Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Sebelum Meninggal, Ibunda Paksakan Diri Hadir di Sidang Roro Fitria
15 Oktober 2018 13:16 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:05 WIB

ADVERTISEMENT
Raden Retno Winingsih menghadiri sidang kasus penyalahgunaan narkotika yang menjerat putrinya, Roro Fitria, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Kamis (11/10). Kala itu, ia menemani sang anak menghadapi replik atau tanggapan dari jaksa atas nota pembelaan alias pleidoi yang telah disampaikan pada sidang sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Sidang tersebut rupanya menjadi momen kebersamaan mereka yang terakhir. Sebab, ibunda Roro meninggal dunia pada hari ini, Senin (15/10) pagi, di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati, Jakarta Selatan.
Ternyata, Retno sedang sakit ketika menghadiri sidang tersebut. Ia yang mengidap diabetes dan pernah terkena stroke itu seharusnya beristirahat di rumah agar kesehatannya tak semakin buruk.
"Di ICU, pukul 03.00 WIB Bunda kritis. Napasnya keluar darah. Saya lihat rekam medis, lambungnya luka. Kemarin Bunda sakit, cuma memaksakan datang ke sidang Bu Roro," beber Asgar Sjarfi selaku kuasa hukum Roro Fitria ketika ditemui di RSUP Fatmawati, Senin siang.
Mendiang Retno juga diduga kelelahan lantaran turut mengikuti sidang Roro hingga selesai. "Kami selalu tahu bahwa Bu Roro seperti dikriminalkan seperti pengedar, jadi sidang kami selalu malam, pukul 21.00 atau 22.00 WIB. Bunda kecapekan setiap harinya," ujar Asgar.

Asgar sempat melihat momen perpisahan Roro Fitria dan mendiang Retno usai sidang. Kala itu, pemain film 'Bangkitnya Suster Gepeng' tersebut harus kembali ke Rutan Pondok Bambu, sementara ibunya pulang ke rumah.
ADVERTISEMENT
"Di sidang terakhir itu Bunda melambaikan tangan, tapi karena tangannya bekas stroke, jadi Nyai (Roro) bilang, 'Yang sebelah kiri saja, enggak usah yang sebelah kanan. Itu terakhir bertemu, Kamis kemarin," tutur Asgar.
Pada pertemuan terakhir mereka, Roro dan ibundanya sempat terlihat mengaji bersama. Ditemui usai sidang, perempuan berusia 28 tahun itu mengaku merindukan saat-saat mereka mengaji dan berzikir bersama seusai salat sebelum ia terjerat kasus penyalahgunaan narkotika.
"Saya sebelumnya sama Mama selalu ngaji bersama, setiap habis salat selalu zikir bersama. Saya sangat merindukan momen-momen itu," ujar Roro sembari berlinang air mata.