Jenazah Gitaris 'Seventeen' Akan Dimakamkan di Ternate

Gitaris grup musik ‘Seventeen’, Herman Sikumbang, meninggal dunia akibat tsunami yang menerjang Banten pada Sabtu (22/12). Kala tsunami terjadi, band pemilik lagu ‘Jalan Terbaik’ itu sedang tampil dalam acara gathering karyawan PLN di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten.
Jenazah Herman ditemukan pada Minggu (23/12) di area panggung. Dari sana, jenazah pria berusia 36 tahun itu dibawa ke rumah duka di kompleks DPR-RI, Pancoran, Jakarta Selatan.
“Mau dibawa ke sini dulu. Di sini ada pengajian jam 19.00 WIB,” kata Tanti, manajer istri Herman, Juliana Moechtar alias Uli di rumah duka, Minggu (23/12).

Namun, Herman ‘Seventeen’ tidak akan dimakamkan di Jakarta. Rencananya, pada pukul 01.30 WIB nanti, ia akan diterbangkan ke Ternate.
Uli menyatakan pemakanan di Ternate merupakan permintaan dari ayah Herman. “Papanya telepon subuh dan minta izin, kalau kak Eman sudah enggak ada lagi, jenazahnya di Ternate, ya,” ucapnya.
Herman meninggalkan seorang istri dan dua anak. Masing-masing anaknya berumur 6 dan 5 tahun.
Kesedihan dirasakan oleh anak-anak Herman ‘Seventeen’ begitu tahu bahwa sang ayah telah meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. Uli menyatakan anak pertamanya sempat menangis begitu mendengar kabar mengenai ayahnya.
“Yang (anak) pertama kayaknya mengerti. Memang dia pagi nangis cuma ngomong, ‘Papa mana? Kenapa enggak pulang?’ Terus akhirnya tadi udah dijelasin. Yang pertama udah tahu karena dia dekat banget,” tutup Uli.
