Jennifer Dunn Dikirimi Sajadah dan Alquran Agar Banyak Beribadah

Sudah lima hari pesinetron Jennifer Dunn meringkuk di balik jeruji besi rumah tahanan Polda Metro Jaya. Perempuan yang akrab dipanggil Jedun ini masih harus menjalani beberapa pemeriksaan, salah satunya konfrontasi dengan tersangka FS dan tersangka R.
Selama menjalani masa penahanan Jedun sendiri diketahui baru dijenguk oleh salah satu kerabatnya. Namun ibunda Jedun, Linda Caroline, belum terlihat menengok anaknya itu karena masih berada di Papua.
"Baru paman dan adiknya. Adiknya yang mengantar makanan," ungkap Pieter Ell saat ditemui di Polda Metro Jaya, baru-baru ini.
Kendati belum menjenguk sang anak yang sudah tiga kali diciduk polisi karena kasus penyalahgunaan narkoba, namun ibunda Jedun tetap memberikan perhatian kepada pemain film 'Buruan Cium Gue' itu. Hal tersebut diungkapkan oleh Pieter saat Jedun mendapat kiriman alat ibadah dari sang ibu.
"Dia sempat dikirimi Alquran dan sajadah. Ibunya minta (Jedun) berdoa dan banyak beribadah. Makanya tadi kita buru-buru karena Jedun ingin salat," ujar Pieter.
"Jedun sendiri hanya minta didoakan oleh keluarga besarnya," tambah Pieter.

Dalam kesempatan yang sama Pieter juga menjelaskan soal video yang sempat viral dan menampilkan sosok Jedun yang menangis tersedu-sedu minta disembuhkan dari ketergantungan narkoba. Pieter pun membenarkan terkait permohonan Jedun dalam video tersebut.
"Jadi, video itu memang betul. Itu terjadi beberapa jam sebelum ditahan, saya sebagai pengacara menjelaskan konsekuensi hukum ini adalah penahanan dan dia shock saat itu," ujar Pieter.
Dalam video itu sendiri terlihat Jedun yang menangis di hadapan Pieter sambil memohon untuk tidak dihukum.
"Bang, saya enggak mau dihukum bang. Saya cuma mau disembuhin," ungkap Jedun sambil terus menangis.

Lantas, benarkah Jedun akan dipenjara dan tidak direhabilitasi?
"Itu nanti hakim yang memutuskan terkait proses hukumnya. Nanti rehab atau dihukum nanti hakim yang memutuskan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di kantornya, Selasa (9/1).
Selain itu, Argo juga menuturkan terkait rehabilitasi Jedun itu adalah hak dari pelaku. "Hak mereka minta direhabilitasi," ujar Argo.
Sebelumnya Jedun tertangkap di kawasan kemang Jakarta Selatan pada 31 Desember 2017 lalu usai melakukan transaksi narkoba dengan seorang pria berinisial FS. Dari tangan FS, polisi menyita 0,6 gram sabu dan dua unit handphone milik FS.

Selain meringkus dua tersangka Jennifer dan FS, polisi juga menyita barang bukti bungkus rokok berisi 0,6 gram shabu, dua unit telepon selular dan satu pipa plastik untuk menggunakan barang haram tersebut.
Polisi juga telah meringkus teman Jennifer Dunn berinisial R alias T yang sempat mengonsumsi sabu bersama. Petugas menciduk R dengan barang bukti sabu sisa pakai 0,2 gram, alat hisap dan klip plastik bungkus sabu di rumah kerabatnya kawasan Pejaten Jakarta Selatan.
