Pencarian populer

Deadsquad Raup Untung Rp 26 Juta Berkat Jualan Merchandise di Korsel

Deadsquad. (Foto: Instagram/@deadsquad.official)

Usai menjelajah Jepang, Deadsquad akan menggegerkan Eropa lewat tur Eropa bertajuk 'Super Invasion bersama Burgerkill'. Daniel Mardhany, vokalis Deadsquad tak mampu menutupi rasa bahagianya bisa ke Eropa.

Daniel juga mengungkap bahwa Deadsquad lebih fokus mempersiapkan merchandise jelang ke Eropa, ketimbang materi lagu atau makanan dan obat-obatan yang akan dibawanya. Daniel sampai melakukan riset pada beberapa band sahabatnya yang pernah ke Eropa.

"Merchandise harus tanya harga jualnya berapa pokoknya. Kayak nanti, kita kan ada main di Swiss dan di sana itu harga jualnya beda. Sebelum tur gue sudah tanya dulu nih sama teman-teman Zeus, Senyawa, yang sudah pernah ngadepin medan di Eropa," ungkap Daniel, ketika ditemui di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Kamis (11/10).

Daniel menceritakan bahwa Deadsquad akan membawa berbagai merchandise, mulai dari kaus, CD, hingga pin. Belajar dari pengalaman, Daniel menceritakan bahwa setiap negara punya daya beli dan ketertarikan yang berbeda-beda.

Loading Instagram...

"Contohnya, kalau di Jepang mereka lihat dulu bandnya manggung. Kalau menurut mereka oke, mereka beli. Kalau di Korea itu kita belum manggung saja merchandise sudah ludes terjual," tuturnya sambil tertawa.

Daniel pun mau berbagai cerita soal keuntungan menjual merchandise di Korea Selatan. Menurutnya, keuntungan yang didapatkan cukup besar. Namun, ia tidak merinci berapa banyak barang yang dijualnya tersebut.

"Di Korea kita main di dua titik, dapatlah Rp 26 juta. Ya, bisalah beli macam-macam. Di Jepang juga lumayan. Soalnya kan memang ada di beberapa acara yang kita dibayar, tapi enggak cukup buat akomodasi. Kadang kita juga sampai jual barang selain CD, seperti patch, kaus," kata Daniel.

Deadsquad x Burgerkill (Foto: Dok. supermusic.id)

Jelang ke Eropa, Daniel ingin meraup keuntungan serupa seperti di Korea Selatan. Sebagai orang yang mengurusi berbagai pernak-pernik di Deadsquad, vokalis berambut gondrong itu tak mau menjual kaus yang konsepnya telah berbulan-bulan dibuat.

"Jadi, kita sudah buat konsep dan merchandise dari enam bulan lalu. Tapi, merch itu semua kita rombak total, supaya ada unsur perpaduan Indonesianya," ujarnya.

Menurut Daniel, rahasia agar bisa mendulang banyak rezeki lewat mechandise adalah kombinasi unsur asli negara luar negeri, dan unsur lokal Indonesia.

"Kayak Jepang waktu itu, gue coba masukin unsur lokal sana ke-mechandise Deadsquad, terus gue gabung sama unsur lokal, sama di Korea juga," katanya.

Deadsquad. (Foto: Instagram/@deadsquad.official)

Hasil jualan merchandise Deadsquad sudah tergolong besar, namun Daniel seolah masih terus merasa kurang. Karena itu, ia juga menjual kaset dan berbagai dagangan pribadi lainnya.

"Jadi, janjian dulu gitu kan, terus COD-nya di sana. Jadikan dagang merchandise ada, dagangan sendiri ada, rokok juga ada. Jadi gue kayak SPG," ucapnya berseloroh.

"Barang dagangan beberapa band teman juga gue bawa kalau menurut gue layak orang luar tahu. Kan Deadsquad dapat 8 titik distribusi di Jepang, gue bisa bantu mereka jual di sana. Ada banyak band teman, kayak War Master dari Yogya, Dead Vertical juga pernah," tutup sang vokalis Deadsquad tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.31