kumparan
9 Jul 2019 18:18 WIB

7 Jenis Keju dan Cara Penyajiannya

Jenis-jenis keju Foto: Shutterstock
Keju yang creamy bisa membuat makanan semakin menggugah selera. Tak mengherankan, keju kerap ditambahkan dalam berbagai sajian. Baik sebagai penambah rasa pada salad, isian kue, hingga topping pasta.
ADVERTISEMENT
Tapi tahukah kamu? Berbeda jenis, ternyata cara pengolahannya juga berbeda, lho. Ada keju yang cocok disajikan begitu saja, ada juga yang harus diolah terlebih dahulu dengan bahan-bahan lain.
Agar tak salah lagi saat mengolah keju, ini dia tujuh jenis keju dan cara tepat mengolahnya.
1. Cheddar
keju cheddar Foto: Shutterstock
Cheddar mungkin jadi salah satu keju paling populer di Indonesia. Selain harganya yang terjangkau, rasa asin dan gurihnya yang tak terlalu kuat cenderung cocok dikombinasikan dalam berbagai sajian.
Keju asal Inggris ini punya kadar lemak sebesar 48 persen sehingga teksturnya agak keras dan tidak mudah meleleh. Teksturnya kokoh keju cheddar membuatnya kerap dimanfaatkan sebagai topping makanan seperti kue, pudding, atau salad.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, keju cheddar kurang cocok digunakan untuk makanan yang membutuhkan lelehan keju, karena sifatnya mudah mengering saat dipanggang.
2. Camembert
keju camembert Foto: Shutterstock
Camembert punya tampilan yang khas, yaitu berbentuk lempengan bundar yang dilapisi bubuk putih menyerupai ragi. Kandungan lemak di keju asal Prancis ini mencapai 45 persen sehingga teksturnya cenderung agak lembek.
Berbeda dari cheddar, tak semua makanan cocok dikombinasikan dengan keju jenis ini. Camembert juga harus dipanaskan terlebih dahulu lalu disingkirkan permukaan kerasnya sebelum disajikan.
Camembert yang telah dipanaskan bisa disajikan sebagai fondue atau cocolan, atau digunakan sebagai olesan roti. Keju ini juga cocok dipanggang karena permukaannya yang keras tidak akan mudah meleleh.
3. Ricotta
keju ricotta Foto: Shutterstock
Tekstur lembek menyerupai mentega putih jadi ciri khas keju ricotta. Selain itu cita rasanya juga cenderung lebih gurih dan creamy dibandingkan keju lainnya. Sebab, kandungan lemaknya memang tinggi, yakni sekitar 13 gram untuk setiap 100 gram keju ricotta.
ADVERTISEMENT
Ricotta biasanya digunakan sebagai olesan pengganti mentega untuk roti atau biskuit. Selain itu, ricotta juga cocok digunakan untuk pengganti susu pada beberapa makanan seperti pasta, cheese cake, bahkan es krim.
4. Keju parmesan
Keju parmesan Foto: Shuttestock
Keju parmesan merupakan jenis keju keras yang memiliki cita rasa dan aroma yang kuat. Rasa dan tekstur kokoh keju parmesan berasal dari proses penyimpanan yang lama hingga bertahun-tahun.
Keju ini biasanya butuh waktu selama satu hingga dua tahun sebelum siap digunakan. Hal ini juga membuat kandungan kalsium pada parmesan cenderung lebih tinggi dibanding keju lainnya.
Sama seperti cheddar, keju parmesan sering digunakan sebagai taburan pada pasta, salad, atau sup. Rasanya yang kuat juga kerap dimanfaatkan untuk memperkaya cita rasa kue, terutama jenis kue kering.
ADVERTISEMENT
5. Mozzarella
ilustrasi pizza keju mozzarella Foto: Shutterstock
Mozzarella sempat jadi keju favorit yang kerap ditambahkan dalam berbagai sajian. Teksturnya yang mudah meleleh dan mulur saat dipanaskan memang membuat makanan makin menggoda.
Cita rasa mozzarella sangat creamy namun tidak terlalu asin. Namun keju berwarna kuning pucat ini kurang cocok disajikan secara langsung sebagai taburan makanan.
Mozzarella harus dipanaskan terlebih dahulu agar teksturnya lebih lunak dan menghasilkan efek mulur. Keju ini juga bisa diolah jadi camilan dengan cara digoreng dengan baluran tepung nan gurih.
6. Cream cheese
cream cheese Foto: Shutterstock
Sesuai namanya, jenis keju ini punya tekstur lembut seperti krim dari mentega. Sebab, kandungan lemaknya terbilang paling tinggi yakni mencapai 65 persen.
Saat dicicipi, rasa cream cheese cenderung lebih manis sehingga lebih cocok untuk campuran dessert manis. Biasanya jenis keju ini digunakan sebagai bahan utama pembuatan cheese cake, es krim, atau isian kue. Bahkan kini juga ada minuman kekinian yang menggunakan cream cheese sebagai topping-nya.
ADVERTISEMENT
7. Blue cheese
blue cheese Foto: Shutterstock
Blue cheese punya ciri khas yang sangat menonjol, yaitu adanya bintik-bintik biru di luar dan dalam keju. Bintik ini sebenarnya adalah jamur yang muncul akibat proses fermentasi.
Selain mengubah warna keju, jamur ini juga menghasilkan aroma yang kuat dan cukup menyengat. Meski rasanya kuat, menariknya keju jenis ini justru kerap disajikan sebagai camilan pendamping bersama buah dan wine. Atau disantap untuk isian roti atau biskuit.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan