kumparan
15 Sep 2019 18:08 WIB

Membandingkan Maudy Ayunda dan BCL, Pemeran Ainun Habibie di Film

Maudy Ayunda dan Bunga Citra Lestari Foto: Grafik: Nunki Lasmaria Pangaribuan/kumparan
Bunga Citra Lestari (BCL) dan Maudy Ayunda sedang berkabung. Keduanya kehilangan sosok bersejarah yang juga Presiden ke-3 Indonesia, B.J Habibie.
ADVERTISEMENT
BCL dan Maudy memerankan tokoh yang sama dan penting dalam kehidupan Habibie, yakni Ainun. BCL memerankan Ainun di film 'Habibie & Ainun', sedangkan Maudy berperan sebagai Ainun muda di 'Habibie & Ainun 3'.
Mari melihat perjalanan karier keduanya sejak awal hingga kini lewat poin-poin berikut.
  1. Awal karier
Bunga Citra Lestari Foto: Munady
Meski lahir di Jakarta, BCL menghabiskan masa remajanya di Lhokseumawe, Aceh. Di usia 19 tahun, BCL yang telah kembali ke Jakarta dipercaya untuk bermain di sinetron '7 Tanda Cinta' (2002) dan menjadi lawan main dari artis-artis seperti Sukma Ayu, Baim Wong, dan Raffi Ahmad.
Bunga Citra Lestari di sinetron 'Akibat Banyak Gaul'.Dok: YouTube
Setelah sinetron tersebut berakhir pada 2003, Multivision Plus menggaet BCL untuk memerankan tokoh utama di sinetron 'Akibat Banyak Gaul (ABG)' bersama Dimas Seto dan Tommy Kurniawan. Di sinetron ini, ia langsung menjadi pemeran utama.
ADVERTISEMENT
Meski kariernya berawal dari sinetron, BCL di masa itu justru lebih terkenal sebagai penyanyi berkat single 'Kumerindu' yang dikerjakan bersama PAS Band dan 'Saat Kau Pergi', original soundtrack film 'Dealova'. Saat lagu 'Sunny' dirilis pada 2006, nama BCL pun semakin melambung di industri hiburan Indonesia.
Berbeda dari BCL, Maudy Ayunda sudah menjadi aktris di usia yang sangat muda. Di umur 12 tahun, ia telah menjadi pemeran utama di film 'Untuk Rena' (2006).
Hebatnya, Maudy langsung memenangkan 'Pemeran Wanita Terpilih' di Festival Film Indonesia 2006 berkat film tersebut. Ia mengalahkan banyak artis yang jauh lebih senior, seperti Nirina Zubir, Cornelia Agatha, Kinaryoshi, dan Titi Kamal.
Pada 2009, Maudy berperan sebagai Zakiah Nurmala di film 'Sang Pemimpi'. Di tahun yang sama, ia terpilih menjadi finalis GADIS Sampul dan namanya pun kian diperhitungkan sebagai artis remaja Indonesia yang multi-talenta.
ADVERTISEMENT
  1. Karier musik
Di awal kariernya, BCL memang sudah terkenal sebagai penyanyi. Berkat single 'Sunny', album perdana BCL yang bertajuk 'Cinta Pertama' (2006) laris terjual 75 ribu kopi hanya dalam waktu dua minggu.
Dua tahun berselang, BCL kembali sukses besar berkat album 'Tentang Kamu'. Di salah satu single dari album ini yang bertajuk 'Aku dan Dirimu', BCL berkolaborasi dengan legenda rock Indonesia, Ari Lasso, dan memenangkan 'Karya Produksi Kolaborasi Terbaik' di Anugerah Musik Indonesia 2008.
Saat merilis album 'The Best of BCL' (2013), ia lagi-lagi menyabet banyak penghargaan, termasuk 'Karya Produksi Terbaik (Dance Electronic)' dan 'Karya Produksi Terbaik (Film OST)' dari Anugerah Musik Indonesia. Pada 2017, ia merilis album terbaru bertajuk 'It's Me BCL' dan karya kolaborasinya bersama Dipha Barus yang merupakan lagu milik Reza Artamevia yang didaur ulang, 'Aku Wanita', menjadi single andalan BCL.
ADVERTISEMENT
Maudy baru berani menunjukkan bakatnya di dunia tarik suara saat merilis album 'Panggil Aku...' (2011) dengan hit single 'Tiba Tiba Cinta Datang'. Satu tahun berselang, Maudy ditunjuk untuk berperan dan mengisi soundtrack 'Perahu Kertas'.
Berkat album 'Perahu Kertas', Maudy masuk sebagai nominasi 'Pendatang Baru Terbaik' dan 'Soundtrack Terbaik' di Anugerah Musik Indonesia 2013. Indonesian Movie Awards 2013 juga menjadikan Maudy nominasi dalam kategori 'Soundtrack Terfavorit'.
Maudy sempat berduet dengan penyanyi Amerika Serikat, David Choi, untuk menelurkan single 'By My Side'. Anugerah Musik Indonesia pun menjadikannya nominasi 'Kolaborasi Pop Terbaik' pada 2015.
Setelah sekian lama menjadi nominasi, Maudy baru sukses memenangi ajang penganugerahan musik berkat album 'Moments' (2015). Ia terpilih sebagai Female 'Singer of The Year' di Indonesian Choice Awards 2015 .
ADVERTISEMENT
  1. Karier film
BCL termasuk sebagai salah satu pesinetron yang berhasil mendulang kesuksesan di industri film. Sejak film pertamanya yang bertajuk 'Cinta Pertama', BCL telah masuk nominasi 'Most Favorite Actress' di MTV Indonesia Movie Awards 2007.
Setelah itu, BCL berperan di film 'Kangen' (2007) dan 'Ada Kamu, Aku Ada' (2008) sebelum dipertemukan dengan suaminya, Ashraf Sinclair, di film 'Saus Kacang' (2008). Film itu dirilis tepat satu bulan setelah BCL dan Ashraf resmi menikah pada November 2008.
Nama BCL kian melambung setelah berperan sebagai almarhumah Ainun, istri B.J Habibie, di film 'Habibie & Ainun' (2012). Duetnya bersama Reza Rahadian memukau, dan ia sukses memenangkan penghargaan 'Soundtrack Terfavorit' dari Indonesian Movie Awards berkat lagu 'Cinta Sejati' yang dinyanyikannya untuk film tersebut.
ADVERTISEMENT
Karya keren dari BCL lainnya adalah 'My Stupid Boss', '3 Srikandi', dan 'Surat Kecil untuk Tuhan'. Ia pun pernah sumbang suara untuk film animasi 'Si Juki The Movie'.
Di usia 12 tahun, Maudy sudah dipercaya untuk menjadi bintang utama di film 'Untuk Rena' (2005). Setelah itu, ia berperan sebagai Zakiah di film 'Sang Pemimpi', Andini di film 'Rumah Tanpa Jendela', dan Indah di film 'Tendangan dari Langit'.
Di dua film 'Perahu Kertas' Maudy berperan sebagai Kugy. Di film ini, ia diduetkan dengan Adipati Dolken yang kala itu juga masih sangat muda.
Ia juga pernah bermain di film drama musikal yang bertajuk 'Refrain' pada 2013. Sama seperti BCL, Maudy juga pernah menyumbang suara di film animasi, yakni 'Battle of Surabaya'.
ADVERTISEMENT
Maudy pun ditunjuk untuk berperan sebagai almarhum Ainun muda di film 'Habibie & Ainun 3' menggantikan BCL. Jefri Nichol hendak ditunjuk untuk berperan sebagai BJ Habibie menggantikan Reza Rahadian.
  1. Kehilangan sosok B.J Habibie
Sama-sama berperan sebagai Ainun di film, BCL dan Maudy Ayunda tentu merasa amat kehilangan saat mengetahui B.J Habibie meninggal dunia pada Kamis (12/9).
Bunga Citra Lestari Foto: Munady/kumparan
Kala itu, BCL mengaku belum percaya B.J Habibie telah meninggal dunia. Dengan wajah sedih, BCL mengenang momen menyenangkan bersama Habibie semasa hidup.
"Biasanya kalau aku manggung atau event di TV, tiba-tiba eyang video call, 'Eyang nonton Bunga'. Dia selalu memberikan masukan, memberikan pujian, dan apapun yang aku lakukan selalu di-support," katanya kala itu.
Penyanyi sekaligus aktris Maudy Ayunda saat konferensi pers single berjudul Goodbye di Kemang, Jakarta, Kamis, (5/9). Foto: Ronny
Maudy Ayunda tidak bisa menghadiri pemakaman BJ Habibie seperti BCL, namun ia tetap menyampaikan rasa belasungkawanya lewat Instagram. Ia mengaku sangat bersedih dan kehilangan sosok idola yang dicintai.
ADVERTISEMENT
"I’m at a lost for words and I cherish every moment we had together," tulis Maudy Ayunda.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan