kumparan
23 Jan 2018 11:14 WIB

Atiek CB: Kalau Enggak Pakai Kacamata, Aku Tidak Percaya Diri

Atiek CB jumpa pers back story (Foto: Munady Widjaja)
Penyanyi legendaris Atiek CB yang lagu-lagunya sempat hit di era tahun '80-an ini identik dengan kacamata hitam yang biasa digunakannya baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat ia berada di atas panggung. Atiek mengatakan kacamata hitam sudah menjadi bagian dalam hidup yang membuatnya tak bisa jauh dari barang tersebut.
ADVERTISEMENT
"Jadi, kalau enggak pakai kacamata, bikin aku enggak enough confident," ungkap Atiek saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, beberapa waktu lalu.
Kebiasaan Atiek memakai kacamata rupanya tak lepas dari sosok mendiang Farid Hardja yang membuatnya untuk pertama kali jatuh cinta dengan kacamata. Kala itu, Atiek yang sedang menjalani pemotretan untuk cover album tiba-tiba diberi pinjaman kacamata oleh Farid yang memang sedang berada di tempat yang sama. Hingga akhirnya, pelantun lagu 'Terserah Boy' ini merasa puas dengan hasil pemotretan tersebut.
"Waktu itu, albumku yang 'Transisi' itu. Terus di situ ada almarhum Farid Hardja, dia juga artis Purnama Records. Dia (Farid) bilang 'kamu pakai ini aja. Terus saya coba, dia punya Rayban, waktu itu Aviator, akhirnya aku coba," kenang Atiek.
ADVERTISEMENT
“Hasil fotonya okelah lumayan. Akhirnya udah keterusan sampai sekarang (pakai kacamata),” sambungnya.
Atiek CB jumpa pers back story (Foto: Munady Widjaja)
Sejak itu Atiek selalu tampil dengan gaya Rock'N'Roll ditambah kacamata hitam. Image-nya yang tak pernah menunjukkan bola mata pun terbangun. Bahkan cukup sulit menemukan sosok pelantun 'Risau' ini tanpa memakai kacamata di depan publik.
Apalagi setelah lama tinggal di Amerika membuatnya lebih leluasa membeli kacamata. Hasratnya terlampiaskan dengan banyaknya kacamata bagus dan bermerek.
"Sekarang kalau lagi musim (tren) gimana, ya beli. Di Amerika banyak kacamata yang bagus soalnya," ujar Atiek sambil tersenyum.
Soal harga, Atiek mengaku kaca mata yang dijual di Amerika justru terbilang lebih murah dibandingkan dengan di Indonesia. Menurutnya biaya impor yang dibebankan menjadi faktor mahalnya harga kacamata di Indonesia.
ADVERTISEMENT
“Di sana lebih murah dong kan kalau di sini impor. Kayak ‘Rayban’ kan dari Amerika, lebih murah, jauh lebih murah,” pungkasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan