Pencarian populer

Kembali Bernyanyi, Widyawati Isi Soundtrack Film 'Ambu'

Widyawati. Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan

Artis senior Widyawati terlibat dalam film 'Ambu'. Tak hanya sebagai pemain, ia juga dipercaya untuk mengisi soundtrack film tersebut.

Rupanya, istri dari mendiang Sophan Sophiaan ini masih percaya diri untuk menunjukkan kebolehannya dalam bernyanyi. Seperti diketahui, Widyawati pernah bernyanyi di tahun 1970-an bersama suaminya mengisi soundtrack 'Pengantin Remaja'. Ia juga memiliki dua album studio yaitu 'Saat Aku Sendiri' (1986) dan 'Nostalgia' (2000).

Widyawati mengaku tak berpikir panjang saat diminta sang sutradara Farid Dermawan untuk mengisi soundtrack film 'Ambu'. Sebab, ia memang sudah punya keinginan kembali bernyanyi.

"Alhamdulillah saya sebenarnya pengin nyanyi (lagi) sejak lama. Awalnya memang dibilang mau ada suaraku di soundtrack. Oke, enggak masalah, karena saya juga sering kan (bernyanyi),” kata Widyawati ketika ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/5).

Widyawati saat konferensi pers film Ambu. Foto: Giovanni/kumparan

Widyawati juga sempat terharu kala membaca rangkaian bait dari lagu berjudul 'Semesta Pertamaku'. "Sempat nangis sih, ada beberapa bait yang saya nangis karena saya ngebayangin ketika kejadian itu,” ucap wanita yang kini 68 tahun itu.

Widyawati tak terlalu kesulitan ketika harus bernyanyi kembali. Meski begitu, ia sempat mengalami kendala saat diminta penata musik, Andi Rianto, untuk bermain di nada tinggi.

"Sebetulnya, ini bukan nada saya. Jadi, Andi saya bilang 'Gila lo kasih nada tinggi banget.' Saya terpaksa falset agak (tinggi) gitu yang penting lagunya bagus, syairnya bagus," jelasnya.

Ambu bercerita tentang seorang ibu bernama Misnah (Widyawati) yang ditinggalkan oleh perempuan satu-satunya, Fatma (Laudya Cynthia Bella). Fatma kemudian kembali ke rumah ibunya bersama anak kandungnya, Nona (Lutesha).

Kembalinya Fatma bersama dengan anak perempuannya itu, sempat mengundang amarah Misnah. Ya, beragam keharuan dan kebahagiaan pun muncul meluputi ketiganya kala itu.

Loading Instagram...

Proses syuting film ini memakan waktu lebih kurang dua minggu. 90 persen latar di film tersebut diambil di Baduy. Widyawati mengatakan bahwa dirinya amat senang waktu pertama kali diajak syuting ke sana.

"Iya karena saya sudah bayangkan ini pasti sesuatu yang lain dari kondisi seperti di kota. Jadi sesuatu sekali buat saya luar biasa memang kehidupan di sana jauh berbeda dengan di luar," tuturnya.

Widyawati tak punya target muluk-muluk terhadap film tersebut. Ia berharap, film yang tayang pada 16 Mei 2019 ini bisa turut mempromosikan pariwisata Baduy.

"Kita semua pasti akan berusaha untuk mempromosikan (film) karena ini adat yang perlu dilestarikan ini film yang luar biasa," tutupnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63