Pihak Vanessa Angel Minta Jane Shalimar Tak Bicara soal Hukum

Vanessa Angel telah resmi mencabut kuasa pengacara Muhammad Zakir Rasyidin untuk mengurus kasus prostitusi online yang tengah dihadapinya saat ini. Zakir sendiri merupakan pengacara yang direkomendasi oleh sahabat Vanessa, Jane Shalimar.
Beberapa waktu lalu, Jane dan Zakir sempat menggelar konferensi pers terkait kasus Vanessa. Namun ternyata, konferensi pers itu diadakan tanpa konfirmasi dari perempuan berusia 27 tahun itu.
"Pengacara menantang polisi untuk menyebarkan, nah itu kan tidak ada koordinasi apa-apa dengan Vanessa. Intinya gini, Vanessa enggak mau menambah masalah baru, itu saja," kata manajer Vanessa, Lidya, ketika dihubungi kumparan lewat sambungan telepon, Rabu (9/1).

Dalam konferensi pers tersebut, tak hanya Zakir saja yang banyak bicara mengenai kasus yang tengah menimpa Vanessa. Namun, hal tersebut juga dilakukan oleh Jane Shalimar.
Pihak manajemen Vanessa Angel cukup menyayangkan sikap Jane yang banyak bicara mengenai kasus tersebut. Menurut Lidya, seharusnya sebagai orang awam, Jane tak perlu berkomentar tentang permasalahan hukum.
"Sekarang gini, kalau untuk hukum mendingan kita yang enggak tahu hukum tidak usah bicara masalah hukum. Kita hanya meminta jangan bicara masalah hukum," jelas Lidya.

Meskipun begitu, pihak manajemen tak ingin menyudutkan Jane Shalimar terkait permasalahan ini. Mereka justru mengucapkan banyak terima kasih karena wanita berusia 38 tahun tersebut sudah sangat peduli dengan Vanessa.
"Kalau mau bicara dia sahabatan Vanessa segala macam itu no problem, enggak masalah, dan kita juga enggak pernah melarang Jane untuk bertemu Vanessa," kata Lidya.
"Tidak ada masalah sama sekali, Vanessa tidak pernah mengecilkan hati Jane, dia tetap sahabat Vanessa, di garda terdepan lah dia," lanjutnya.
Vanessa Angel ditangkap oleh pihak kepolisian dari Polda Jatim di sebuah hotel di Surabaya pada Sabtu (5/1). Ia diduga terlibat dalam kasus prostitusi online. Vanessa telah menjalani pemeriksaan oleh polisi sebagai saksi, dan akhirnya diperbolehkan pulang ke Jakarta.
