gawangnya usai menerima umpan dari Titus Bonai. Skor 3-0 Borneo menjauh.

Asa Bhayangkara memperkecil ketertinggalan sejatinya bisa terealisasi memasuki menit ke-77. Mendapat situasi bola mati, kans mencetak gol terbuka saat Hargianto mampu menempatkan bola ke sisi kiri gawang M. Ridho. Bola sepakan pemain Timnas U-23 Indonesia masih menyamping.

Jelang 15 menit bubaran, Borneo yang telah unggul defisit gol perlahan menurunkan tempo permainan. Saat Bhayangkara melakukan serangan habis-habisan, barisan tengah hingga belakang memilih untuk bermain menunggu serta melancarkan serangan balik. Namun, tak ada gol yang tercipta hingga pertandingan berakhir.

X post embed