Prilly Latuconsina Segera Rilis Buku Kedua

Aktris muda Prilly Latuconsina telah merilis sebuah buku puisi berjudul '5 Detik dan Rasa Rindu' pada tahun 2017 lalu. Tahun ini, dara berusia 21 tahun tersebut akan kembali merilis buku keduanya yang berjudul 'Fatamorgana'.
Bintang film 'Hangout' tersebut menjelaskan bahwa 'Fatamorgana' berisi tentang sekumpulan kisah di balik penggarapan puisi yang dibuatnya di buku pertama.
"Kalau puisi kan satu-satu, tapi ini aku jadiin satu kesatuan sampai akhirnya menjadi satu cerita," kata Prilly ketika ditemui di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Kamis (23/8).
Prilly mengatakan bahwa menulis puisi menjadi salah satu cara yang baik untuk meluapkan emosi. Adapun cara lain yang bisa dilakukannya adalah menulis lagu. Namun, karena Prilly tak bisa melakukannya, dia memilih untuk menulis buku saja.
Jika buku pertamanya hanya ditulis selama kurun waktu dua bulan saja, penggarapan buku keduanya ini justru memakan waktu selama kurang lebih satu tahun. Kekasih Maxime Bouttier itu mengaku kurangnya pengalaman menulis novel menjadi salah satu faktor penghambat penggarapan buku 'Fatamorgana'.

"Jadi agak susah ngungkapin yang ada di sini (otak) jadi satu tulisan sesuai yang aku mau. Karena sudah tulis dua lembar, aku hapus lagi kadang, ulang lagi, sampai dapat mood-nya," jelas Prilly Latuconsina.
Pemain film 'Danur: I Can See Ghost' itu kemudian berkisah kalau dirinya memang sudah terbiasa menulis diary sejak kecil. Kebiasaan tersebut membuatnya senang berkhayal dan merangkai kata-kata.
Meskipun begitu, Prilly mengaku jika serangan writer's block alias pikiran buntu kerap kali menghampirinya ketika sedang menulis. Dan biasanya, kalau pikirannya sedang buntu, aktris yang pernah diisukan dekat dengan Aliando ini memilih untuk beristirahat atau melakukan kegiatan lain yang ia sukai.
Lebih lanjut, Prilly membeberkan soal sosok penulis yang menjadi inspirasinya ketika membuat novel. Gadis berdarah Ambon itu kemudian menyebut nama penulis novel 'Dilan 1990', Pidi Baiq.
“Karena kepenulisan dia itu jujur, enggak ngikutin teori. Kalau kita ngikutin teori pusing ya? Kalau ayah Pidi Baiq tu enggak. Tulis saja apa yang ada di otak aku dan itu akhirnya memudahkan aku untuk menulis buku. Padahal aku enggak ada pengalaman apa-apa,” bebernya.
Walaupun buku keduanya belum rilis, namun ternyata Prilly sudah menyiapkan diri untuk menggarap buku ketiga. Ia mengatakan bahwa ada kemungkinan dirinya kembali membuat buku yang berisi tentang kumpulan puisi. Bedanya, kali ini dia akan menuliskan puisi dengan tema yang lebih bahagia dan berwarna.
Rencananya, novel Prilly Latuconsina yang berjudul 'Fatamorgana' akan rilis pada September mendatang.
