kumparan
9 Jun 2018 12:13 WIB

Pusakata Hanya Butuh Waktu 2 Jam Ciptakan Lagu 'Cemas'

Aksi Pusakata di acara ngopi Saraosna (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Pasca hengkang dari grup band Payung Teduh, Mohammad Istiqamah Djamad atau yang akrab dipanggil Is, saat ini tengah menggarap proyek baru dengan nama panggung Pusakata. Pada Kamis (7/6) lalu, dirinya baru saja merilis single berjudul ‘Cemas’. Lagu ini bercerita tentang ketakutan anak-anak, karena mereka cemas dan ingin lari dari tempat yang gelap, akan tetapi mereka tidak tahu arah dan tempat yang akan akan dituju.
ADVERTISEMENT
"Single terbaru rilis berjudul cemas. Single kedua setelah bernama Pusakata," ujar Is, pada sela-sela kegiatannya bersama Dompet Dhuafa, di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Jumat (8/6).
"Lagu ini bercerita tentang ketakutan-ketakutan anak kecil yang saya capture dan memang saya dedikasikan lagu cemas untuk anak," imbuh pria berusia 34 tahun.
Is berharap single keduanya dapat menyadarkan orang-orang untuk semakin peduli melindungi hak anak-anak terkait masalah perdagangan manusia, pelecehan seksual hingga korban kekerasan atau perang di belahan dunia manapun.
Is "eks Payung Teduh" bersama Dompet Dhuafa (Foto: Aria Pradana/kumparan)
"Dalam kebijakan atau undang-undang perang manapun mereka adalah golongan yang tidak boleh merasakan dampak gangguan yang sebenarnya secara langsung ataupun tidak langsung karena mereka tidak punya salah apa-apa, mereka tidak ada andil apa-apa dalam segala kepentingan itu," terangnya.
ADVERTISEMENT
Pelantun lagu 'Kehabisan Kata' tersebut mengungkapkan alasannya merilis lagu seminggu sebelum lebaran. Alasannya agar dapat menyadarkan setiap orang pada momen-momen berkumpul dengan keluarga dan penuh dengan kebahagiaan serta menjadi hadiah untuk lebaran tahun ini. 
"Jadi ketika kita bercermin ke anak-anak di rumah itu, itu kita bisa lihat bahwa masih banyak anak-anak di luar sana yang tidak beruntung yang tidak berada di tempat semestinya gitu," tuturnya.
Pelantun lagu 'Akad' itu pun mengaku menciptakan lagu terbarunya hanya dalam waktu selama 2 jam di tempat kelahirannya, Makassar.
"Jadi saya main ketemu sama temen 'ada studio enggak, aku mau coba-coba dong' keindahan pikiran langsung jadi di situ. Saya ngerjain intro, terus bagian lagunya ke first intro terus interlude, sambil nyoret-nyoret di studio pakai handphone liriknya," pungkasnya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya pada 17 April lalu, Pusakata merilis single perdananya pasca hengkang dari Payung Teduh.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan