Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Tidak Ada Taburan Bunga dan Doa Bersama di Pemakaman Debby Nasution
16 September 2018 10:57 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:06 WIB

ADVERTISEMENT
Musisi Debby Nasution mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (15/9). Hari ini, Debby dimakamkan di TPU Pasir Putih, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Jenazah tiba di TPU pukul 09.55 WIB.
ADVERTISEMENT
Ada lebih dari 50 orang yang mengantar jenazah Debby ke tempat peristirahatan terakhir. Selain pihak keluarga dan teman, ada juga jemaah Debby yang datang ke TPU. Aktor Slamet Raharjo dan Eros Djarot juga menghadiri pemakaman Debby.
Suasana penuh haru terlihat di pemakaman almarhum Debby Nasution. Keluarga Debby tak kuasa menahan tangis. Air mata mereka terus mengalir seiring prosesi pemakaman salah satu pendiri Gank Pegangsaan itu, yang berakhir sekitar pukul 10.27 WIB.
Pada saat pemakaman tidak ada doa yang dilantunkan untuk Debby. Selain itu tak ada taburan bunga di atas makam Debby.
"Hari ini kami kehilangan salah satu saudara kita, guru kita, Debby Nasution. Seberapa sayangnya kita dengan beliau, Allah lebih sayang. Innalilahi semoga kita ikhlas melepasnya. Tidak ada doa bersama di sini," ucap salah seorang yang hadir di pemakaman.

Tak cuma keluarga, Eros tak kuasa menahan tangis. Dia menangis karena merasa iri. "Dia pernah bilang, 'Saya enggak mau mati di tempat tidur'. Itu terjadi," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Sementara, Slamet mencoba menahan air matanya selama pemakaman Debby. "Aku ingin menangis, tapi aku tahan, karena kamu pergi sebagai pahlawan. Aku tak mau menangis karena pahlawan tak boleh ditangisi, tapi dihormati," tuturnya.

Kerabat Debby, Kadri Mohammad, menyebutkan bahwa rekannya sempat mengalami kolaps ketika sedang mengisi kajian. Belakang, Debby memang dikenal sangat rajin menggelar kajian.
"Beliau kan selalu buat taklim sabtu-minggu, di masjid Al ikhlas, Cipete. tiba-tiba dia kolaps, serangan jantung kayaknya,” ungkap Kadri ketika dihubungi via sambungan telepon, Sabtu (15/9).

Kadri mengatakan, Tika Bisono, Neno Warisman, dan Arie Kokpit, merupakan beberapa rekan yang kerap menghadiri acara kajian Debby. Selama ini, dia melihat Debby dalam kondisi sehat.
ADVERTISEMENT
“Biasanya dia hari Jumat bahas Alquran atau sejarah Islam. Bahas ayat-ayat suci Alquran juga. Selama ini sehat, cuma paling sakit-sakit biasa aja. Usia sekitar 60-an," ucap Kadri.

Nama Debby Nasution mulai dikenal ketika dirinya membentuk band dengan nama Gank Pegangsaan. Dalam band tersebut ia juga bermain bersama sang adik Keenan Nasution. Bersama Gank Pegangsaan ia telah menghasilkan tiga buah album di antaranya Palestina 1, Palestina 2 dan Kerusuhan.