Kumparan Logo

Galih Ginanjar Ungkit Jasanya Pernah Ikut Merawat Ayah Fairuz

kumparanHITSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Galih Ginanjar di Polda Metro Jaya Foto: Aria Pradana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Galih Ginanjar di Polda Metro Jaya Foto: Aria Pradana/kumparan

Aktor Galih Ginanjar kini mendekam di tahanan imbas terjerat kasus 'ikan asin'. Pria 31 tahun itu awalnya sempat merasa tidak bersalah terkait pernyataannya dalam video 'GALIH GINANJAR CERITA MASA LALU’ yang menyindir mantan istrinya, Fairuz A Rafiq.

Namun setelah berada di balik jeruji besi, Galih menyadari perbuatannya tersebut. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga besar Fairuz lewat sebuah surat, yang dibacakan oleh istri siri Galih, Kumalasari.

"Saya Galih Ginanjar pengin mengucapkan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada ibu Fairuz, mamanya Fairuz, dan kakak-kakaknya ibu Fairuz, serta keluarga ibu Fairuz di manapun berada, atas keteledoran saya, kekeliruan saya, hingga mengakibatkan ketidaknyamanan ibu Fairuz dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di manapun ibu Fairuz berada," kata Galih dalam surat tersebut, Selasa (30/7).

Perseteruan Fairuz A Rafiq dan Galih Ginanjar. Foto: kumparan

Tidak cuma lewat surat, Galih Ginanjar kini meminta maaf kepada Fairuz melalui sebuah video. Nah, video yang berisi permintaan maaf dari pemain sinetron 'Cinderella' itu beredar di internet.

Dalam permintaan maafnya di video tersebut, Galih mengaku tidak bermaksud berkata yang tak mengenakkan ke Fairuz.

Di sisi lain, Galih juga mengungkit mengenai jasanya ke mantan mertuanya, mendiang A. Rafiq, dan membawa-bawa King Faaz Arafiq, buah hatinya ketika menikah dengan Fairuz.

"Aku minta maaf, ya, aku juga enggak bermaksud ngomong seperti itu. Ya, kamu ingat dong, aku juga ingat Faaz, dan aku juga dulu pernah merawat papa kamu, pernah dekat sama papa kamu," ucap Galih.

Pria kelahiran Garut itu berharap tindakannya tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Fairuz untuk memaafkan dirinya. "Makasih, ya, sebelumnya," ujar Galih di akhir video.

Kuasa Hukum Rihat Hutabarat usai mendampingi Galih Ginanjar menjalani pemeriksaan. Foto: Giovanni/kumparan

Ketika dikonfirmasi, kuasa hukum Galih, Rihat Hutabarat, membenarkan kliennya membuat video permintaan maaf tersebut. Memang Rihat kala itu tidak bersama Galih. Namun, ia mendapat kabar mengenai video permintaan maaf dari pemain sinetron 'Bunga' itu.

"Benar (Galih minta maaf lewat video). Sudah ada di media sosial. Cuma mengenang masa lalu, dulu waktu mengurus ayah Fairuz dan anak," ucapnya ketika dihubungi kumparan, Senin (5/8).

Galih Ginanjar (tengah) saat dibawa anggota kepolisian di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, (12/7). Foto: Ronny

Permintaan maaf yang Galih sampaikan ditanggapi oleh netizen. Ada yang menilai pria kelahiran April 1988 itu seharusnya meminta maaf tanpa perlu mengungkit jasanya ke ayah Fairuz.

Rihat mengaku belum bisa menanggapi mengenai hal itu. Ia mengatakan mesti berkomunikasi terlebih dahulu ke Galih.

"Harus tanya langsung ke dia. Itu 'kan perkataannya. Saya coba tanyakan dulu (ketika bertemu)," tutur Rihat.

Fairuz A Rafiq di PMJ. Foto: Ainul Qalbli/kumparan

Kakak Fairuz, Ranny A Rafiq, juga sempat mengomentari permintaan maaf Galih Ginanjar. Ranny menyampaikan pandangannya lewat unggahan di Instagram Story miliknya.

Menurut Ranny, Galih seharusnya enggak mengungkit mengenai tindakannya merawat A Rafiq dulu. Sebab, hal itu merupakan kewajiban dari seorang mantu.

"Ya Allah...Pakai ungkit-ungkit ngerawat orang tua dan anak kandung sendiri...Itu sudah kewajiban Otong!!!! Mau anak, mau mantu tetap aja kewajiban kalau ada orang tua atau mertua sakit, ya dijaga...Paan sih pakai diungkit-ungkit," tulis Ranny.

"Otong sehat enggak sih...Masak urus anak anak pula diomongin..." lanjutnya.

Ranny sebenarnya enggak mau julid terkait keterangan Galih saat meminta maaf ke Fairuz. Namun, Ranny sepertinya enggak bisa menahannya.

"Aduh..Gue bingung...Pengin enggak julid, kok ya begitu amat! Ngomong pinteran dikit coba...Yang bisa diterima nalar manusia," tulis Ranny.

collection embed figure