kumparan
28 Agu 2019 22:01 WIB

Bront Palarae Nikmati Kesulitannya Perankan Pengkor di 'Gundala'

Bront Palarae ditemui di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Rabu (29/8). Foto: DN. Mustika Sari/kumparan
Sutradara Joko Anwar melibatkan aktor Malayasia, Bront Palarae, dalam penggarapan film terbarunya, 'Gundala'. Dalam film itu, Bront memerankan karakter bernama Pengkor.
ADVERTISEMENT
Pengkor diceritakan memiliki masa lalu yang kelam. Setengah wajahnya hancur terbakar karena sebuah insiden yang dialaminya semasa kecil.
Aktor berusia 40 tahun itu pun harus menggunakan special effect makeup untuk menggambarkan luka bakar pada wajahnya.
Dijumpai usai acara press screening film 'Gundala', ia sedikit bercerita tentang proses penggunaan makeup selama syuting.
"Itu silikon, yang bikin Mas Darwin (Tse), orang yang sama yang bikin makeup special effect di 'Pengabdi Setan'," ujar Bront Palarae yang ditemui di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, Rabu (28/8).
Pemain film 'Anak Halal' itu mengatakan, setidaknya butuh waktu dua hingga tiga jam untuk menciptakan makeup pada wajah Pengkor. Ia pun mengungkapkan keluh kesahnya ketika harus mengenakan special effect makeup tersebut.
ADVERTISEMENT
"Ribet lah, panas 'kan, panas banget. Tapi aku enggak separah si Abimana sih, karena dia pake kostum, lebih parah (panasnya). Aku 'kan cuma sini aja (bagian sebelah kanan)," terangnya.
Kendati demikian, Bront cukup menikmati jalannya proses syuting. Sebelum syuting berlangsung, ia juga melakukan riset terhadap gesture Pengkor yang dimainkannya.
"Ada proses workshop jadi bisa nyari dulu bahasa tubuhnya gimana segala macem. Workshop kurang lebih dua minggu persiapan jadi ketika di syuting aman aja," kata Bront.
"Kita nyari suaranya dulu, bahasa tubuhnya, dikit-dikit dikumpulin, dua bulan akhirnya kita masukin ke workshop nanti di sana di-adjust lagi," lanjutnya seraya mengakhiri pembicaraan.
Untuk kamu yang sudah penasaran dengan film 'Gundala', kamu sudah bisa menyaksikannya di bioskop, Kamis (29/8) besok.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan