Pencarian populer

Film 'Tajuro Jun Aiki' Tutup Kyoto International Film Festival 2018

Konferensi pers film Tajuro Jun Aiki di KIFF 2018 dan Penutupan KIFF 2018. (Foto: Anissa Sadino/kumparan)

Setelah 20 tahun absen dari dunia perfiman Jepang, sutradara Sadao Nakajima kembali melahirkan karya. Film terbarunya, 'Love's Twisting Path' atau 'Tajuro Jun Aiki', tayang perdana di Kyoto International Film Festival (KIFF) 2018 pada Minggu (14/10).

'Tajuro Jun Aiki' adalah jidaigeki atau film drama yang mengambil latar belakang kota Edo sekitar tahun 1603 hingga 1868. Film ini menghadirkan banyak adegan chanbara atau pertarungan menggunakan pedang, sesuai dengan ciri khas film-film Nakajima sebelumnya.

kumparan mendapat kesempatan untuk menonton film Sadao Nakajima. Bertempat di Yoshimoto Gion Kagetsu, Kyoto, Jepang, film 'Tajuro Jun Aiki' diputar pukul 15.00 waktu setempat dan dihadiri banyak penonton.

Saat film berakhir, penonton tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan untuk karya terbaru Sadao Nakajima. Tak lama kemudian, Sadao Nakajima muncul ditemani Kengo Kora, pemeran Tajuro, dan Ryo Kimura, pemeran Kazuma, adik Tajuro.

Konferensi pers film Tajuro Jun Aiki di KIFF 2018 dan Penutupan KIFF 2018. (Foto: Anissa Sadino/kumparan)

Ketiganya melempar senyum seraya duduk di kursi. Mereka juga mengaku senang dan bangga 'Tajuro Jun Aiki' tayang perdana di KIFF 2018.

"Aku senang main film ini. Film ini syutingnya sudah lama, jadi aku seperti mengingat lagi beberapa adegan dari film ini," ucap Kengo.

"Aku berharap karya ini bisa diterima masyarakat yang baru saja menontonnya dan penonton di tempat lain," timpal Ryo.

Sadao sendiri merasa puas filmnya sudah tayang. "Sudah 20 tahun enggak bikin film, akhirnya aku menghasilkan karya lagi. Akhirnya!" ujarnya.

Aktor Jepang, Kengo Kora. (Foto: Anissa Sadino/kumparan)

Kengo menuturkan, dia merasa beruntung bisa bermain di film jidaigeki besutang seorang maestro seperti Nakajima. Dia juga mendapatkan banyak hal dan pengetahuan baru saat bermain dalam film tersebut. Apalagi, 'Tajuro Jun Aiki' berkisah tentang seorang samurai yang hidup pada zaman dulu.

"Saat aku melihat lawan mainku dan diriku sebagai seorang samurai mengayunkan pedang, ada perasaan tertentu dan kita harus merasakannya, seperti, 'Kenapa aku harus mengkhunuskan pedang ini?'. Jadi, enggak hanya memainkan pedang, bermain kecepatan, dan merobek daging saja, tapi kamu harus paham apa arti dari semua itu," jelas bintang film 'Norwegian Wood' itu.

Sutradara Sadao Nakajima (Foto: Dok. 2015.kiff.kyoto.jp)

Menutup perbincangan, Sadao Nakajima berharap film jidaigeki kembali laris seperti era zaman dahulu. Tak hanya itu, dia juga berharap banyak aktor dan aktris muda yang bersedia untuk bermain film bergenre jidaigeki.

"Zaman sekarang, film jidaigeki jarang terlihat. Aku lihat, Kengo dan Rio sangat semangat saat bermain dalam film 'Tajuro Jun Aiki' dan aku terkesan. Aku melihat mereka seperti cucuku, dan aku bangga pada mereka," tuturnya.

Film 'Tajuro Jun Aiki' pun menutup gelaran KIFF 2018 yang telah digelar di Kyoto, Jepang, sejak 11 Oktober lalu hingga hari ini. Acara ditutup dengan sambutan dari Ichiya Nakamura, Chairman KIFF 2018, Walikota Kyoto, Daisaku Kadokawa, dan ajakan Sadao Nakajima untuk bersulang di Hotel Okura, Kyoto. Acara pun berakhir dengan tepuk tangan yang meriah dan makan malam.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.55