kumparan
8 Agu 2018 10:25 WIB

10 Jenis Batuk pada Anak dan Bayi yang Perlu Anda Kenali

Saat mendengar bayi atau anak batuk, orang tua pasti merasa sedih. Bukan saja ia tampak kelelahan, tetapi orang tua pun seringkali tak bisa tidur karena suaranya. Tapi suara batuk anak sebenarnya juga bisa membantu lho, Moms. Ya, dari batuk si kecil, Anda dapat belajar membedakan jenis batuk dan kemungkinan penyebabnya. Ini penting, agar Anda juga dapat menentukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya.
ADVERTISEMENT
Ada 11 jenis batuk pada bayi dan anak yang perlu Anda kenali sebagaimana dirangkum kumparanMOM berikut ini:
1. Batuk Mendadak
Ini adalah batuk yang berlangsung sebentar saja, akibat ada sesuatu (makanan atau benda lain) yang tersangkut di saluran napas atau tenggorokan anak. Bisa juga, karena anak tersedak makanan atau minuman yang ke masuk ke saluran napasnya.
Batuk jenis ini tidak berlangsung lama, mungkin hanya sekitar satu menit saja. Tapi bila batuknya tidak juga mereda, segera bawa anak ke dokter. Jangan mencoba mengambil benda yang menyangkut dengan jarai atau alat ya, Moms. Ini justru dapat menyebabkan benda tersebut terdorong lebih dalam hingga menutupi pipa udara yang krusial untuk anak tetap bernapas.
Ilustrasi batuk pilek pada anak (Foto: Thinkstock)
2. Batuk Pilek
ADVERTISEMENT
Bayi atau anak batuk juga bisa disebabkan karena ia sedang pilek. Batuk yang menyertai pilek biasanya kering dan atau berdahak tapi tidak berlangsung lama. Bila gejala pileknya sudah mereda, begitu juga dengan batuknya.
3. Batuk Malam Hari
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan anak batuk pada malam hari. Yang paling umum adalah sinus dan asma. Mengapa hanya pada malam hari? Sebab di malam hari saluran napas cenderung sensitif dan mudah teriritasi. Tak perlu khawatir, yang penting diskusikan dengan dokter cara mengatasi sinus atau asmanya.
4. Batuk Siang Hari
Alergi, asma, pilek, flu dan infeksi pernapasan lain bisa menjadi penyebab anak batuk di siang hari. Batuk ini biasanya membaik saat hari beranjak malam dan anak beristirahat. Untuk mengatasinya, usahakan ruangan tidak terlalu kering. Hindari selalu menyalakan AC dan tunda dulu keinginan memberi anak binatang peliharaan yang berbulu.
Ilustrasi anak demam (Foto: Thinkstock)
5. Batuk dengan Demam
ADVERTISEMENT
Batuk dengan demam perlu Anda waspadai. Perhatikan, berapa suhu tubuhnya? BIla hanya demam ringan dengan suhu di bawah 39 derajat celsius, bisa saja anak hanya mengalami batuk pilek biasa. Tapi demam tinggi hingga lebih dari 39 deraja celsius, mungkin ini tanda anak mengalami pneumonia.
Pneumonia adalah radang akut yang menyerang jaringan paru dan sekitarnya. Pneumonia adalah manifestasi infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) yang paling berat karena dapat menyebabkan kematian. Bila Anda curiga anak mengalami hal ini, segera bawa ke dokter ya, Moms!
6. Batuk Menetap
Batuk yang menetap atau tidak sembuh-sembuh bahkan lebih dari 1 bulan bisa disebabkan adanya infeksi kronis di jalan napas anak atau bayi. Kondisi ini juga perlu Anda konsultasikan segera ke dokter.
ADVERTISEMENT
7. Batuk dengan Mengi
Anak batuk dan Anda bisa mendengar bunyi siulan kecil yang terdengar seperti 'ngik-ngik' saat ia bernapas? Inilah batuk dengan mengi. Suara mengi yang terdengar saat anak mengeluarkan napas menandakan adanya sumbatan pada jalan napas bagian bawah. Infeksi pernapasan bawah seperti bronkiolitis dan pneumonia bisa menjadi penyebab sumbatan ini.
Mengi juga bisa disebabkan oleh asma atau ada benda yang tersangkut di saluran napas anak. Bila ini pertama kali anak Anda mengalaminya, mungkin ia perlu diperiksa oleh dokter.
8. Batuk Menggonggong
Batuk menggonggong disebabkan oleh alergi, perubahan suhu di malam hari, atau infeksi pernapasan akibat virus. Jenis batuk ini, biasanya dialami anak pada malam hari dan paling banyak terjadi pada anak di bawah usia 3 tahun.
Ilustrasi bayi baru lahir. (Foto: Thinkstock)
9. Batuk pada Bayi Baru Lahir
ADVERTISEMENT
Bayi baru lahir hingga usia 6 bulan rentan terinfeksi virus-virus yang menyerang saluran pernapasan. Virus ini juga dapat menyerang anak yang lebih besar atau orang dewasa, tapi pada bayi baru lahir dapat menimbulkan gangguan pernapasan yang berat.
Saat terinfeksi virus ini, bayi umumnya mengalami pilek, mengi dan batuk dan kemudian sulit bernapas. Itu sebabnya, bayi perlu dibawa ke rumah sakut untuk mendapatkan perawatan intensif guna mengatasi infeksi ini.
10. Batuk Rejan
Batuk rejan atau pertusis adalah jenis batuk yang keras, terus-menerus dan berlangsung lama dan rentan menyerang anak terutama pada anak-anak yang belum menerima vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus). Batuk rejan disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang paru-paru dan saluran pernafasan lainnya. Batuk ini bisa menular karena penyebabnya adalah bakteri dan pada bayi bisa menimbulkan risiko kematian.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan