Limbad Ikut-ikutan Sang Anak Bikin Video Kiki Challenge

Kiki Challenge menjadi fenomena baru di jagat maya. Banyak orang yang mulai mencoba tantangan berjoget di samping mobil yang sedang berjalan sambil memutarkan lagu Drake berjudul 'In My Feelings'. Pesulap Limbad pun tak mau ketinggalan menjajal hal tersebut.
Pria yang biasa tampil garang itu justru sangat menghibur ketika tengah melakukan Kiki Challenge. Wajahnya yang biasanya seram, seketika berubah menjadi sangat menyenangkan dalam video yang diunggah ke akun Instagramnya, @limbadindonesia.
Menurut Limbad, video tersebut dibuat atas dasar spontanitas. Tantangan tersebut diberikan oleh pihak manajemen kepada pria berusia 46 tahun itu saat melihat sepinya area parkir. Hal itu langsung diterima oleh Limbad.
“Karena (juga) ngelihat anaknya jadi dia (Limbad) pengin nyaingin anaknya si Cecil,” kata Limbad lewat manajernya, Niko, ketika ditemui di kawasan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (2/8).
Awalnya, Limbad melihat apa yang sedang viral di media sosial. Rupanya pemenang The Master musim 2 ini juga melihat aksi dari putrinya, Cecilia Gina yang turut melakukan tantangan tersebut.
Tak sekadar Kiki Challenge, pria kelahiran Slawi, Jawa Tengah ini juga menggantikan lagu Drake ke musik tarling di akhir videonya itu. Limbad mengatakan bahwa dirinya memang lebih suka memutar musik tradisional Indonesia tersebut.
“Makanya kita ubah (lagunya). Berubah ekspresinya (jadi) senang banget. Dia lebih suka lagu tarling, lagu dangdut-dangdut gitu.” ucapnya.
Limbad juga tak khawatir image seramnya berkurang dengan video yang ia unggah itu. Lewat video tersebut, ia ingin menunjukkan sisi lain dari kepribadiannya.

“Terutama anak-anak ngelihat master kan seram. Ini untuk sisi anak-anaknya dia ngelihat bahwa master enggak selalu seram, tapi juga update dengan hal baru dan lucu,” tutur Niko.
Tantangan yang sedang viral ini memang dinilai cukup berbahaya. Sebab sebagian besar orang menggunakan jalan raya sebagai lokasi pembuatan video tersebut. Bahkan hal ini sempat menjadi perhatian pemerintah terutama untuk keselamatan berlalu lintas.
“Kalau dilarang jangan, yang penting tidak dilakukan di tempat berbahaya,” tutup Niko.
