Pencarian populer

Kasih Ibu di Balik Steak Hotel by HOLYCOW!

Wynda Mardio, founder Steak Hotel by HOLYCOW! (Foto: Instagram @wyndamardio)
Setelah menjadi ibu, fokus hidup bisa berubah 180 derajat, ini pula yang dialami pendiri Steak Hotel by HOLYCOW!. Ya, usaha kuliner ini dimulai saat dirinya memutuskan resign dari tempat kerja sebelumnya karena ingin lebih punya banyak waktu bersama anaknya.
ADVERTISEMENT
Adalah Wynda Mardio yang punya pengalaman hampir 10 tahun di industri media, lalu banting setir setelah menjadi seorang ibu. Wynda ingin punya kegiatan yang bisa menambah pendapatan keluarga namun tidak membuatnya kehilangan banyak waktu bersama anaknya. Dari keinginan lebih punya waktu mengasihi anaknya, akhirnya tercetuslah ide berjualan steak.
"Memilih jualan steak karena suami suka banget makan steak. Aku sendiri enggak punya latar belakang dunia kuliner, hanya saja sejak kecil suka ikut sibuk di dapur," tutur Wynda saat ngobrol bersama kumparanFOOD beberapa waktu lalu.
Steak ala warung tenda
Steak Hotel by HOLYCOW! (Foto: Instagram @wyndamardio)
15 Maret 2010 memutuskan jualan steak kecil-kecilan menggunakan warung tenda. Kala itu dia menjual steak wagyu dengan harga Rp 99 ribu, jauh lebih terjangkau ketimbang steak serupa yang saat itu masih banyak dijual di restoran besar dan hotel berbintang.
ADVERTISEMENT
Singkat cerita, steak itu mendapat sambutan cukup baik. Bahkan Wynda pun percaya diri membuka tempat makan serupa di Singapura. Sayangnya karena masalah teknis, tempat makan di Singapura hanya bertahan setahun. Setelah itu Wynda lebih fokus berusaha di Jakarta.
Wynda Mardio, founder Steak Hotel by HOLYCOW! (Foto: Instagram @wyndamardio)
Pelanggan steak Wynda semakin banyak. Namun Wynda tetap pada fokus utamanya; anak. "Alasanku resign dulu kan ingin fleksibel, punya banyak waktu bareng anak, jadi aku nggak mau usaha ini malah bikin aku jadi nggak punya waktu buat anak. Sama aja dong nantinya," ucapnya.
Agar urusan anak dan urusan usaha bisa berjalan bersama, Wynda rela bangun lebih pagi untuk belanja, persiapan steak yang akan dijual, kemudian mengurus keperluan anaknya. Wynda pun menyempatkan diri mengantar anaknya ke sekolah dan playdate. Mulai pukul 14.00 WIB, Wynda mempersiapkan tempat makannya yang memang baru buka selepas maghrib.
ADVERTISEMENT
Bisnis kuliner tidak semudah yang dilihat
Wynda Mardio, founder Steak Hotel by HOLYCOW! (Foto: Instagram @wyndamardio)
Sering kali Wynda mendengar ucapan orang lain, "Enak ya, punya usaha sendiri, waktunya fleksibel, bisa punya waktu untuk anak". Di satu sisi ada benarnya, tapi bagi Wynda hidupnya pun enggak gampang-gampang banget.
"Kadang hari-hariku juga ruwet," imbuhnya.
Setiap hal ada tantangannya masing-masing. Sebagai pengusaha kuliner, Wynda kerap harus memutar otak saat harga daging yang jadi bahan utama steak-nya mengalami kenaikan harga. Belum lagi saat ada karyawan yang mundur.
Menu Holysteak (Foto: Instagram @wyndamardio)
"Kelihatannya enak-enak aja, padahal tiap hari ya ada masalah. Tapi tiap ada masalah, pasti ada solusi, jadi jangan dipundung-pundungin, sedih-sedihan. Kalau ada masalah, aku nggak bisa mikir untuk tutup karena ada karyawan juga kan," sambung Wynda.
ADVERTISEMENT
Wynda sendiri memandang usaha yang dijalaninya seperti ibu yang sedang membesarkan anak. Terkadang anak bersikap manis dan baik, tapi kadang-kadang anak pun bisa tantrum atau sakit yang butuh kesabaran dan perhatian orang tuanya.
Inovasi adalah keharusan
Wynda Mardio, founder Steak Hotel by HOLYCOW! (Foto: Instagram @wyndamardio)
Dalam mengembangkan bisnis kuliner, menurut Wynda, inovasi harus tetap jalan terus. Ini karena Wynda bukan satu-satunya orang yang berjualan steak. Apalagi kini makin banyak steak dengan harga terjangkau.
"Saat cari menu aku sering lihat Asian Food Channel. Aku juga nanya ke orang-orang, dapat ide, lalu aku coba bikin, tes ke orang rumah. Lalu coba di centra kitchen, diskusi sama executive chef, lalu dites lagi," papar ibu dua anak ini.
Menu holysteak (Foto: Instagram @wyndamardio)
Untuk mendapat inspirasi menu baru, kadang Wynda traveling dan menjajal berbagai macam menu. Dia pun mencoba konsisten untuk penyegaran menu setiap 3-4 bulan sekali.
ADVERTISEMENT
"Saat ini salah satu inovasi menu kita adalah sambal matah plus steak. Ternyata yang suka banyak," sambungnya.
Inovasi lainnya adalah daging 400 gram yang luar biasa empuk dan meleleh. Makanan yang satu ini mendapat sambutan yang baik pula.
Menjaga konsistensi
Steak Hotel by HOLYCOW! (Foto: Instagram @wyndamardio)
Bisnis kuliner yang dikelola Wynda berkembang dengan baik. Bersama suami, mereka mendirikan Bhadranaya Group ang memiliki 5 brand. Selain Steak Hotel by HOLYCOW! ada Cupcakes Company, Mockingbird, Holysteak!, dan Sabi Wok.
Kata Wynda menjaga konsistensi jauh lebih sulit ketimbang mencapai sesuatu. "Dalam bisnis kita nggak bisa pakai kacamata kuda. Kita harus lihat perkembangan zaman dan lihatv selera orang. Banyak yang berubah," tutur Wynda.
Melihat perubahan dan selera orang, berani mencoba, dan berani mengambil keputusan harus banget dimiliki pengusaha. Sama sekali enggak gampang, tapi bisa dilakukan.
ADVERTISEMENT
Mulailah dengan apa yang disukai
Wynda Mardio, founder Steak Hotel by HOLYCOW! (Foto: Instagram @wyndamardio)
Memulai dan menjalani suatu hal, apalagi pekerjaan dan bisnis, alangkah baiknya jika berawal dari hal yang disukai. Jika sudah yakin dengan apa yang dipilih dan yang akan dijalani, pesan Wynda adalah lakukan dengan konsisten. Masalah pasti akan terus ada, karena itu jangan lantas menyerah.
Kata Wynda, nggak harus juga semua ibu membuat usaha sendiri untuk lebih bisa punya waktu bersama anak. Jika memang harus bekerja kantoran, selama punya waktu yang memadai, maka itu nggak jadi masalah. Ya, apalagi jika ibu kantoran ini memang menyukai pekerjaannya. Bagi seorang ibu menjalani apa yang disukai tapi masih punya cukup waktu bersama anak adalah kenikmatan yang sesungguhnya.
Wynda Mardio, founder Steak Hotel by HOLYCOW! (Foto: Instagram @wyndamardio)
"Apapun pilihannya tergantung situasi masing-masing. Meskipun masih kerja kantoran, kalau mau memulai usaha jual-jualan misalnya, juga bisa. Sekarang banyak kemudahan, ada teknologi yang memudahkan," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Hmm, kisah Wynda mungkin bisa jadi inspirasi di momen Hari Ibu ini. Oh iya, bagaimana denganmu, apakah sudah menjalani hal yang disukai dan diyakini? Atau ingin menjajal usaha jualan steak juga?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan dan Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.86