Hannah Al Rashid Hobi Berburu Barang Antik di Pasar Loak

Aktris Hannah Al Rashid memiliki hobi mengoleksi barang-barang antik dan bekas. Dia mengaku bukan termasuk orang yang mementingkan merek, ketika akan membeli suatu barang.
Untuk mengoleksi barang-barang antik tersebut, perempuan berumur 32 tahun ini memerhatikan harga sebelum membelinya. Dia lebih suka dengan barang yang tidak terlalu mahal.
“Biasanya barang-barang vintage lebih ke-clothes, dan biasanya untuk harga yang tidak mahal,” ujar Hannah saat ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Pemeran film ‘Buffalo Boys’ itu senang berburu barang antik, baik di Indonesia maupun di London, Inggris. “Di situ biasanya suka dapat banyak barang yang mereknya, ‘wah’ tapi harganya sangat merakyat,” katanya.
Sebelum membeli barang yang diinginkan, perempuan kelahiran London, Inggris ini telah melakukan banyak perhitungan dan pertimbangan. Salah satu barang antik paling mahal yang pernah dibelinya, tak lebih dari Rp 2 juta.
“Paling untuk leather boots dari Italia, itu pun hanya 60 pounds, itu dibawah Rp 2 juta mungkin Rp 1,5 juta. Tapi, boots-nya sampai sekarang sudah 10 tahun dan dipakai terus,” ucap Hannah Al Rashid.
Ada satu tempat di Tanah Air yang sering dikunjungi oleh pemeran film ‘Aruna dan Lidahnya’ itu untuk berburu barang antik, yakni di salah satu pasar yang berlokasi di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
“Dulu sering hunting di pasar Poncol, Senen, hunting di situ dan ada beberapa barang yang langka banget. Kalau sudah nemu, benar-benar dipegang erat, supaya orang lain enggak ada yang ambil,” beber Hannah.
Hannah kerap dianggap sebagai seorang turis asing oleh beberapa orang pedagang di pasar. Sehingga, mereka memberi harga yang cukup mahal padanya. Kendati demikian, dia melakukan negosiasi dengan para pedagang.

“Banyak penjual menyangka gue bule, jadi harganya dinaikin. Terus, gue harus kayak, ‘Halah, gue kan artis sini, masa harga bule sih’. Semua orang baru kaget, nego, gitu,” tutur Hannah.
“Kadang ada (pedagang) yang ngenalin, ‘kamu yang main (film) itu ya’, ‘ah artis bisa bayar mahal’, (Hannah jawab) ‘artis miskin juga tahu, belum tentu dikasih fee yang banyak’. Paling banyak bercanda sih sama penjualnya,” sambungnya.
Sayangnya, kini perempuan kelahiran 25 Januari 1986 itu sudah jarang berkunjung ke sana. “Sudah lama banget enggak ke sana. Tapi, waktu awal pindah ke sini (Indonesia), sering banget ke sana,” tutup Hannah Al Rashid.
