Kumparan Logo

Billy Syahputra Ditegur Saat Merekam Aksi Demo yang Berakhir Ricuh

kumparanHITSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presenter Billy Syahputra saat ditemui di Jakarta, Selasa, (6/8). Foto: Ronny
zoom-in-whitePerbesar
Presenter Billy Syahputra saat ditemui di Jakarta, Selasa, (6/8). Foto: Ronny

Presenter Billy Syahputra sempat berada di tengah-tengah kericuhan demonstrasi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, tadi malam, Senin (30/9). Saat itu, dia baru saja pulang latihan futsal di Gelora Bung Karno.

Di perjalanan pulang, Billy terjebak di tengah kemacetan, dan di sekelilingnya terjadi bentrok antara massa dan aparat kepolisian. Dia sempat mengabadikan momen itu di handphone, dan mengunggahnya ke Instagram.

"Kita sempat tertahan sejenak, terus akhirnya ketika sudah reda, Billy pulang naik motor. Pas pulang dari main bola, banyak banget itu kerusuhan, bapak-bapak polisi sama pendemo ya adu argumen mungkin," ucap Billy Syahputra ketika dijumpai di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (1/10).

Billy Syahputra. Foto: Munady Widjaja

Pembawa acara 'Pagi Pagi Pasti Happy' itu merekam peristiwa tersebut selama beberapa detik. Namun, ketika ia sedang mengabadikan momen tersebut, Billy sempat ditegur oleh seorang pria yang ada di dekatnya.

"Gue iseng aja (videoin), terus (ditegur) 'pak, mas jangan ngerekam' gitu. Gue diomelin gitu aja sih. Kayak pakai pakaian preman, atau polisi, enggak tahu, kurang paham," ucap Billy.

"Enggak diomelin segitunya sih. Enggak gimana-gimana, cuma dikasih tahu saja, jangan dikamerain (divideoin), karena lagi kurang kondusif kondisinya," lanjutnya.

Artis Billy Syahputra saat ditemui wartawan seusai mengisi acara di studio Trans Tv, Jakarta, Selasa, (23/7). Foto: Ronny

Menutup perbincangan, lelaki berusia 28 tahun ini mengaku cukup menyayangkan adanya bentrokan antara aparat dan massa. Ia berharap ke depannya demonstrasi bisa berjalan lebih tertib.

"Sangat-sangat disayangkan, karena 'kan kita semua bersaudara, jangan ada kekerasan seperti itu. Kalau demo memang negara kita negara demokrasi, untuk demo sebenarnya wajar tapi jangan ada anarkis, itu aja sih," tutupnya.